-->

Arsip Esai Toggle

Katrin Bandel | Laskar Pelangi: Terjemahan atau Saduran?

Andrea Hirata sedang heboh dibicarakan. Lewat tulisan pendek ini, saya tidak ingin ikut menanggapi kasus tersebut secara keseluruhan. Saya hanya akan berfokus pada satu unsur yang cukup penting dalam kisah kesuksesan Andrea Hirata di luar Indonesia, yaitu “terjemahan” Laskar Pelangi ke dalam bahasa asing. Kata “terjemahan” sengaja saya tempatkan dalam tanda kutip karena setelah membandingkan versi Inggris dan Jerman dengan versi Indonesia, saya berkesimpulan bahwa apa yang dihadirkan sebagai “terjemahan” tersebut sama sekali tidak layak disebut sebuah terjemahan. Kedua versi itu begitu jauh berbeda satu sama lain sehingga The Rainbow Troops (demikian judul versi Inggrisnya) lebih tepat disebut saduran atau adaptasi daripada terjemahan. (lebih…)

Irwan Bajang | Menerbitkan Buku Secara Mandiri

Setelah menulis, penulis tentu saja harus memublikasikan tulisannya. Ada banyak pilihan ketika kita selesai menulis. Mengirimnya ke media, memublikasikannya ke blog atau website pribadi, atau menerbitkannya menjadi buku. (lebih…)

Geger Riayanto | Matinya Sang Kritikus

Untuk pertama kalinya semenjak saya bersentuhan dengan dunia literer Indonesia, idiom kritikus menjadi perhatian luas. Namun sebagai seseorang yang menginginkan yang terbaik bagi pekerjaan—yang kerap dilakoni para pelakunya hanya dengan motif kecintaannya—ini, saya tak merasakan apa-apa kecuali kecewa. Kecewa yang berat. (lebih…)

Damar “Amang” Juniarto | Pengakuan Internasional Laskar Pelangi

Label “International Best Seller” yang dasar penetapannya tidak jelas ini ternyata dipergunakan Andrea Hirata untuk mengolok-olok sejarah sastra Indonesia selama kurun kurang dari seratus tahun.

DELAPAN tahun setelah terbitnya Laskar Pelangi melalui penerbit Bentang Pustaka dilansir kabar yang sangat menyenangkan untuk didengar. Andrea Hirata, penulis kelahiran Belitung yang menulis seri kisah anak lelaki bernama Ikal dari pulau Belitung yang miskin tetapi akhirnya sukses, aktif mengabarkannya lewat beragam media, baik mainstream maupun akun media sosialnya. Pertama, ‪Farrar, Straus and Giroux‬ (selanjutnya disingkat FSG) akan mencetak Laskar Pelangi di bulan Februari 2013. Andrea Hirata adalah penulis pertama dari Indonesia yang mendapat kesempatan dari penerbit yang terbiasa mencetak karya-karya sastrawan dunia. Kedua, Laskar Pelangi mendapat pengakuan sebagai “International Best Seller”. Ini didasarkan atas pencantuman label di bagian atas sampul Laskar Pelangi terbitan dari negara Turki. (lebih…)

Kurnia JR | Soak | Bahasa

Ketika membaca sebuah berita di lembaran ”Kabar Jabar” koran Republika terbitan 26 Desember 2012 halaman 26, saya dihentikan oleh sepotong kata: rutilahu. Saya balik ke awal. Ternyata rutilahu itu akronim dari rumah tidak layak huni. (lebih…)

Sidik Nugroho | Tiga Cara Menerbitkan Buku

Zaman sudah berubah, menerbitkan buku tidak lagi susah. Penerbit makin banyak bermunculan. Banyak orang dan kalangan berlomba-lomba menerbitkan buku. Komunitas-komunitas sastra menerbitkan antologi puisi atau cerpen. Para dosen menerbitkan buku-buku teks atau panduan bagi mahasiswa, sekalian menambah poin angka kreditnya. Para pembicara seminar menulis buku yang berisi materi-materi seminarnya, sekalian dijual saat mengadakan seminar di berbagai tempat. (lebih…)

Pradewi Tri Chatami | Surat untuk Tuan Penyair

Akhir-akhir ini, saya sedang tidak bisa menulis puisi. Memang sebagian besar karena pusing memikirkan judul skripsi, tapi selain itu, ada juga alasan lain. Alasan yang barangkali seperti mengada-ada, tapi demi apapun yang bisa dipercaya dalam pertaruhan sumpah, benar adanya.

2013 01 16_Buku_Surat untuk Penyair WEB_Pradewi, Sastra, Bandung, Mesum (lebih…)

Leon Agusta | Mempersoalkan Legitimasi Puisi-Esai

* Tanggapan untuk Maman S Mahayana

Tak ada yang baru di bawah langit. Begitu sering kita dengar banyak orang mengatakan. Namun, selalu ada cara pandang yang baru tentang apa atau bagaimana adanya sesuatu di bawah langit. Selalu pula ada cara pendekatan baru terhadap sesuatu yang sudah berlalu—terhadap sesuatu—misalnya karya dari masa silam. Dari segala sesuatu yang ada sebagian elemen sudah dieksplorasi, tetapi ini tidak berarti bahwa tidak mungkin ada elemen lain yang dapat dieksplorasi. (lebih…)

Muhidin M Dahlan | Jurnalisme Pamflet

 

Ketika menerima bundelan utuh djoernal sastra boemipoetra (2012), yang terbayang adalah jurnal yang isinya mengajak berkelahi dengan tangan terus terkepal sebagaimana tercetak di sampulnya. Bundel ini berisi 21 edisi boemipoetra selama lima tahun berkiprah (2007-2012) di lapangan sastra Indonesia. (lebih…)

Anwar Holid | 25 Buku yang Membuat Yusi Avianto Pareanom Tidak Akan Nelangsa Jika Terdampar di Sebuah Pulau

Akhir tahun 2013 saya bertemu Yusi Avianto Pareanom, penulis kumpulan cerpen Rumah Kopi Singa Tertawa dan sejumlah buku lain. Selain sebagai penulis fiksi dan nonfiksi, Yusi juga dikenal sebagai penerjemah yang kurang ajar, editor yang tega, guru menulis di sebuah sarekat, selain pendiri Penerbit Banana yang suka menerbitkan buku-buku mana tahan. Saya tanya, “Buku yang hebat itu seperti apa? Kalau perlu sebut judul-judulnya.” (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan