-->

Arsip Peristiwa Toggle

Unduh Keputusan Lengkap MK tentang Pelarangan Buku (13 Oktober 2010)

“Semua penegakan hukum pada akhirnya ditentukan dalan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Hanya dalam putusan pengadilan dapat ditentukan apakah suatu barang yang semula telah disita ditetapkan untuk dirusakkan, atau dimusnahkan, atau dirampas untuk negara atau dikembalikan kepada orang yang dari padanya sebuah barang disita.”

Unggah selengkapnya Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang Pelarangan Buku Nomor 6-13-20/PUU-VIII/2010.

2010 10 13_Buku_Putusan Mahkamah Konstitusi (Pelarangan Buku)

12 Mei 2016 | Di Grobogan dan Pamekasan, Tentara Merampas Buku yang Diduga Berisi Ajaran Komunisme dan Kaos PKI

Kepolisian menyita tujuh buku yang diduga berisi ajaran komunisme dari toko swalayan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (11 Mei 2016). Kapolres Grobogan Ajun Komisaris Besar Indra Darmawan menyatakan penyitaan buku-buku tersebut diawali dari informasi dari masyarakat. Menurut Indra, status ketujuh buku tersebut ialah dibon pinjam dari toko swalayan. Terkait buku-buku itu, sejumlah saksi juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui apakah ada unsur pelanggaran hukum atas peredarannya. Polres Grobogan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk menangani buku-buku itu. (lebih…)

10 Mei 2016 | Siti Rahmani Rauf, Penulis Buku Ajar Bahasa “Ini Budi” Wafat

Penulis buku peraga pelajaran bahasa Indonesia untuk anak sekolah dasar medio 1980-1990, Siti Rahmani Rauf, meninggal pada Selasa, 10 Mei 2016, pukul 21.20 WIB. Rahmani meninggal karena sakit yang telah dideritanya selama bertahun-tahun. Ia wafat di usia 96 tahun. Ia dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet, Jakarta. Buku ajar ciptaan Rahmani itu lebih dikenal dengan “Ini Budi”. Rahmani aktif mengajar sejak 1937. Ia mengerjakan buku peraga “Ini Budi” itu pada awal 1980-an setelah ditawarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Karyanya “Ini Budi” menjadi populer dan terus dikenal hingga kini. (Tempo.co, Detik.com, 11 Mei 2016)

11 Mei 2016 | Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid Mengecam Sweeping Buku

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menilai aksi sweeping buku berbau komunisme berlebihan. Kata Hilmar, ketakutan bangkitnya Partai Komunis Indonesia PKI setelah 50 tahun tidak bisa dijadikan dasar buku-buku terkait itu disita. Hilmar juga enggan mengomentari apakah Tap MPRS 25 tahun 1966 yang dipakai pemerintah untuk menindak semua bentuk ideologi komunis di Indonesia, bisa dijadikan dasar memberangkus penyebar komunisme. Dia hanya menekankan, kewenangan untuk melarang buku yang semula ada di Kejagung, sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi 2010 lalu. “Kalau soal penyitaan dasarnya apa. Saya ngga tahu siapa saja yang menyita. Dasar hukumnya apa. (Dasar soal kebangkitan PKI?) menurut saya itu berlebihan, dia ngga punya dasar yang kuat. itu partai udah mati 50 tahun lalu dan tidak ada kemungkinan dua generasi sebuah organisasi politik itu bisa survive,” kata Hilmar. (Portalkbr.com, 11 Mei 2016)

3 Mei 2016 | Kodim 0505/Jakarta Timur Merampas Buku “Palu Arit di Ladang Tebu”

Sebuah buku dengan judul Palu Arit di Ladang Tebu, diamankan petugas dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0505/Jakarta Timur. Komandan Kodim 0505/Jakarta Timur Letkol Iwan Setiawan mengatakan, buku tersebut ditemukan pada hari Jumat 29 April 2016. “Sekitar pukul 18.30 WIB personel Kodam Kapten CKO Aan, berniat beli perlengkapan olahraga, di kawasan Jalan Dewi Sartika, Kramat Jati, Jakarta Timur, kemudian saat akan mencoba celana, masuk ke gudang toko tersebut, di ruang ganti terdapat sebuah buku dengan judul Palu Arit di Ladang Tebu,” kata Iwan kepada wartawan di kantornya, Jalan DR Sumarno, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (3/5/2016). Selanjutnya kata Iwan, Kapten Aan melapor kepada staf intel Kodam Jaya/Jayakarta. Pihaknya sebagai pemegang komando kewilayahan langsung meluncur ke lokasi. “Setelah di cek, buku tersebut masih ada di gudang. Kemudian kami meminta keterangan kepada saudara Dicky Firmansyah, penjaga toko, berdasarkan keterangan yang bersangkutan, bahwa buku tersebut beli di toko buku di wilayah,” kata Iwan. Lebih lanjut menurutnya, buku tersebut langsung diamankan sebagai barang bukti dan dilaporkan ke staf intel Kodam Jaya/Jayakarta. (Tribunews.com, 3 Mei 2016)

21 Januari 2006 | Ajaran Radikalisme di Buku Pelajaran TK di Depok, Jawa Barat

DEPOK — Buku yang diduga bermuatan radikalisme ditemukan di Depok. Buku itu merupakan buku panduan belajar bagi siswa taman kanak-kanak (TK) karya Nurani Musta’in. Buku tersebut saat ini sudah ditarik oleh Dinas Pendidikan Kota Depok.

Buku itu pertama kali ditemukan pada November tahun 2015. Kemudian dinas pendidikan segera melakukan penarikan. Buku berjudul ‘Anak Islam Suka Membaca’ terbitan Pustaka Amanah kini sudah tidak digunakan lagi di TK Semai Benih Bangsa Baiturahman, Cilodong.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdik Kota Depok, Dadang Supriatna di Depok, buku itu dicetak dalam lima jilid. Buku itu tidak digunakan di TK lainnya. Dari lima jilid, yang diduga terdapat banyak ajaran radikalisme di jilid ketiga. (lebih…)

Benedict Richard O’Gorman Anderson, Kepergian Seorang Indonesianis

Meninggalnya Benedict Richard O’Gorman Anderson dalam usia 79 tahun, Minggu dini hari lalu di Batu, Jawa Timur, niscaya meninggalkan duka mendalam.

Kepergian Anderson ke Jawa Timur dalam rangka bernostalgia mengunjungi tempat yang pernah jadi obyek studinya, setelah memberikan kuliah umum di kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis lalu. Cara kepergiannya mirip Soedjatmoko yang meninggal saat berceramah di kampus Universitas Gadjah Mada, beberapa tahun lewat.

Hasil penelitian dan studinya tentang Indonesia menempatkan Anderson masuk dalam jajaran Indonesianis (ahli dan peneliti tentang Indonesia) yang menonjol. Bahkan, karyanya jadi rujukan tentang kebangkitan nasionalisme di negara berkembang, tidak hanya tentang Indonesia, tetapi juga tentang negara di Asia Tenggara. Salah satu bukunya, Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism (1983), dianggap sebagai karya klasik dalam ilmu sosial dan ilmu politik. (lebih…)

Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat Menjual Koleksinya ke Penampungan Barang Bekas

PONTIANAK — Empat oknum petugas Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat yang menjual ribuan buku koleksi daerah ke penampungan barang bekas akan diadukan ke Kepolisian Resor Kota Pontianak. Keempat orang itu dinilai telah menyalahgunakan wewenang. Saat ini, pimpinan perpustakaan sedang mengumpulkan sejumlah bukti.

Sebelumnya, ribuan buku koleksi Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat dijual seorang pegawai negeri sipil eselon empat dan tiga orang honorer yang bertugas di perpustakaan tersebut. Mereka membawa buku itu ke penjual dengan menggunakan mobil perpustakaan keliling. Harga jual buku tersebut Rp 700 per kilogram.

Kepala Unit Pelayanan Perpustakaan Darah Provinsi Kalimantan Barat Untad Dharmawan, Senin (23/11), menuturkan, untuk melaporkan oknum tersebut, ia sedang melengkapi bukti-bukti. (lebih…)

Inilah Pengumuman Lomba Cipta Puisi “Di Bawah Payung Hitam” Proyek Seni Indonesia Berkabung

YOGYAKARTA — Di laman Fanpage Facebook Proyek Seni Indonesia Berkabung diumumkan hasil akhir lomba cipta puisi  bertajuk “Di Bawah Payung Hitam”. Menurut panitia, sampai pada batas pengiriman karya (30 September 2015) mereka telah menerima 1441 buah puisi yang dikirimkan oleh 313 peserta.

Bagi panitia dan dewan juri yang terdiri dari Prof. Dr. Faruk HT,  Joko Pinurbo, dan Gunawan Maryanto, jumlah jumlah keikutsertaan itu sangat menggembirakan dan menunjukkan bahwa lomba merupakan bagian dari sebuah gerakan bersama untuk membaca dan mengkritisi situasi Indonesia terkini mampu menarik keterlibatan banyak penyair dan masyarakat umum dari berbagai wilayah di Indonesia.

Setelah bekerja untuk membaca dan memilih puisi-puisi tersebut tim juri Lomba Cipta Puisi “Di Bawah Payung Hitam” memutuskan: 39 Puisi Pilihan Kumpulan Puisi “Di Bawah Payung Hitam”.

“Kami menganggap bahwa 39 puisi terpilih ini layak untuk dimasukkan ke dalam kumpulan tersebut. Dengan berat hati kami tidak bisa memenuhi jumlah yang telah ditetapkan oleh panitia yaitu sejumlah 70 puisi,” jelas Dewan Juri.

Puisi Pilihan Di Bawah Payung Hitam adalah sebagai berikut: (lebih…)

Kesepian di Perpustakaan DPR RI

JAKARTA — Pada 26 Oktober 2015, Harian Umum Media Indonesia menyoroti dua halaman utama kehidupan di Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta.

Di salah satu artikel di koran itu dilansir data jumlah koleksi di perpustakaan itu mencapai 25.060 yang mencakup 15.078 buku, 1.271 peraturan dan undang-undang, dan 962 referensi. Bahkan ada pula skripsi, tesis, dan disertasi, yang jumlahnya mencapai 133 jilid, serta jurnal sebanyak 73 buah. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan