-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Buku Pertamaku – Karim Ilham | Yogyakarta

Muhammad Ilham Nurul Karim, lahir di Batang, 24 April 2017. Saat ini aktif berkuliah di Jurusan Sastra Perancis Universitas Gajah Mada dan menjadi volunteer Radio Buku Batch #4. Karim sempat berkegiatan di Sanggar Pembacaan Puisi Licak, juga bermusik dan berlatih bela diri. Buku teks Bahasa Indonesia yang didapat ketika SD merupakan buku pertama yang berpengaruh baginya.

#23TWEETS
1. Karim Ilham (@kariem_ilham), seorang pemuda dari Batang yang lahir 24 April 1994, akan bercerita mengena buku pertamanya. #BukuPertamaku

2. Aktivitas @kariem_ilham saat ini ia berkuliah di UGM dan menjadi volunteer di Radio Buku (@Radiobuku). #BukuPertamaku

3. @kariem_ilham sempat ikut sanggar pembacaan puisi Licak. Selain itu, ia juga sempat ikut kegiatan beladiri dan bermusik. #BukuPertamaku

4. Bagi @kariem_ilham, buku pertama yang berpengaruh baginya yaitu buku pelajaran Bahasa Indonesia yang didapatnya ketika SD. #BukuPertamaku

5. Meski @kariem_ilham sudah bisa membaca sebelum SD, karena belajar dari bibinya, ia merasa buku itu bermanfaat hingga kini. #BukuPertamaku

6. @kariem_ilham merasa Atlas juga berpengaruh sebagai buku pertamanya karena dapat menunjukkan berbagai tempat. #BukuPertamaku

7. Ketika @kariem_ilham memiliki uang saku lebih, ia akan membelikannya komik misteri, komik nabi, buku masak, hingga RPUL. #BukuPertamaku

8. Buku-buku itu berdampak pada @kariem_ilham. Misalnya, nilai pelajaran agamanya bagus karena ia membaca buku komik nabi. #BukuPertamaku

9. Ketika masuk SMP, @kariem_ilham mulai membaca buku-buku seperti Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor dari kakaknya. #BukuPertamaku

10. Dari kakaknya pula, @kariem_ilham membaca buku karya Zainal Arifin Thoha yang berjudul Belajar dari Kearifan Jogja. #BukuPertamaku

11. Saat itu, @kariem_ilham merasa buku itu sangat membosankan. Namun, saat ini buku itu sangat bermanfaat baginya. #BukuPertamaku

12. Masuk SMA, @kariem_ilham mengenal Tere Liye melalui bukunya yang berjudul Hafalan Shalat Delisa dan Negeri Para Bedebah. #BukuPertamaku

13. Suatu hari, @kariem_ilham menemukan buku di lantai masjid dekat rumahnya karya Orhan Pamuk, yang berjudul Namaku Merah. #BukuPertamaku

14. @kariem_ilham membaca buku Orhan Pamuk berjudul Namaku Merah tersebut namun ia baru bisa menyelesaikannya ketika kuliah. #BukuPertamaku

15. Kecintaannya pada sastra membuat @kariem_ilham belajar Sastra Perancis. Hal ini juga dipengaruhi oleh novel Andrea Hirata (@Andreahirata). #BukuPertamaku

16. @kariem_ilham juga banyak membaca buku-buku berbahasa Perancis baik fiksi maupun non fiksi. #BukuPertamaku

17. 5 buku berpengaruh bagi @kariem_ilham yang pertama adalah Edensor karya @Andreahirata, karena dari situ ia mengenal Perancis. #BukuPertamaku

18. Buku ke-2 adalah Jejak Langkah dan Bumi Manusia karya Pram, di mana @kariem_ilham mulai mengenal Tirto Adisuryo. #BukuPertamaku

19. Buku ke-3 bagi @kariem_ilham yaitu Orang Asing karya Albert Camus. Ia merasa alur cerita di buku tersebut sangat menarik. #BukuPertamaku

20. Buku ke-4 yaitu Namaku Merah dan Salju karya Orhan Pamuk. Baginya, Orhan Pamuk dapat mengubah sejarah menjadi karya sastra. #BukuPertamaku

21. Buku ke-5 yang berpengaruh bagi @kariem_ilham yaitu Le Petit Prince karya Antoine de Saint-Exupery. #BukuPertamaku

22. @kariem_ilham mengajak booklovers untuk terus membaca, karena aktivitas membaca akan membentuk cara berpikir kita. #BukuPertamaku

23. Bagi @kariem_ilham, aktivitas membaca akan memunculkan rasa ingin tahu. Ia percaya membaca akan membawa dampak besar kelak. #BukuPertamaku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan