-->

Agenda & Donasi Toggle

29 April 2017 | Bincang-Bincang Sastra Edisi 139 bersama Studio Pertunjukan Sastra | Yogyakarta

PERJUMPAAN DENGAN TOKOH ANDA

 Hari, Tanggal: Sabtu, 29 April 2017
Pukul: 20.00 WIB
Tempat: Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta

 

Studio Pertunjukan Sastra (SPS) bekerja sama dengan Taman Budaya Yogyakarta, kembali menggelar Bincang-Bincang Sastra (BBS). Mengusung tajuk “Perjumpaan dengan Tokoh Anda”, BBS edisi 139 kali ini hadir membincangkan cerpen-cerpen karya Risda Nur Widia dalam buku antologi cerpen Tokoh Anda yang Ingin Mati Bahagia seperti Mersault (Basabasi, 2016). Topik perbincangan tersebut akan diulas oleh Mario F. Lawi dan Risda Nur Widia dengan moderator Bagus Panuntun. Dalam acara ini juga akan tampil Komunitas Ngopinyastro membacakan salah satu cerpen dalam buku tersebut menjadi suatu pertunjukan sastra.

“Risda Nur Widia, merupakan salah satu cerpenis muda berbakat asal Yogyakarta lulusan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Pada tahun 2015 ia mendapat penghargaan “Taruna Sastra Generasi Muda” dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Selain itu, antologi cerpen pertamanya, Bunga-bunga Kesunyian (Gambang, 2015) mendapat penghargaan sastra 2016 dari Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengangkat tema-tema global, cerpen-cerpen karya Risda dalam antologi cerpen keduanya ini tentu saja layak diapresiasi oleh masyarakat. Kali ini Risda menunjukkan kedewasaan berpikir seorang lelaki muda (banyak yang menyangka dia perempuan) kelahiran tahun 1992 melalui kesaksian yang disampaikannya lewat cerita,” tutur Tubagus Nikmatulloh selaku koordinator acara.

Tampaknya tema tragedi ’65 cukup mencuri perhatian sejumlah cerpenis Indonesia, termasuk Risda untuk melihat sisa-sisa sisi-sisinya. Risda banyak bercerita mengenai perang dan membawa pembaca ke dunianya ibarat menyaksikan langsung suasana perang yang mencekam dengan eksloprasi yang beragam. Ada kisah soal Perang Dunia II, Perang Timur Tengah, Tragedi ’65 lengkap dengan tokoh-tokoh sejarah Hitler, Ki Hadjar Dewantara, dan lainnya. Tema keagamaan juga lokalitas tak lepas dari bidikan kaca matanya. Mulai dari yang realis sampai magis mengisi buku antologi cerpen Tokoh Anda yang Ingin Mati Bahagia seperti Mersault ini. Lantas siapakah “tokoh Anda” yang dimaksud? Mungkinkah “tokoh Anda” itu adalah tokoh Anda, selaku pembaca? Atau jangan-jangan “tokoh Anda” itu adalah milik sang empunya cerita sendiri? Cerpen yang salah satunya dipersembahkan kepada Mario F. Lawi, pemantik BBS kali ini, tentu amat-sangat sayang untuk dilewatkan.

“SPS sebagai salah satu kantong sastra di Yogyakarta senantiasa memiliki ruang untuk menghadirkan sastrawan generasi muda di depan forum. Acara semacam ini akan semakin menunjukkan bahwa sastrawan muda senantiasa berada di garda depan untuk memajukan sastra Indonesia. SPS memandang cerpen-cerpen karya Risda mewakili generasinya dalam mempertanyakan peristiwa-peristiwa sejarah, yang terjadi di Indonesia bahkan dunia. Apalagi Risda Nur Widia adalah satu di antara sastrawan muda yang cukup diperhitungkan karya-karyanya dan akan mewakili generasinya dalam bersuara,” pungkas Tubagus Nikmatulloh.

 

Tertanda,

Tubagus Nikmatulloh,  koordinator acara.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan