Mendengarkan Buku Membuka Cakrawala

Klik disini untuk mendengarkan radio

Pojok Alunalun

Rabu, 29 Agustus '12

#23tweets Wawan Kondo (Artworker, Yogyakarta)

Sejak kecil, sejak usia SD, Wawan sudah menyukai Dagelan. Ia dengarkan Basiyo, Junaedi, dan menonton ketoprak hingga pagi. Yang paling ditunggu-tunggunya adalah adegan goro-goro, adegan dagelan.

Namun, ketertarikannya itu lama menemukan jalannya. Ia harus melintas dulu ke teater, tari, dan keseniannya. Hingga akhirnya membuat kelompok Komunitas Ndagel Dot Kom (Kondom). Komunitas ini terus menapaki titik cerah dan lolos pada audisi Akademi Pelawak Indonesia. Sejak itu nama Kondom berubah jadi Kondo.

Ia tak dilahirkan dari keluarga seniman, bacaannya waktu kecil juga buku-buku silat, meski tak jadi pendekar, tapi cukup mampu bersilat lidah dan kini ia seniman. Hal ini ia sadari ketika membaca buku "Who Moved My Cheese?" Karya Spencer Johnson.
 

Nah, Booklovers, inilah #23tweet yang kami tayangkan di aku tweeter @radiobuku.

1. Ketertarikan @Wawankondo pd komedi sdh sejak kecil. Ia dengarkan Basiyo, Junaedi, lihat ketoprak sampe subuh. Ia sll menunggu goro-goro.

2. Namun ketertarikannya tak menemukan jalan. Kemudian @Wawankondo menekuni semua jenis kesenian; teater, tari, dan sastra.

3. Tak bergabung dg Teater Gajah Mada UGM, @Wawankondo cr pengalaman di luar, di Teater Garasi & menari di Sanggar Tedjokusuman

4. @Wawankondo pernah juga bergabung dg Jagon Wagen, Yayasan Bagong Kussudiardjo. Menjadi ikon di sana pada awal-awal Jagong Wagon.

5. Lulus dari kuliah, @Wawankondo mendapat tawaran untuk kerja di luar Jawa sebagai marketing. Ia pun meninggalkan Jogja & jagad kesenian.

6. Dari jejaring sosial & Tv @Wawankondo mengetahui stand up komedi sedang gencar. Ia pun berniat mengikutinya. Niatnya terpenuhi & lolos.

7. Dr standup komedi ia kembali menemukan dunia kesenian. @Wawankondo balik ke Jogja membawa semangat baru; semangat seniman marketing.

8. Di Jogja ia pun segera berbaur dengan masyarakat seni Jogja. Obsesi @Wawankondo adalah biki show tunggal.


9. Jogja menjadi gua pertapaan bagi @Wawankondo. #23tweet
 
10. Dulu @Wawankondo  mhs Jurusan Komunikasi UGM. Tugas akhirnya menggarap humor politik Republik BBM. #23tweet

11. @Wawankondo : humor politik mampu mendewasakan bangsa. #23tweet

12. #Kondo, dlnya Kondom (Komunitas Ndagel Dot Kom). Gundi Pemikat hati, Wawan Hitam Menawan, Bayu Jaminan Mutu, David Tak Cepit. #23tweet

13. #Kondom di mulai saat Lomba Fragmen Humor se-DIY. Jd Juara favorit. Lalu ada Mia Sehat Empat Sempurna. Bayu & David keluar, masuk Ibeng. #23tweet

14. Jargon #kondom: jangan pertebalkan kondom Anda, tapi pertebal Iman Anda. Kebetulan hari lahirnya 1 Desember, hari Aids. #23tweet

15. Dr desakan fans clubnya, Kondom ikut Audisi API. Lolos, masuk TV. Sjk itu Kondom berubah jd Kondo. #23tweet


16. @Wawankondo adl pembaca awal buku karya @ucupkelikjogja, The Wekekelik's File. Ada juga KPK, Komudi Politik Kelik. #23tweet

17. @Wawankondo : @ucupkelikjogja byk bcr soal politik. Mlht politik dg plesetan. Di buku The Wekekelik's File ia makin kuat. #23tweet

18. @Wawankondo : @ucupkelikjogja makin terpelajar. Buku The Wekekelik's File seperti puncak semedinya. Buku ini harus dibaca! #23tweet

19. @wawankondo : humor yang paling lucu itu yang terjadi secara spontan. #23tweet

 
20. @wawankondo juga menulis buku, seperti Ketawa Gokil (2007), 100% abnormal (2008) bersama David, dan akan segera terbit Marketing Komemdi. #23tweet

21. Bacaan @wawankondo adl buku-buku silat. Dan buku yang mempengaruhinya adl buku "Who Moved My Cheese?" by Spencer Johnson. #23tweet

22. Who Moved My Cheese? bercerita ttg 4 tikus yg mencoba peluang mencari sumber baru makanan keju. #23tweet

23. @wawankondo : inspirasinya adalah Investasi. Suatu saat, masa jaya seseorang akan habis. Sadari mulai sekarang, dan berinvestasilah. #23tweet


  • dibaca 277x