-->

Peristiwa Toggle

Anak di Jerman Lebih Suka Buku Daripada YouTube

Kanal dw.com 10 Agustus 2017 edisi bahasa Indonesia mengunggah artikel menarik soal aktivitas anak-anak di Jerman menghadapi buku dan media sosial di internet, khususnya Youtube. Berikut isi laporan itu:

Nyaris 2/3 anak-anak di bawah umur 13 tahun di Jerman membaca buku hingga beberapa kali dalam seminggu. Hanya 1/3 saja yang beralih mengisi waktu luangnya dengan menonton YouTube, demikian hasil penelitian teranyar.

Di Jerman, tempat kelahiran dunia percetakan, buku memiliki masa depan yang cerah. Berdasarkan penelitian yang dirilis Selasa (8/7) lalu, 61% anak berusia 6 hingga 13 tahun di Jerman membaca buku secara rutin, dan hampir setengah (55%) dari kelompok usia ini yang memilih membaca majalah anak dan komik beberapa kali dalam seminggu.

Studi yang dipelopori enam penerbit, diantaranya Panini, Egmont Ehapa Media dan Spiegel ini mewawancarai sekitar 1700 anak dengan didampingi orangtua mereka.

Meski 62% anak mengaku menggunakan internet dan mengunduh berbagai aplikasi, hanya satu di antara tiga anak berusia 6 hingga 13 tahun (34%) yang rutin menonton video di YouTube. Bahkan lebih sedikit lagi (28%) yang bermain “video-game”.

Hanya televisi yang mampu menandingi media cetak dalam merebut perhatian anak-anak Jerman. Sekitar 93% anak berusia 4 hingga 5 tahun rutin duduk di depan layar kaca, sementara 97% anak berusia 10 hingga 13 tahun menonton televisi beberapa kali dalam seminggu.

DVD dan Bluray tak berperan penting dalam agenda keseharian anak-anak di Jerman, hanya 15% yang menontonnya secara berkala.

Ponsel Digenggam Nyaris Semua Anak-anak Jerman

Hanya karena mereka lebih menikmati cerita dalam lembaran buku, bukan berarti anak-anak ini tidak melek media digital. 37% responden pada kelompok berusia 6-9 tahun memiliki telepon genggam atau telepon cerdas pribadi. Angka ini meningkat hingga 84% di antara anak berusia 10-13 tahun. Namun biasanya ada waktu tertentu untuk boleh menggunakan ponsel tersebut.

Pada kelompok usia lebih tua, layanan pesan seperti WhatsApp mengambil alih perangkat berkirim pesan konvensional (68% berbanding 61%). Hanya satu di antara empat (29%) anak berumur 10-13 tahun yang mengaku memiliki Facebook.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan