-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Komunitas – PEKKA NTT | Yogyakarta

Datang dari jauh, tiga perempuan. Satu berkeluarga lengkap, satu janda empat anak, satu lagi lajang. Dari NTT berniat belajar menata perpustakaan. Banyak menyimpan buku tapi tak tahu cara merawatnya. Perpustakaan Gelaran Iboekoe dianggap tepat untuk belajar kepustakaan.

Susan, perempuan pertama ini bercerita banyak tentang organisasi PEKKA. Pertama kali PEKKA datang ke Adonara, NTT, ditolak mentah-mentah oleh warga. Sederhana persoalannya, yang membawa PEKKA ke sana berjilbab, sementara mayoritas penduduk beragama Katolik. Mereka takut Islam akan membunuh mereka seperti Front Pembela Islam. Perempuan kedua, Veronica Tutowara, janda empat anak, berhasil mengangkat kehidupan ekonomi dan pengalaman hidup berkat PEKKA. Ia pun bisa menyekolahkan empat anaknya. Begitu pula dengan Apriani Ina Esek. Perempuan lajang yang jadi tulang punggung keluarga. Sebelumnya ia tak pernah diperhitungkan dalam masyarakat, namun berkat PEKKA kini ia bisa menyejahterakan keluarga dan menjadi narasumber di gereja dan beberapa pertemuan.

#23TWEETS
1. Susan, korlap PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga). Menyiapkan perempuan siap hadapi medan. #Komunitas

2. Ada 5 Kategori PEKKA, 1) janda ditinggal mati, 2) janda ditinggal pergi, 3) perempuan dengan suami sakit-sakitan, #Komunitas

3. 4) suami poligami sehingga tak dinafkahi, 5) lajang tapi menafkahi seluruh keluarga. #Komunitas

4. #PEKKA ada di NTT karena budaya patriarki sangat kuat. Laki-laki sangat dominan. Perempuan jadi nomor dua. Khususnya di Adonara. #Komunitas

5. #PEKKA menyoroti peran perempuan sebagai pencari nafkah. Tujuaannya, perjuangkan dan meningkatkan hak dan martabat perempuan. #Komunitas

6. Agenda tematik #PEKKA seperti politik, hukum, ekonomi, dan kesehatan. Mamak (ibu) dan Ina (lajang) diajarkan berorganisasi. #Komunitas

7. #PEKKA di NTT sudah 11 tahun. Salah satu kesuksesan #PEKKA adalah munculnya kepala desa perempuan, juga anggota DPD. #Komunitas

8. #PEKKA membantu mengakses identitas diri perempuan. Dibentuk juga lembaga keuangan mikro tingkat kecamatan. #Komunitas

9. Perempuan didorong mendirikan UKM. Pembiayaan dan landasan hukum diurus #PEKKA. Kemandirian perempuan itu penting. #Komunitas

10. Kegiatan literasi tak ketinggalan. Berkunjung ke Radio Buku dalam rangka mempelajari pengembangan perpustakaan. #Komunitas

11. Bidang kesehatan, di Adonara membicarakan kesehatan reproduksi masih sangat tabu. Juga aids, di sinilah perannya. #Komunitas

12. Di Adonara, meski Katolik, poligami sangat tinggi. Hanya pengakuan adat, tidak dalam negara dan agama. #Komunitas

13. #PEKKA melahirkan anak, Serikat Perempuan Kepala Keluarga. Skup kerja provinsi tapi sekretariat di Kecamatan Adonara. #Komunitas

14. Veronica Tutowara, Mama Vero. Gabung di #PEKKA tahun 2010. Ditinggalkan suami ke Malaysia sejak 2005. #Komunitas

15. Bagi Mama Vero, #PEKKA banyak membuat perubahan bagi keluarga. Baik ekonomi, pengalaman hidup, dan lain-lain. #Komunitas

16. Kini, Mama Vero berani tampil dalam berbagai bidang. Saya Perempuan, saya harus pertahanakan hak dan martabat saya. #Komunitas

17. Dari usaha yang dibantu #PEKKA, Mama Vero bisa sekolahkan 4 anak sekaligus. “Semua usaha untuk anak,” katanya. #Komunitas

18. Sepulang dari Perputakaan Iboekoe, Mama Vero Bertekad mengembangkan perpustakaan yang terbengkalai di sana. #Komunitas

19. Apriani Ina Esek, masuk #PEKKA tahun 2005, lajang. Ayah meninggal, ibu sakit. Mulanya iseng membantu. #Komunitas

20. Sebelumnya, Apriani tak pernah diperhitungkan di masyarakat. Kini ia cukup vokal, di desa, dan gereja. #Komunitas

21. Mulanya #PEKKA NTT ditolak karena yang membawa muslim. Banyak kecurigaan masyarakat. Dianggap remeh. #Komunitas

22. Janda-janda yang mengikuti #PEKKA dituduh aneh-aneh, janda selingkuh. #PEKKA dianggap sebagai kelompok janda. #Komunitas

23. Ada beberapa yang pernah ikuti pelatihan perpustakaan tingkat nasional, tapi tak ada hasil. Itulah kenapa kami ke Jogja. #Komunitas

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan