-->

Arsip Peristiwa Toggle

3 Mei 2016 | Kodim 0505/Jakarta Timur Merampas Buku “Palu Arit di Ladang Tebu”

Sebuah buku dengan judul Palu Arit di Ladang Tebu, diamankan petugas dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0505/Jakarta Timur. Komandan Kodim 0505/Jakarta Timur Letkol Iwan Setiawan mengatakan, buku tersebut ditemukan pada hari Jumat 29 April 2016. “Sekitar pukul 18.30 WIB personel Kodam Kapten CKO Aan, berniat beli perlengkapan olahraga, di kawasan Jalan Dewi Sartika, Kramat Jati, Jakarta Timur, kemudian saat akan mencoba celana, masuk ke gudang toko tersebut, di ruang ganti terdapat sebuah buku dengan judul Palu Arit di Ladang Tebu,” kata Iwan kepada wartawan di kantornya, Jalan DR Sumarno, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (3/5/2016). Selanjutnya kata Iwan, Kapten Aan melapor kepada staf intel Kodam Jaya/Jayakarta. Pihaknya sebagai pemegang komando kewilayahan langsung meluncur ke lokasi. “Setelah di cek, buku tersebut masih ada di gudang. Kemudian kami meminta keterangan kepada saudara Dicky Firmansyah, penjaga toko, berdasarkan keterangan yang bersangkutan, bahwa buku tersebut beli di toko buku di wilayah,” kata Iwan. Lebih lanjut menurutnya, buku tersebut langsung diamankan sebagai barang bukti dan dilaporkan ke staf intel Kodam Jaya/Jayakarta. (Tribunews.com, 3 Mei 2016)

21 Januari 2006 | Ajaran Radikalisme di Buku Pelajaran TK di Depok, Jawa Barat

DEPOK — Buku yang diduga bermuatan radikalisme ditemukan di Depok. Buku itu merupakan buku panduan belajar bagi siswa taman kanak-kanak (TK) karya Nurani Musta’in. Buku tersebut saat ini sudah ditarik oleh Dinas Pendidikan Kota Depok.

Buku itu pertama kali ditemukan pada November tahun 2015. Kemudian dinas pendidikan segera melakukan penarikan. Buku berjudul ‘Anak Islam Suka Membaca’ terbitan Pustaka Amanah kini sudah tidak digunakan lagi di TK Semai Benih Bangsa Baiturahman, Cilodong.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdik Kota Depok, Dadang Supriatna di Depok, buku itu dicetak dalam lima jilid. Buku itu tidak digunakan di TK lainnya. Dari lima jilid, yang diduga terdapat banyak ajaran radikalisme di jilid ketiga. (lebih…)

Benedict Richard O’Gorman Anderson, Kepergian Seorang Indonesianis

Meninggalnya Benedict Richard O’Gorman Anderson dalam usia 79 tahun, Minggu dini hari lalu di Batu, Jawa Timur, niscaya meninggalkan duka mendalam.

Kepergian Anderson ke Jawa Timur dalam rangka bernostalgia mengunjungi tempat yang pernah jadi obyek studinya, setelah memberikan kuliah umum di kampus Universitas Indonesia, Depok, Kamis lalu. Cara kepergiannya mirip Soedjatmoko yang meninggal saat berceramah di kampus Universitas Gadjah Mada, beberapa tahun lewat.

Hasil penelitian dan studinya tentang Indonesia menempatkan Anderson masuk dalam jajaran Indonesianis (ahli dan peneliti tentang Indonesia) yang menonjol. Bahkan, karyanya jadi rujukan tentang kebangkitan nasionalisme di negara berkembang, tidak hanya tentang Indonesia, tetapi juga tentang negara di Asia Tenggara. Salah satu bukunya, Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism (1983), dianggap sebagai karya klasik dalam ilmu sosial dan ilmu politik. (lebih…)

Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat Menjual Koleksinya ke Penampungan Barang Bekas

PONTIANAK — Empat oknum petugas Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat yang menjual ribuan buku koleksi daerah ke penampungan barang bekas akan diadukan ke Kepolisian Resor Kota Pontianak. Keempat orang itu dinilai telah menyalahgunakan wewenang. Saat ini, pimpinan perpustakaan sedang mengumpulkan sejumlah bukti.

Sebelumnya, ribuan buku koleksi Perpustakaan Daerah Kalimantan Barat dijual seorang pegawai negeri sipil eselon empat dan tiga orang honorer yang bertugas di perpustakaan tersebut. Mereka membawa buku itu ke penjual dengan menggunakan mobil perpustakaan keliling. Harga jual buku tersebut Rp 700 per kilogram.

Kepala Unit Pelayanan Perpustakaan Darah Provinsi Kalimantan Barat Untad Dharmawan, Senin (23/11), menuturkan, untuk melaporkan oknum tersebut, ia sedang melengkapi bukti-bukti. (lebih…)

Inilah Pengumuman Lomba Cipta Puisi “Di Bawah Payung Hitam” Proyek Seni Indonesia Berkabung

YOGYAKARTA — Di laman Fanpage Facebook Proyek Seni Indonesia Berkabung diumumkan hasil akhir lomba cipta puisi  bertajuk “Di Bawah Payung Hitam”. Menurut panitia, sampai pada batas pengiriman karya (30 September 2015) mereka telah menerima 1441 buah puisi yang dikirimkan oleh 313 peserta.

Bagi panitia dan dewan juri yang terdiri dari Prof. Dr. Faruk HT,  Joko Pinurbo, dan Gunawan Maryanto, jumlah jumlah keikutsertaan itu sangat menggembirakan dan menunjukkan bahwa lomba merupakan bagian dari sebuah gerakan bersama untuk membaca dan mengkritisi situasi Indonesia terkini mampu menarik keterlibatan banyak penyair dan masyarakat umum dari berbagai wilayah di Indonesia.

Setelah bekerja untuk membaca dan memilih puisi-puisi tersebut tim juri Lomba Cipta Puisi “Di Bawah Payung Hitam” memutuskan: 39 Puisi Pilihan Kumpulan Puisi “Di Bawah Payung Hitam”.

“Kami menganggap bahwa 39 puisi terpilih ini layak untuk dimasukkan ke dalam kumpulan tersebut. Dengan berat hati kami tidak bisa memenuhi jumlah yang telah ditetapkan oleh panitia yaitu sejumlah 70 puisi,” jelas Dewan Juri.

Puisi Pilihan Di Bawah Payung Hitam adalah sebagai berikut: (lebih…)

Kesepian di Perpustakaan DPR RI

JAKARTA — Pada 26 Oktober 2015, Harian Umum Media Indonesia menyoroti dua halaman utama kehidupan di Perpustakaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta.

Di salah satu artikel di koran itu dilansir data jumlah koleksi di perpustakaan itu mencapai 25.060 yang mencakup 15.078 buku, 1.271 peraturan dan undang-undang, dan 962 referensi. Bahkan ada pula skripsi, tesis, dan disertasi, yang jumlahnya mencapai 133 jilid, serta jurnal sebanyak 73 buah. (lebih…)

Inilah Pernyataan Resmi UWRF Terkait Pembatalan Program Terkait “65”

Dalam situs resmi Ubud Writers & Readers Festival, ubudwritersfestival.com, tertanggal 23 Oktober 2015, mengumumkan secara resmi pembatalan beberapa programnya terkait dengan tema “1965”. Berikut adalah isi pernyataannya:

Pada hari ini, Jumat tanggal 23 Oktober 2015, dengan berat hati Ubud Writers & Readers Festival secara resmi mengumumkan beberapa sesi yang dibatalkan. (lebih…)

Linda Christanty di Pekan Raya Buku Frankfurt: Ketegangan Baru di Aceh

FRANKFURT — Perdamaian tahun 2015 di Aceh bukan hal yang diinginkan masyarakat Aceh, tapi perdamaian yang diberikan pemerintah Jakarta untuk meredam gejolak puluhan tahun perang. Pemberian itu berbentuk syariat Islam.

Demikian potongan pendapat Linda Christanty di Paviliun Indonesia, Pekan Raya Buku Frankfurt, siang waktu setempat (16/10).

“Syariat Islam di Aceh itu membangun ketegangan baru di tengah masyarakat. Yang berjalan berduaan yang bukan muhrim ditangkap dan dihukum. Laki-laki yang tidak salat Jumat dikejar. Bahkan ada sekelompok orang yang memperkosa perempuan yang dituduh melanggar syariat Islam. Pemerkosa lolos hukuman syariat, si perempuan yang menerima dua hukuman,” kata penulis buku “Dari Jawa Menuju Atjeh” ini. (lebih…)

Ayu Utami dan Lily Yulianti Farid di Pekan Raya Buku Frankfurt: Dari Semar hingga Bissu

P1060495 - CopyFRANKFURT — Isu seks, tradisi, dan agama menjadi topik pembahasan Ayu Utami dan Lily Yulianti Farid di Paviliun Indonesia di Pekan Raya Buku Frankfurt (15/10).

Dua penulis sastra ini berangkat dari akar kebudayaan berbeda. Ayu Utami lahir di Jawa dan besar di kota metropolitan Jakarta. Sementara Lily Yulianti tumbuh bersama budaya bugis di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dari budaya Jawa, Ayu menemukan sosok Semar yang menurutnya “beyond”. Gendernya laki-laki tapi memiliki payudara. Dari situ kemudian Ayu memahami kode-kode budaya yang maju melihat motif dan kcenderungan seksualitas yang tidak tunggal.

“Pandangan tunggal melihat seksual berdampak pada demonisasi perempuan. Semakin misterius seks, semakin dikontrol oleh kekuasaan,” kata pengarang buku Saman ini. Buku ini hak ciptanya telah dibeli penerbit dalam bahasa Belanda, Inggris, Italia, Perancis, Ceko, Jerman, Korea, dan Ethiopia. (lebih…)

Taufiq Ismail di Pekan Raya Buku Frankfurt: “Komunis Gaya Baru Itu Ada”

P1060470 - CopyFRANKFURT — Setengah abad bangsa Indonesia diikat rantai yang melintang dari kuburan Marx di London hingga kuburan Lenin di Moskow. Rantai itu telah diputus hingga berkeping-keping.

Demikian Taufiq Ismail membuka percakapannya di Paviliun Indonesia, Pekan Raya Buku Frankfurt (15/10). Bersama penulis cerita pendek Zen Hae, Ismail menyebut komunisme itu penyakit menular. Penahanan politik, pemecatan, pembunuhan massal, breidel penerbitan dan koran adalah sebagian dari penyakit yang ditularkan komunisme. Termasuk komunisme itu rajin membikin jargon, seperti 7 setan desa, 3 setan kota, kapbir, dan sebagainya.

“Semuanya sudah berlalu dan yang kita inginkan sekarang adalah suatu perdamaian total. Ikhlas melupakan semuanya,” kata penulis buku “Katastrofi Mendunia: Marxisma Leninisma Stalinisma Maoisma Narkoba” ini. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan