-->

Arsip Peristiwa Toggle

Oka Rusmini dan Intan Paramaditha di Pekan Raya Buku Frankfurt: Dua Yang Menolak Tabu

FRANKFURT — Dengan tema “T(r)opical Issues: Women and Taboo”, Oka Rusmini dan Intan Paramaditha berbicara di Pekan Raya Buku Frankfurt tentang keterbukaan informasi dan dobrakan atas tabu.

Oka Rusmini, pengarang buku “Tarian Bumi” ini meneguhkan cerita tentag perempuan yang otonom. Ia bahkan tak segan-segan menabrak tabu di Bali, seperti ritus pariwangi. Menurut adat ini, jika seorang perempuan menikah dengan laki-laki biasa, secara otomatis kasta perempuan itu turun.

“Patiwangi ini adalah teror psikologis,” ujar Oka Rusmini di Paviliun Indonesia, Pekan Raya Buku Frankfurt (14/10). Teror itu dilawan Oka Rusmini dengan “membuang” gelar kebangsawanan yang melekat di namanya, “Ida Ayu”. (lebih…)

Ahmad Tohari di Pekan Raya Buku Frankfurt: “Bahasa Banyumas Hilang, Ronggeng Ikut Hilang”

P1060432 - CopyFRANKFURT – “70 persen orang Indonesia itu tinggal di desa,” kata Ahmad Tohari di Paviliun Indonesia, Pekan Raya Buku Frankfurt, Frankfurt Am Main (14/10). Oleh karena itulah Ahmad Tohari lebih nyaman menjadi¬†orang desa.

Penulis buku “Ronggeng Dukuh Paruk” ini mengatakan untuk orang di luar Indonesia yang ingin mengetahui tentang desa, bacalah buku-bukunya. “Saya pengarang dari desa yang mencintai desa, dan menggali inspirasi cerita dari pengalaman hidup di desa,” kisah pengarang kelahiran Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah pada 13 Juni 1948 ini.

Ronggeng, misalnya, adalah budaya desa di mana Tohari tinggal. Ronggeng adalah “pesta desa” yang diselenggarakan sesudah panen atau ketika ada hajatan di kampung seperti sunatan.

Dunia ronggeng yang turut dalam pemusnahan orang-orang komunis tahun 1965 yang ditulis Tohari ini juga menjadi pengetahuan sendiri bagaimana kekerasan budaya dan budaya kekerasan berlangsung di desa. “Saya menulis bagian kekerasan terhadap komunisme itu di ‘Ronggeng’ bukan untuk berpihak pada kelompok tertentu, tapi pada kemanusiaan. Manusia jangan dibunuh. Ronggeng dibunuh dan diperlakukan dengan kejam lewat penyiksaan. Saya tidak rela mereka dibegitukan,” tutur Tohari. (lebih…)

NH Dini di Pekan Buku Frankfurt: “Menulis Itu Seperti Memasak”

P1060440 - CopyFRANKFURT — Novel “Pada Sebuah Kapal” yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris berjudul “On The Ship” dikisahkan kembali NH Dini di Paviliun Indonesia di Pekan Raya Buku Frankfurt, Frankfurt Am Main, Jerman (14/10). NH Dini tampil sepanggung dengan pengarang asal Banyumas Ahmad Tohari dengan tema “In Conversation: Kampong and City Tales”.

Menurut NH Dini, tokoh utama Sri dalam roman biogafi itu adalah empat tokoh nyata yang semuanya bernama Sri. Sri yang pertama adalah istri seorang profesor yang tinggal di London. Sri kedua adalah dosen yang mengajar di kampus UGM Yogyakarta. Sri yang ketiga adalah penari dari Bali. Dan Sri keempat adalah istri diplomat dari Jawa.

“Nama saya sendiri juga adalah Sri,” kisah NH Dini yang bernama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin.

Empat Sri yang disebutkan NH Dini itu diaduknya jadi satu dan menjadi seutuhnya Sri yang “berontak” dengan ketakbahagiaannya. Ia selingkuh dengan nakhoda kapal dalam sebuah perjalanan. Tokoh perempuan ini menikah dengan seorang diplomat. (lebih…)

Nano dan Butet Memanggungkan Kata-kata di Pekan Raya Buku Frankfurt

FRANKFURT — Jalan pelarangan adalah jalan yang ditempuh Teater Koma. Lakon “Opera Kecoa” dan “Suksesi”, untuk menyebut dua lakon, adalah jejak Koma berhadapan dengan kekuasaan yang diperintah di bawah sepatu lars.

Nano Riantiarno menceritakan kiprah Teater Koma di Pavilion Indonesia, Pekan Raya Buku Frankfurt, siang waktu setempat (14/10). Bersama aktor Butet Kartaradjasa, Nano Riantiarno silih berganti berbagi pengalaman memanggungkan kata-kata.

“Teater Koma sudah berkiprah selama 38 tahun. Sudah 182 karya dipentaskan. Artinya, sudah hampir empat dekade kami mencoba bertahan menjaga sikap kritis masyarakat,” kisah Nano.

Separuh lebih dari kronik pemanggungan Nano dilakonkan berada di bawah bayang-bayang pelarangan. Interogasi pihak keamanan sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan teater yang didirikan pada 1 Maret 1977 ini. (lebih…)

Inilah Jadwal Lengkap Delegasi Indonesia di Pekan Raya Buku Frankfurt, 13-18 Oktober 2015

Pekan Raya Buku Frankfurt resmi dibuka Peter Fieldman, Walikota Frankfurt Am Main, pada 13 Oktober 2015, pukul 17.00 waktu setempat di Ruang Congress Messe Frankfurt.

Pemerintah Indonesia diwakili Mendikbud Anies Baswedan mengatakan dalam sambutan tertulisnya dalam bahasa Indonesia bahwa dalam konteks Jerman dan Eropa yang saat ini menghadapi gelombang pengungsi bisa mempertimbangkan mendengarkan cerita Indonesia dalam mengelola keragaman.

Inilah jadwal lengkap acara delegasi Indonesia di arena Pekan Raya Buku di mana Indonesia menjadi tamu kehormatannya pada 2015 ini. (lebih…)

Dibuka di Malam 1 Suro, Goenawan Mohamad Sampaikan Pidato Pekan Raya Buku Frankfurt dengan Cerita Malang Sumirang

FRANKFURT — Seusai Endah Laras menembangkan kuplet-kuplet Suluk Malang Sumirang dari abad 16 di Jawa, Goenawan Mohamad yang menjadi perwakilan sastrawan dan penulis Indonesia sebagai Tamu Kehormatan di pergelaran Pekan Raya Buku Frankfurt membuka pidatonya dengan saripati kisah Malang Sumirang (13/10). (lebih…)

Anies Baswedan: “Merayakan Keindonesiaan, Merasakan Kebhinekaan di Pekan Raya Buku Frankfurt”

P1060356 - CopyFRANKFURT — Saat Jerman dan Eropa merasakan peristiwa terkini dari limpahan pengungsi dari Timur Tengah, saat itu juga mempelajari apa arti kebhinekaan dan kompleksitas menjadi penting kembali dibicarakan.

Demikian antara lain dikatakan Mendikbud Anies Baswedan di depan ribuan tamu undangan di pembukaan Frankfuter Buchmesse 13 Oktober 2015, sore hari waktu setempat.

Menurut Menteri Anies kehadiran Indonesia sebagai Tamu Kehormatan di Pekan Raya Buku Frankfurt menjadi ajang untuk memperlihatkan bagaimana Indonesia mengelola kompleksnya keragaman. “Ada sekitar 1.340 kelompok etnis dan 546 bahasa hadir dalam kehidupan Nusantara. Dan 87 persen orang Indonesia adalah Muslim. Indonesia lewat proses yang panjang mengelola keragaman itu dan mempersatukannya lewat jalan bahasa nasional,” kata Menteri Anies. (lebih…)

#KampungBukuJogja | 8-10 Oktober 2015 | Foodpark UGM | Yogyakarta

12009644_10200870582484218_3065783125232487211_n

Kampung Buku Jogja

Foodpark UGM, 8-10 Oktober 2015

Pkl. 11.00-21.00 WIB (lebih…)

Falasido UI 2015: Wujud Eksistensi Sastra Indonesia

 

Poster Acara Falasido 2015Bulan Oktober adalah bulannya bahasa Indonesia. Untuk memperingatinya, Ikatan Keluarga Sastra Indonesia (IKSI) UI dengan bangga mempersembahkan sebuah acara yang bertajuk Festival Bulan Bahasa Indonesia (Falasido) UI 2015.

Bertemakan Eksistensi Sastra, Falasido UI 2015 tidak akan hanya sekadar merayakan datangnya bulan bahasa Indonesia, melainkan sebagai wujud usaha mempertahankan eksistensi sastra Indonesia di era modern. Jargon yang dipakai dalam acara ini adalah Tangan-tangan sastra memeluk dunia. Hal ini merepresentasikan tujuan Falasido UI 2015 yaitu untuk mewujudkan usaha dalam mempertahankan eksistensi sastra Indonesia, di samping merayakan datangnya bulan bahasa Indonesia.
Guna mendukung hal tersebut, Falasido UI 2015 akan menampilkan sejumlah perlombaan yang berkaitan dengan dunia sastra Indonesia. Lomba-lomba tersebut antara lain, lomba cipta puisi, lomba cipta cerpen, lomba fotografer, lomba teater, lomba musikalisasi puisi, lomba WNA bernyanyi, dan lomba cerdas cermat. (lebih…)

26 Agustus 2015 | Happy Salma Tulis Biografi Suarti: “The Warrior Daughter”

Nama Desak Nyoman Suarti mungkin masih asing di telinga masyarakat. Namun, perempuan kelahiran Ubud, 25 Mei 1958 itu memberi sumbangsih luar biasa untuk kesenian di Bali. Kehidupan Suarti itu menarik minat aktris Happy Salma, 35, yang kemudian mendokumentasikan kehidupannya dalam buku biografi berjudul “The Warrior Daughter” yang diluncurkan di Jakarta, 26 Agustus 2015. Happy menyelesaikan buku ini selama empat tahun. Dan proses paling lama adalah mengumpulkan data karena Suarti sendiri tidak punya arsip. Jadi, Happy Salma harus cari tahu. (mediaindonesia.com, 27 Agustus 2015)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan