-->

Arsip Agenda & Donasi Toggle

22 & 23 April | Berbagi Dokumen & Kliping di Gudang Warsip | #BakarArsip #RamaikanSelatan

BANTUL — Sebagian besar arsip, koran, majalah, kronik tidak diunggah di website warungarsip.co. Tapi berjubel data berupa kliping, dokumen, foto, rekaman suara itu kini bisa diakses di Gudang Warsip yang terletak di Kecamatan Sewon, Bantul

Mulai 22 April Warsip Offline dibuka untuk publik. Sekaligus para kerani Warsip melaporkan kerja-kerja dokumentasi yang telah dilakukan selama 5 tahun terakhir.

Tanggal 22 & 23 April adalah dua hari berbagi arsip, kronik, kliping. Di dua hari itu Anda bebas dan gratis melakukan kegiatan #BakarArsip.

Datang di dua hari itu sekaligus rayakan 9 tahun Komunitas Indonesia Buku berkiprah dalam tagar #BakarArsip. Semua dilakukan dengan nyaman sambil menikmati kopi yang disajikan Kafe Kopi “Bintang Mataram 1915”.

Pojok Barat Perpustakaan ISI
Jl Sewon Indah No 1, Kecamatan Sewon
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188

Email: admin@warungarsip.co | warungarsip23@gmail.com
Telp: 0274-4531054 (Layanan pukul 13.00 – 21.00 WIB)
SMS/WA: 0878 39137 459 (Layanan 24 Jam)
Twitter: @warungarsip
Facebook: facebook.com/warungarsip

2015 04 22_Warung Arsip - Bakar Arsip - Copy

Press Release #RamaikanSelatan Sembilan Tahun Indonesia Buku, Delapan Tahun Apresiasi Sastra

Tanggal: 22 – 23 April 2015

Pukul: 19.00-01.00 WIB

Tempat: Radio Buku, Jl. Sewon Indah I, Sewon, Bantul, D.I. Yogyakarta.

(lebih…)

Sticker Art Project #2

Tabik, kami atas nama panitia pameran Sticker Art Project akan menyelenggarakan agenda pembukaan pameran indoor berupa seni sticker, dengan tema utama mendadak sticker, adapun keterangan acara sebagai berikut:

Waktu pelaksanaan

Tanggal                       : 6 April – 30 April 2015

Tempat                 : Art Space Dongeng Kopi&Indie Book, Jalan Wahid Hasyim no. 3

Gorongan, Depok, DIY

Acara utama       : Pameran seni sticker, wicara seniman dan pementasan musik

 

Kami panitia dengan bangga mengharapkan kehadiran sahabat media untuk berpartisipasi dalam peliputan project ini. Semoga kegiatan seni rupa yang kami laksanakan dapat tersampaikan kepada publik luas. Detail informasi mengenai agenda ini dijelaskan pada halaman berikutnya.

Demikian undangan dari kami, salam budaya bagi kesejahteraan kita semua.

 

Salam budaya, panitia

4 April  2015

Agus Purwanto

Ketua Pelaksana

 

Kurasi sticker art

Andres Busrianto

Irwan Bajang

Hakim Faizali

Bincang-Bincang Sastra edisi 114: MAHATMANTO, PELOPOR PENYAIR YOGYA

Studio Pertunjukan Sastra (SPS) Yogyakarta bekerjasama dengan Taman Budaya Yogyakarta dan Radio Buku, di bulan ketiga tahun 2015 ini akan menggelar Bincang-Bincang Sastra (BBS) edisi 114, dengan acara “Menilik Pelopor Penyair Yogya, Mahatmanto” pada Sabtu, 28 Maret 2015 di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta pukul 20.00 WIB. Dalam acara ini akan hadir Enes Pribadi dan R. Toto Sugiharto sebagai pembicara dengan moderator Hayu Avang Dharmawan. Akan ada pula pertunjukan baca puisi karya-karya Mahatmanto oleh para penyair dan aktivis sastra Kulon Progo, seperti Marjuddin Suaeb, Papi Sadewa, Marwanto, Sumarno, Imam Syafei, Bardal Dersonolo Dewi, Samsul Ma’arif, Hendri S., Diana Trisnawati, Aris Zurkhasanah, & Chahyo Edi Pramono. (lebih…)

Agenda | 9 Maret-2 April | Pameran Buku “Angkringan Fun Book” UGM | Yogyakarta

Angkringan Fun Book UGM

 

Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia sangat memperhatikan gerak pendidikan di Indonesia. Salah satu perwujudannya adalah dengan mendirikan lembaga penerbitan di dalamnya. Lembaga ini dimaksudkan untuk memfasilitasi beragam bidang keilmuan dengan menerbitkan buku-buku ilmiah dari karangan dosen-dosen termuka baik dari UGm sendiri maupun dair luar UGM. (lebih…)

‘PAUSE’ The Seven Cities Group Exhibiton of Urban Artist

Exhibition by: Street Fighter Indonesia
Saturday, February 14th, 2015| Start from 7.30 pm
ViaVia Café & Alternative Art Space| Jl. Prawirotaman 30 Yogyakarta
Exhibition continued until March 11th, 2015

Jalanan adalah pembuluh darah dari sebuah wilayah, katakanlah sebuah kota. Di sana terjadi peredaran berbagai hal, mulai dari ekonomi, kemacetan lalu lintas, perubahan pembangunan kota yang berdampak pada situasi sosialnya, hingga perdebatan peraturan yang kontroversial suatu tempat tersebut. Ia merekam jejak kekerasan dan perebutan di ruang publik. Jalanan dalam konteks ini, menjadi objek (sekaligus subjek) langsung dari proses perubahan yang terjadi. Ia menjadi wajah dari sebuah masa, sebuah periode, atau bahkan sebentuk rezim.

Kata “jalanan” pada aktifitas Street Art/Graffiti Writers tidak hanya sekedar menunjukan tempat akan tetapi lebih pada sifat longgar yang memungkinkan kebebasan ekspresi. Ruang dalam terminologi “jalanan” secara spesifik bagi Street Art/Graffiti sebagai elemen identitas yang kerap dijumpai di kota-kota besar di Indonesia hingga memperluas wilayah penyebarannya. Pola kerja perkembangan pelaku Street Art/Graffiti memberi perhatian pada faktor pergeseran berbagai kemungkinan dimana wilayah kontestasi ruang maupun media memproduksi praktik berkarya dengan pengaplikasian ke berbagai media, tak terkecuali ruang publik bahkan media konvensional seperti kanvas, kertas, ataupun benda keseharian yang menjadi media berkaryanya.

Ketika para Street Artist mulai membawa karya mereka ke dalam sebuah galeri, karya-karya mereka seakan tidak dapat dipandang lagi sebagai sebuah karya Street Art. Perbedaan ruang yang begitu mendasar dalam dunia Street Art, kesamaan yang mereka bawa ke dalam galeri terbatas pada permasalahan bentuk yang mereka tampilkan, pada karakter yang kembali mereka hadirkan dengan berbagai macam penyesuaiannya. Inilah, saat karya mereka lebih bisa kita simpulkan sebagai sebuah karya seni rupa yang di buat oleh Street Artist.

Fenomena ini tidak terlepas dari perkembangan seni rupa kontemporer Indonesia. Perkembangan yang cepat dan dinamis, cenderung melewati batas teritorial segala hal yang mungkin dijangkau untuk memperluas daya cakupnya. Street Art tak lepas dari perluasan itu. Begitu juga dengan produk yang lain seperti merchandising yang kerap di produksi para pelaku Street Artist, hampir pasti mengiringi sebuah kekhasan lain yang tidak selalu ada dalam sebuah pameran seni rupa pada umumnya. Fenomena ini telah turut serta melestarikan sub-sektor industri kreatif Departemen Perdagangan Republik Indonesia, dimana pasar barang seni, merhcandise termasuk ke dalam kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik langka serta memiliki nilai estetika yang tinggi.

Kami mengambil kata PAUSE yaitu mengadopsi tombol pause yang mana semacam istirahat sejenak dari sebuah pergerakan, maupun alur yang mana bukan menjadikannya berhenti, namun bisa jadi memulai rangkaian bait lain. PAUSE sebuah waktu jeda pelaku Street Art dan Graffiti Writers dari tujuh kota untuk membuat karya dengan ukuran yang tidak semestinya serupa saat mereka berada dalam zona pertarungan di jalan, namun memperlakukan ruang galeri sebagai peristirahatan sejenak dari aktivitas berkarya di jalan. Yang dikatakan dengan perpindahan ini menyebabkan adanya negoisasi-negoisasi lain yang tak biasa mereka lakukan ketika berkarya di ruang publik: maka privatisasi terhadap karya mereka terjadi disini. Di satu sisi, ini merupakan terapi ruang gerak mereka. Pada sisi lainnya, mereka justru semakin tidak terikat konteks ruang yang memang telah sedemikian rupa dibangun sebagai sebuah ruang galeri, tempat dimana diperlihatkannya karya seni dengan apresiator yang semakin terbatas.

PAUSE menjadi semacam triger bagi para pelaku untuk memanaskan hasrat eksplorasinya yang terbiasa intim dengan dinding-dinding perkotaan maupun sudut jalanan, kini ditarik untuk ‘bercengkrama’ dengan media diluar itu atau bahkan diantaranya, yang dimaksud adalah atribut-atribut atau partikel yang ditemukan dijalanan, atau media alternatif mereka sebagai perwujudan karya Street Art/Grafiti yang mampu berpindah lokasi, dari jalan kedalam area pamer serupa galeri. Yang diharapkan disini adalah nuansa kekuatan ‘jalanan-nya’ tetap dominan meskipun berada dalam ruang aman tanpa tekanan (seperti yang biasa ditemukan saat berada di jalanan).

1. Bujangan Urban (Jakarta)
2. W94 (Solo)
3. Robowobo (Jakarta)
4. Muck (Jogja)
5. Love Hate Love (Jogja)
6. BungaFatia (Jakarta)
7. Nick (Jogja)
8. Nego (Surabaya)
9. Scrap (Solo)
10. X GO (Surabaya)
11. Trash(Solo)
12. Stupidkill (Bandung)
13. Blatz (Jogja)
14. Slurb (Semarang)
15. Ijakji (Semarang)
16. Rubseight (Jogja)
17. Gindring Waste (Magelang)
18. Wanted Terror (Magelang

perform music: DJ PAWS
live screen printing perform and free print with FAKELAB YK
Chat Conversation End
10988772_843060522420268_648217757_o

Finchickup With Farah Dini Novita

Pengumuman Kopral3
Acara : “Check up Keuangan”
Penyelenggara : Forum Kopral
Hari, tanggal : Jumat, 30 Januari 2015
Waktu : 15.00 – 17.30 WIB
Tempat : Djendelo Cafe, Toko buku Togamas, Jl. Affandi, Yogyakarta
Tema : “Investasi tapi Tetap Trendy”
Pembicara : Farah Dini Novita, Penulis buku “Finchickup, Financial Check up for Ladies”
(lebih…)

PRESS REALEASE TOGAMAS NGAYOGBOOK 2015 “SepiingPamrih, RameingWacan”

Jogja, Kota yang istimewa, Kota dengan kultur budaya yang sangat kuat dengan konten-konten kearifan
lokal yang masih terjaga hingga saat ini. Jogja juga dikenal sebagai kota buku, selain banyak Industri Perbukuan Lahir disini, juga merupakan surga bagi pembaca dan pemburu buku. Dengan fenomena Jogja sebagai kota perbukuan seperti ini, Togamas mencoba turut serta melakukan perayaan perayaan yang memeriahkan Jogja sebagai surga buku. Salah satunya dengan event tahunan “NgayogBook”.
Ngayogbook 2015 kali ini kami mengambil tema “sepi ing pamrih, rame ing wacan”. Falsafah jawa tersebut bagi kami mengandung banyak arti, seperti sedikit bicara, banyak membaca, ataupun bisa diartikan, sebelum bicara, baca buku dulu. Seperti kita ketahui fenomena sosial media, masyarakat dengan mudahnya bisa menyuarakan isi, hati pikiran, dan komentar. Tak jarang juga komentar miring, protes dan cemooh pun diunggah ke khalayak ramai. Berkaitan dengan tema yang kami pilih, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih cerdas, lebih beretika dalam bersuara di sosial media melaluibudaya membaca buku. Dari membaca maka wawasan sesorang menjadi lebih luas, pola pikir menjadi lebih baik dan cerdas. Pepatah mengatakan kepribadian seseorang dapat dilihat dari buku yang dibacanya.
Rame ing wacan juga bisa diartikan bahwa di Toko Buku Diskon Togamas yang menyediakan berbagai jenis genre golongan bacaan, mengajak para masyarakat untuk lebih lagi memperkaya jenis bacaan lebih dari biasanya. Khususnya untuk Toko Buku Diskon Togamas Affandi, kali ini juga menggelar pameran buku-buku Indie, dimana banyak buku yang dipamerkan merupakan karya karya indie yang dicetak dalam jumlah terbatas, dan tidak tersedia di toko buku modern ritel pada umumnya.
Denganmenawarkandiskon 30% all item, kami inginmemberikanharga yang ringanuntuksemuabukuditengahkenaikan BBM danbahanpokok yang sedangterjadi, sehinggamasyarakatakandenganmudahmendapatkanbukutanpaharusmengeluarkandanalebih. Ngayogbook 2015 kami laksanakan serentak di tiga Toko Buku Diskon Togamas Jogja.
Adapunrincianacaratersebutsbb :
Acara : Ngayogbook 2015 “ Sepi ing pamrih, Rame ing Wacan”
Keuntungan : DiskonsemuaBuku 30%
Waktu : 3hari, 2, 3,4 Jan 2015
Lokasi : TogamasAffandi, JlGejayan no 5 CondongCatur
Togamasd’Gale, Galeria Mall Lt. 2
TogamasKotabaru, Jl. Suroto no 8 Kotabaru
Demikianacaraini kami persembahkanbagimasyarakatjogja. Mari kitabersamamembudayakan membaca untuk masyarakat yang lebih berbudaya.
Sheny Wardani -TogamasJogja (0811256675)

24 Desember 2014 | Bale Black Box-Radio Buku, Bantul | Peluncuran Buku Seni “Nandur Srawung”

Dengan bangga mempersembahkan peluncuran buku seni “NANDUR SRAWUNG”, 24 Desember 2014, 19.00 hingga selesai di Radiobuku Live Streaming (pojok barat perpus ISI Yogyakarta).

Performing :
THE SECRET DANCER
SULFUR
CANGKANG SERIGALA
SELANGKANGAN x MACAN
DENY PUPPY KARAOKE
BBDKK x LAJU PRIMA
DLSB

Salam malam Natal!!!

Nandur

Denah lokasi acara, klik di sini

27 Desember 2014 | TBY Jogja | Studio Pertunjukan Sastra (SPS) – Pesta Puisi Akhir Tahun

YOGYAKARTA — Setelah di bulan Oktober lalu menggelar Hari Bersastra Yogya ke 2 yang ditandai dengan peluncuran buku antologi karya leluhur sastra Indonesia di Yogyakarta Astana Kastawa, di bulan Desember ini Studio Pertunjukan Sastra Yogyakarta (SPS) bekerjasama dengan Radio Buku Taman Budaya Yogyakarta akan menggelar acara Pesta Puisi Akhir tahun. Acara ini sekaligus menandai perjalanan Bincang-bincang Sastra yang digelar SPS pada setiap bulan di TBY yang sudah mencapai edisi ke 111. Acara ini sedianya akan diselenggarakan di Panggung Terbuka TBY, pada hari Sabtu, 27 Desember 2014 pukul 20.00 WIB. (lebih…)

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan