-->

Arsip Agenda & Donasi Toggle

19-21 MEI 2016 | FESTIVAL MUSIK TEMBI | SEMARAK BUNYI | #FMT2016 | SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA

Tembi Bersemarak Lewat Bunyi

Festival Musik Tembi (FMT)  akan kembali diselenggarakan pada 19-21 Mei mendatang. Tahun 2016 merupakan tahun ke-6 festival musik multi-genre yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Forum Musik Tembi (foMbi). Sejak pertama terselenggara pada Mei 2011 silam, FMT terus konsisten dan tidak merubah tujuan utamanya yaitu memberikan ruang apresiasi bagi komposer/musisi muda yang ingin menggali bunyi-bunyian nusantara tanpa sekat genre. Pada tahun-tahun sebelumya, FMT telah menampilkan musisi-musisi yang dianggap mampu menghidupi spirit tersebut antara lain grup Kuno Kini, Rizky Summerbee and The Honeythief, Senyawa Exhibition, Jogja Hip Hop Fondation, Matajiwa, dan Hanyaterra.

grand design poster

(lebih…)

1 – 7 MEI 2016 | JOGJA MEMBACA JOGJA BERKARYA | JOGJA ITOE BOEKOE | PANGGUNG DEMOKRASI UIN SUNAN KALIJAGA

Mengawali pekan pertama bulan Mei 2016, representasi mahasiswa Yogyakarta menghelat sebuah perhelatan Pameran Buku dengan tajuk Jogja Itoe Boekoe

PAMFLET ACARA 1

(lebih…)

30 04 2016 | Bincang-bincang Sastra edisi 127 | Ulid karya Mahfud Ikhwan

Mahfud Ikhwan, pemenang sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ)  2014 dengan buah karyanya Kambing dan Hujan (Bentang, 2015) akan hadir dalam Bincang-bincang Sastra, Studio Pertunjukan Sastra edisi ke 127 Sabtu, 30 April 2016 jam 20.00 di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta.  Kali ini ia tidak akan hadir bersama Kambing dan Hujan-nya, melainkan bersama Ulid (Pustaka Ifada, 2016), novel pertama Mahfud yang sebelumnya telah terbit dengan judul Ulid Tak Ingin ke Malaysia (Jogja Bangkit Publisher, 2009). Bersama Eko Triono dengan moderator Utami Pratiwi novel setebal 578 halaman itu akan diulas. Dalam acara ini teaterawan Merits Hindra juga akan tampil membacakan nukilan novel tersebut.

Novel itu ditulis tak kurang dari lima tahun dengan proses penulisan sebuah karya yang menunjukkan bahwa Mahfud seorang yang anteng dalam menulis dan karakter itu pun mewujud dalam ketetenangan novel-novelnya. Namun, sayang novel ini tidak beruntung di pasar, bahkan diobral dengan harga Rp10.000 saja. Banyak yang menyayangkan kemasan sampul cetakan pertama novel yang menampilkan seorang perempuan tengah menunggu entah apa itu. Hal tersebut disinyalir menjadi salah satu faktor kenapa novel ini tersisihkan dari rak buku sastra serius. Menjadi benar ungkapan “don’t look the book just from the cover” bagi buku ini. Dan di tahun 2016 ini buku tersebut hadir dengan kemasan baru yang sudah sepantasnya mempercantik Ulid. Karena memang buku itu tidak jelek. Buku itu ditulis dengan baik dan  menunjukkan bahwa penulisnya melakukan penelitian-penelitian berdasarkan kisah nyata.

Novel ini berkisah tentang Ulid, seorang anak desa yang mencintai kehidupan di desanya. Sementara itu usaha membuat kehidupan menjadi mapan membuat orang-orang di desanya pergi merantau ke Malaysia. Namun Ulid tdak setuju dengan hal itu, baginya mencari rizki di negara orang lain sama saya dengan menghianati Indonesia. Namun, ayahnya yang seorang guru suatu ketika terpaksa berangkat ke Malaysia karena ekonomi keluarga yang bermasalah. Tentu saja Ulid marah, begitu seterusnya.

Kira-kira sesederhana itu novel tersebut dikemas, begitu dekat dengan pembaca, dan memberikan pemaknaan dan pemahaman yang mendalam dan detail. Sebagai novel yang mengisahkan tentang perjalanan seseorang, novel ini tenang dan tidak menawarkan impian-impian terlampau tinggi sebagaimana novel Ayat-ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy atau novel-novel sejenis yang jauh dari realitas kehidupan sekitar.

26 April-6 Mei 2016 | Kata Rupa Festival di Selatan | #KataRupaFest | Sewon, Bantul, Yogyakarta

Kolaborasi Komunitas Literasi, Penerbit, Pembaca, Penulis, Penjual Buku, Seniman

mempersembahkan

Kata Rupa Festival

Gedung Balai Black Box Indonesia Buku/Radio Buku
Jl Sewon Indah No 1, Panggungharjo, Sewon, Bantul
(Barat Kampus ISI Yogyakarta)

Poster KataRupaFest_Baliho Utama hasil revisi (lebih…)

26 April-6 Mei 2016 | Pameran Geneng Art Project “Atmosfer Sewon” | #KataRupaFest | Sewon, Bantul

Geneng Art Project
Mempersembahkan

Pameran Seni Rupa
“Atmosfer Sewon”

Hari/Tanggal:
26 April – 6 Mei 2016 | Buka Selasa-Minggu; 13.00 – 22.00 WIB

Pembukaan:
19.30 – 23.00 WIB

Tempat:
Dinding Massa
Balai Black Box Indonesia Buku/Radio Buku
Jl Sewon Indah No 1, Panggungharjo, Sewon, Bantul
(Barat Kampus ISI Yogyakarta)

Para Seniman:
Muhammad Nurudin, Alam Wisesha, Hermawan Agustian. K, Meta Enjelita, Ely Siti kholifah, Reza alfin Syah, Dwi Handoko Putra, Anugrah Dwi Anvari, M. A. Wira haidharie, Dky Arif Prasetyo, Ahmad Kurnia T, Ikhsan , Ali Akbar, Feroz alvansyah Romi Siregar, Dery Pratama

Poster KataRupaFest_Art (Atmosfer Sewon) (lebih…)

27 April 2016 | Bincang Bersama Eka Kurniawan | #KataRupaFest | Sewon, Bantul

Hari/Tanggal:
Rabu, 27 April 2016
Pukul:
15.30 – 17.30 WIB
Tempat:
Gedung Balai Black Box Indonesia Buku/Radio Buku
Jl Sewon Indah No 1, Panggungharjo, Sewon, Bantul
(Barat Kampus ISI Yogyakarta)

Disiarkan LIVE Streaming
radiobuku.com

Poster_KataRupaFest_Eka (2) (lebih…)

26 April 2016 | Haul #10 Pramoedya Ananta Toer | Sewon, Bantul

Hari/Tanggal:
Selasa, 26 April 2016
Pukul:
15.00 – 19.00 WIB
Tempat:
Gedung Balai Black Box Indonesia Buku/Radio Buku
Jl Sewon Indah No 1, Panggungharjo, Sewon, Bantul
(Barat Kampus ISI Yogyakarta)

pramoedya 2 - Copy Copy (lebih…)

28 April 2016 | Parade Obrolan 10 karya APSAS #9 | Sewon, Bantul

Waktu:
Kamis, 28 April 2016

Pukul:
18.00 – 00.00 WIB

Tempat:
Radio Buku
Sewon Indah 1, Panggungharjo, Sewon, Bantul
(Barat Kampus ISI Yogyakarta)

Disiarkan secara LIVE Streaming
radiobuku.com

Poster KataRupaFest_Apsas - Copy (lebih…)

16/04/2016 | PELUANG & STRATEGI BISNIS ONLINE SHOP BAGI MAHASISWA | di PKKH UGM

Bisnis OnlinePerubahan habit atau kebiasaan belanja online di dunia semakin semarak. Perubahan ini disebabkan oleh banyak hal. Tentunya perkembangan dan penerapan IT menjadi penyumbang terbesar perubahan ini. Seperti yang dikutip Fathul Wahid (Teknologi Informasi, Pembangunan, dan Ruang Publik; Melayang dari Masa Depan, Graha Ilmu, 2013), Walsham mengatakan ‘… dunia yang lebih baik adalah tujuan etis (ethical goals) penerapan TI’. (Walsham, 2012, profesor University of Cambridge, Inggris).

Berangkat dari ethical goals penerapan IT di atas, tentunya banyak hal kehidupan yang bisa dibuat menjadi lebih baik melalui penerapan IT yang benar dan tepat. Perdagangan atau jual beli salah satu aspek kehidupan yang bisa dijadikan lebih baik melalui penerapan teknologi. Perdagangan melalui internet atau transaksi jual beli online atau daring adalah contohnya. Saat ini begitu tinggi tingkat kelahiran online shop. Apalagi didukung juga dengan merebaknya konsep marketplace.

Kehadiran marketplace semakin memudahkan siapapun, mulai peorangan sampai perusahaan, tidak repot lagi untuk memiliki sebuah toko. Pada kategori perorangan, mulai pelajar, mahasiswa, ibu-ibu rumah tangga, profesional, atau siapapun asalkan ‘melek’ internet. Nilai yang lebih strategis lagi dari olshop, adalah luasnya jangkauan pasar. Nyaris tak terbatas, mulai pelosok, kota kecil, pulau terpencil, nasional dan internasional, asal terjangkau internet.

Perubahan ini sunggu disayangkan jika tidak dimanfaatkan untuk menjadikan dunia lebih baik. Oleh karena itu, Penerbit Graha Ilmu melalui Divisi Graha Ilmu Online, sebagai wujud dari CSR ingin memberikan free seminar kepada mahasiswa tentang Peluang & Strategi Bisnis Online Shop khusus kepada mahasiswa. Menilik bisnis proses olshop dan marketplace yang ada, menjadikan bisnis ini sangat relevan dan cocok untuk mahasiswa. Sekaligus memberikan wacana mutakhir tentang pergeseran model kewirausahaan.

Apabila kemudian ada pertanyaan, mengapa seminar ini khusus diperuntukkan bagi mahasiswa, tiada lain karena terkait dengan konteks penyelenggaranya, yaitu Penerbit Graha Ilmu. Selama ini, Graha Ilmu adalah sebuah lembaga penerbitan buku dengan spesialisasi buku-buku literatur perguruan tinggi. Koleksi buku-buku yang pernah diterbitkan oleh Graha Ilmu hampir dari semua jurusan yang ada di perguruan tinggi. Oleh karena itu, Graha Ilmu merasa terpanggil untuk memberikan sesuatu kepada kalangan mahasiswa.

Yang kedua, melihat perkembangan peta konvensional outlet buku di Indonesia, untuk buku-buku kategori tertentu, termasuk buku literatur perguruan tinggi, aspek kemudahan dan kemerataan aksesnya semakin jauh dari maksimal. Nyaris, outlet buku konvensional yang ada saat ini, baik jaringan maupun lokal, hanya ada di kota-kota besar. Kemudian diperparah lagi dengan semakin mengecilnya, dari waktu ke waktu, alokasi area untuk kategori buku di outlet-outlet tersebut.

Pembicara
1. Lingga Archie Hutabarat – Leader Book Category Bukalapak.Com

a. Materi Seminar :
‘Sukses Berselancar di Pasar Online Terbesar di Indonesia’

b. Materi Workshop:
“Tips dan Trik agar Lapak bisa laris di Bukalapak.com’

2. Arif Abdulrakhim – Direktur Penerbit Graha Literata
Materi:
‘Potensi & Peluang Bisnis Online Buku Perguruan Tinggi di Indonesia’

Jadwal Acara
Pk.08.30 – 09.00 : Registrasi Peserta
Pk.09.00 – 09.15 : Pembukaan
Pk.09.15 – 10.00 : Presentasi Pembicara I
Lingga Archie Hutabarat
Materi:
‘Sukses Berselancar di Pasar Online Terbesar di Indonesia’
Pk.10.00 – 10.40 : Presentasi Pembicara II
Arif Abdulrakhim – Direktur Penerbit Graha Literata
Materi :
‘Potensi & Peluang Bisnis Online Buku Perguruan Tinggi di Indonesia’
Pk. 10.40 – 12.00 : Workshop dari Bukalapak
Materi:
‘Potensi & Peluang Bisnis Online Buku Perguruan Tinggi di Indonesia’
Diskusi

Waktu & Tempat:
Sabtu, 16 April 2016
Pk.08.30 – 12.00 WIB
Gegung PPKH UGM

Pelaksana:
Graha Ilmu Online Yogyakarta
Alamat Kantor: Ruko Jambusari 7A Yogyakarta 55283
Telepon 0274-889398, 882262 Facs. 0274-889057
SMS Gateway 0857 2798 0088 – WA 0857 2798 0088
www.grahailmu.co.id – email: info@grahailmu.co.id

PIC : Arif Abdulrakhim – HP/WA 0812 155 1801 – arif@grahaliterata.com

26 Maret 2016 | Bincang-bincang Sastra edisi 126 | Jemek Belajar Bicara Kepada Mustofa

 

CeMrwatUAAAXfVm

Apa pentingnya waktu?

Mengapa waktu bisa menelan peristiwa-peristiwa, nasib, dan harapan?

Waktu demikian dingin dan ’kejam’ menempel apa saja dan siapa saja lalu mengajaknya tenggelam dalam masa silam.

Waktu ’bisa berbaik hati’  untuk melupakan luka-luka hidup kita.

Tetapi waktu ’bisa juga nakal” karena dia bisa memunculkan masa lalu dalam waktu kini, kenangan bisa hidup dan menyertai kita, merayu kita atau mememeluk kita dengan mesra.

Lantas bagaimana pergumulan seorang Jemek Supardi dengan waktu?

(lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan