-->

Arsip Peristiwa Toggle

Lima Tulisan Menyambut Terpilihnya Bob Dylan sebagai Nobelis Sastra 2016

Pada 13 Oktober 2016 Sekretaris Permanen Akademi Swedia, Sara Danius, di Stockholm, Swedia, mengumumkan Robert Allen Zimmerman sebagai pemenang Nobel Sastra 2016. Nyaris semua media daring dan cetak di Indonesia menurunkan kabar soal keterpilihan musisi legendaris asal Amerika yang bernama panggung Bob Dylan itu. Dari beragam sambutan itu, ada lima tulisan yang direkomendasikan Radio Buku untuk menjelajahi biografi, sepak terjang bermusik, dan kontroversi yang mengiringi penetapan Dylan oleh Akademi sebagai laureat Nobel Sastra. (lebih…)

Nobel Sastra 2016: Bob Dylan

Bob Dylan adalah musisi dan penulis lirik-lirik puitis asal Amerika Serikat. Dylan disamakan seperti Homer dan Sappho, yang memikat sejak ribuan tahun lalu. “Mereka menulis teks yang puitis dan seakan ditakdirkan untuk dipentaskan, sana seperti Bob Dylan. Kita masih membaca Homer dan Sappho, dan menikmatinya,” kata perwakilan Swedish Academy penyerah Nobel seperti dikutip dari The Guardian dan disadur cnnindonesia.com, 13 Oktober 2016. (lebih…)

SEKOLAH MENULIS BALAI BAHASA DIY

 

edit

Pendaftaran peserta: 28 September—4 Oktober 2016

Dalam upaya mendukung tradisi literasi itulah Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai lembaga pemerintah yang melaksanakan pembangunan nasional di bidang kebahasaan dan kesastraan, pada tahun 2016 menyelenggarakan kegiatan Sekolah Menulis. Sasaran peserta adalah siswa SLTA dan Mahasiswa S-1 di DIY. Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai sebuah usaha mengembangkan kerja kreativitas generasi muda di Yogyakarta melalui kegiatan menulis.

(lebih…)

BUMDES PANGGUNG LESTARI SUKSES JADI PERCONTOHAN NASIONAL

img-20160927-wa0002

Siapa sangka bahwa Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Panggung Lestari milik Pemerintah Desa Pangungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi Bumdes percontohan tingkat nasional. Berjarak sekitar 15 menit dari pusat Kota Yogyakarta keberadaan Bumdes Panggung Lestari mengantarkan Pemerintah Desa Pangungharjo menyabet predikat sebagai Juara Nasional Lomba Desa tahun 2014 – 2015. Bumdes ini menjadi rujukan lebih dari 250 desa se-Indonesia. Satu pencapaian yang luar biasa untuk ukuran sebuah desa.

(lebih…)

27 Mei – 27 Juni 2016 | Mandiri ART|JOG|9 | Jogja National Museum

Mandiri ART|JOG|9 Perayaan Bersama Pencapaian Seni Rupa Indonesia

Opening
Jumat, 27 Mei 2016 Pkl. 19.00
Dibuka oleh: Dr. M. Arief Yahya
(Menteri Pariwisata Republik Indonesia)
Jogja National Museum
Jalan Prof. Ki Amri Yahya No. 1 Yogyakarta, INDONESIA

Program Pendamping:
Curatorial Tour
Sabtu, 4 dan 25 Juni 2016 Pkl. 14.00
Jumat, 10 dan 17 Juni 2016 Pkl. 14.00

Meet The Artists
Jumat, 3 dan 24 Juni 2016 Pkl. 14.00
Sabtu, 11 dan 18 Juni 2016 Pkl. 14.00
Pendaftaran: sideprogram.artjog@gmail.com

(lebih…)

Tujuh Maklumat Buku dari Yogyakarta – #MaklumatBuku

Indonesia bukan hanya dibangun dengan tetabuhan perang, tapi juga dipahat lewat kata-kata dan perdebatan. Maka kita saksikan dalam kaca benggala sejarah nyaris seluruh tokoh kunci pergerakan yang sidik jarinya menempel dalam traktat perumusan bangsa dan pembentukan negara adalah para penulis dan pembaca buku. Mereka datang dari berbagai alam pikir, multiideologi, ragam suku, dan dari rumah bahasa yang majemuk.

Lalu kita melihat Indonesia adalah panggung kata-kata dan sekaligus perdebatan. Indonesia adalah eksperimen bagaimana kebhinnekaan dihidupkan dari sebuah pencarian dan gesekan ideologis dan pengetahuan. Pancasila, untuk menyebut salah satunya, adalah temuan asas yang lahir dari panggung perdebatan multiideologi itu.

Pasca Indonesia lahir sebagai negara, kita telah melewati nyaris seluruh eksperimen dan percobaan; dari perdebatan dalam ruang dan penerbitan buku, brosur, dan koran hingga pelaksanaan kehendak lewat operasi bersenjata paling berdarah di beberapa faset sejarah. (lebih…)

Unduh Keputusan Lengkap MK tentang Pelarangan Buku (13 Oktober 2010)

“Semua penegakan hukum pada akhirnya ditentukan dalan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Hanya dalam putusan pengadilan dapat ditentukan apakah suatu barang yang semula telah disita ditetapkan untuk dirusakkan, atau dimusnahkan, atau dirampas untuk negara atau dikembalikan kepada orang yang dari padanya sebuah barang disita.”

Unggah selengkapnya Keputusan Mahkamah Konstitusi tentang Pelarangan Buku Nomor 6-13-20/PUU-VIII/2010.

2010 10 13_Buku_Putusan Mahkamah Konstitusi (Pelarangan Buku)

12 Mei 2016 | Di Grobogan dan Pamekasan, Tentara Merampas Buku yang Diduga Berisi Ajaran Komunisme dan Kaos PKI

Kepolisian menyita tujuh buku yang diduga berisi ajaran komunisme dari toko swalayan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (11 Mei 2016). Kapolres Grobogan Ajun Komisaris Besar Indra Darmawan menyatakan penyitaan buku-buku tersebut diawali dari informasi dari masyarakat. Menurut Indra, status ketujuh buku tersebut ialah dibon pinjam dari toko swalayan. Terkait buku-buku itu, sejumlah saksi juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui apakah ada unsur pelanggaran hukum atas peredarannya. Polres Grobogan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk menangani buku-buku itu. (lebih…)

10 Mei 2016 | Siti Rahmani Rauf, Penulis Buku Ajar Bahasa “Ini Budi” Wafat

Penulis buku peraga pelajaran bahasa Indonesia untuk anak sekolah dasar medio 1980-1990, Siti Rahmani Rauf, meninggal pada Selasa, 10 Mei 2016, pukul 21.20 WIB. Rahmani meninggal karena sakit yang telah dideritanya selama bertahun-tahun. Ia wafat di usia 96 tahun. Ia dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet, Jakarta. Buku ajar ciptaan Rahmani itu lebih dikenal dengan “Ini Budi”. Rahmani aktif mengajar sejak 1937. Ia mengerjakan buku peraga “Ini Budi” itu pada awal 1980-an setelah ditawarkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Karyanya “Ini Budi” menjadi populer dan terus dikenal hingga kini. (Tempo.co, Detik.com, 11 Mei 2016)

11 Mei 2016 | Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid Mengecam Sweeping Buku

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menilai aksi sweeping buku berbau komunisme berlebihan. Kata Hilmar, ketakutan bangkitnya Partai Komunis Indonesia PKI setelah 50 tahun tidak bisa dijadikan dasar buku-buku terkait itu disita. Hilmar juga enggan mengomentari apakah Tap MPRS 25 tahun 1966 yang dipakai pemerintah untuk menindak semua bentuk ideologi komunis di Indonesia, bisa dijadikan dasar memberangkus penyebar komunisme. Dia hanya menekankan, kewenangan untuk melarang buku yang semula ada di Kejagung, sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi 2010 lalu. “Kalau soal penyitaan dasarnya apa. Saya ngga tahu siapa saja yang menyita. Dasar hukumnya apa. (Dasar soal kebangkitan PKI?) menurut saya itu berlebihan, dia ngga punya dasar yang kuat. itu partai udah mati 50 tahun lalu dan tidak ada kemungkinan dua generasi sebuah organisasi politik itu bisa survive,” kata Hilmar. (Portalkbr.com, 11 Mei 2016)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan