-->

Kultwit Toggle

GARDALA (Memang “Kafir”)

1. Dari Kota Semarang, garuda dikafirkan oleh poster yang beredar di lingkup akademia Universitas Diponegoro (Undip) #Gardala

2. Duh, mahasiswa pembikinnya bakal terkena sanksi berat dari kampus seakan mereka pelaku makar pengguling kuasa negara #Gardala

3. Tidak hanya karena garuda bagian inheren dari visual konstitusi utama negara, melainkan juga posisi politis garuda. #Gardala

4. Garuda memang menjadi “burung” paling politis dari semua jenis burung yg ada di Nusantara sejak era Wallace. Hehehe. #Gardala

5. Nama dan visual garuda secara verbal terdapat dlm hukum positif. Ada dlm asas negara, tak sekadar di undang2 pelestarian #Gardala

6. Maka dari itu, garuda bukan burung biasa, melainkan hewan (mitos) yang luar biasa dilindungi di ruang lingkup “NKRI”. #Gardala

7. Karena mendpt perlindungan secara “maksi” itu garuda kerap jd dalih untuk kepentingan2 rendahan segelintir kaum. #Gardala

8. Demi pemurnian nilai #Gardala, tentara memimpin sebuah eksekusi mati massal kepada kaum yang dituduh antipancasila taon 65/66 #Gardala

9. Peduli amat bahwa pd 1957 hingga 1958 kaum yg dilenyapkan itu berjibaku kembalikan sila2 Pancasila pada awal revolusi 45. #Gardala

10. Anda tak bisa bayangkan bagaimana ormas yg pd namanya melekat “Pancasila” terlibat terang2an dlm pembubaran acara2 budaya. Hmm #Gardala

11. Puluhan tahun kita saksikan, utk ngancurin kaum yg beda, cara paling gampang posisikan mereka vis a vis dgn pancasila. #Gardala

12. Untuk memukul petani yang mbalela, labeli sj shaf petani itu dgn antipancasila. Sesederhana itu, gerakan itu pasti gembos. #Gardala

13. Dalam kehidupan harian kiwari, sebetulnya garuda itu makin enggak enak posisinya. Ada, tapi tiada. Begitu. #Gardala

14. #Gardala tak ubahnya berhala 2 dimensi dg matakosong di dinding kamar kerja menteri atau dirjen saat mereka merancang korupsi berjemaah

15. Atau, seorang PNS yg tak ada risihnya dgn #Gardala di dinding ruangannya sdg asyik main gim soliter di jam kerja pelayanan. Nyoh.

16. Pemerintah marah banget dg aktivitas merokok warganya dgn bikin statemen “bunuh-membunuh” di bungkusan rokok. Iya, kan. #Gardala

17. Tapi, di pita cukai pajak rokok itu #Gardala ditempatkan utk majakin para pengusaha rokok. Lihat, ini pendidikan kewargaan gaya apa.

18. Pengabaian #Gardala seperti tweet2 sebelumnya itu berlangsung masif dan sistemik dalam praktik harian berbangsa dan bernegara.

19 #Gardala pun tak ubahnya visual “kafir” yg kian menjauh dari sukma para penggedenya yg justru hidup makmur dari pajak negara.

20. #Gardala pun tak ubahnya sekadar pupur tipis dalam bersolek di kaca buram aparatur negara tiap hari Senin.

21. Atau, #Gardala cuman mantra hapalan dlm penataran sambut datangnya pegawai baru. Sdh gak ada, ya, ritual ngapaling butir2 Pancasila

22. Betul, sosok #Gardala memang hadir hingga di depan2 gang kampung atau di poskamling. Di kampung booklovers mesti ada juga, kan.

23. Kehadiran #Gardala yang masif itu dirancang oleh niat “mulia” utk meng(h)ajar warga eling kepada nilai bersama mengapa kita masih satu.

24. Kehadiran #Gardala yg masif dan dipaksakan itu justru lahirkan pelupaan massal yg bikin gardala tak ubahnya sekadar visual dekoratif.

25. #Gardala barangkali masih sakti untuk menggertak para pelaku teror (negara), namun dalam keseharian ia sungguh payah.

26. Cuman di momen2 tertentu sj #Gardala bisa merasuki sanubari, seperti ketika Timnas PSSI main bagus atau saat tetangga serumpun berulah

27. Selain di momen2 olahraga itu, misalnya, #Gardala tak ubahnya berhala kafir yang dekat dlm santiaji, tapi sungsang dlm amal.

28. Kita bisa saja marah dgn anak2 muda di Undip Semarang, tapi kemarahan itu hanya ulangan kemarahan yg sama yang sudah2. #Gardala

29. Kita sesungguhnya gak pernah risau bahwa #Gardala sebetulnya merana, rudin, kian dekil dalam makna dan amal.

30. Yg kerap ditemuin justru yg teriak bergardala secara murni/konsekuen itulah yg kerap njadiin #Gardala sbg senjata penggebuk bhinneka.

31. Selamat hari #Pancasila. Nikmati libur #Gardala secara maksi dan berbukalah puasa dengan yang manis-manis. Yeah.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan