-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Angkringan Buku – Eka Kurniawan (Part 1) | Yogyakarta

Eka Kurniawan merupakan salah seorang novelis berbakat indonesia. Karya-karyanya telah banyak dialih bahasakan, antara lain ke dalam bahasa: Inggris, Perancis, dan Jepang. Novel pertamanya, berjudul Cantik Itu Luka, diterbitkan oleh Jendela pada tahun 2002 dan masuk long list Khatulistiwa Literary Award tahun 2003. Pada 2006 Cantik Itu Luka diterjemahkan ke dalam Bahasa Jepang oleh Ribeka Ota.

Novelis kelahiran Tasik, November 1975 tersebut, menggunakan gaya kepenulisan yang disebut realisme magis hampir dalam setiap karyanya. Maka tidaklah berlebihan bila ia dijuluki sebagai The Next Pramoedya.

Selain Cantik Itu Luka, Eka Kurniawan juga telah menerbitkan: Lelaki Harimau (2004), Cinta Tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya (2005), Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya (2005), Corat-coret di Toilet (2014), Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014), Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (2015), dan yang teranyar adalah novel berjudul O, yang diterbitkan Maret 2016 yang lalu. Eka Kurniawan dapat dijumpai pada website pribadinya, ekakurniawan.com.

#23TWEETS
1. Lelaki Harimau, Eka Kurniawan, merupakan novel pertama penulis Indonesia yang masuk nominasi Man Booker International Prize. #AngkringanBuku

2. #LelakiHarimau diterjemahkan ke Bahasa Itali Februari 2015, baru menyusul Ingris, Perancis, dan Jerman pada September. #AngkringanBuku

3. Bayangan #EkaKurniawan, novelnya yang diterjemahkan dan diterbitkan New Direstions (@NewDirections) akan serupa buku-buku Pustaka Jaya tahun 80-an. #AngkringanBuku

4. #EkaKurniawan sedikit terkejut ketika The New York Times (@nytimes) membahas dan menerbitkan artikel tentang Beauty Is A Wound dan Man Tiger. #AngkringanBuku

5. #EkaKurniawan mendapat penghasilan yang lebih besar di luar negeri. Cantik Itu Luka di Amerika dibanderol sekitar 300rb-an. #AngkringanBuku

6. #EkaKurniawan memaparkan bahwa karya penulis Indonesia bisa go international bila penulis berani mencoba melakukannya. #AngkringanBuku

7. Pembaca #EkaKurniawan di luar negeri sering menanyakan terkait 2 hal: yang pertama, kenapa butuh 13th avaliable di sini. #AngkringanBuku

8. Yang ke dua adalah favorit #EkaKurniawan, terkait teknis dan isi buku. “Kenapa kamu bisa kepikiran. Bangkit dari kubur?” #AngkringanBuku

9. #EkaKurniawan menuturkan bahwa sebuah novel bisa jadi gerbang banyak hal, sosial politik buku silat dan horor misalnya. #AngkringanBuku

10. Gagasan untuk menerjemahkan novel, muncul ketika pada 2008 Ben Anderson mengunjungi dan meminta novelnya diterjemahkan. #AngkringanBuku

11. Akhir 2011 #EkaKurniawan bertemu dengan Tariq Ali, Verso Books (@VersoBooks), yang membawa pesan dari #BenAnderson terkait penerjemahan. #AngkringanBuku

12. #EkaKurniawan dan Mira (editornya) setuju untuk menerjemahkan #LelakiHarimau dengan pertimbangan ketebalan dan biaya. #AngkringanBuku

13. Awal 2012 Annie Tucker menerjemahkan #CantikItuLuka. #EkaKurniawan setuju untuk melanjutkannya, dengan 2 syarat. #AngkringanBuku

14. Yang pertama, harus diselesaikan. Yang kedua, terjemahan harus ditawarkan ke luar negeri. @NewDirection mengontraknya. #AngkringanBuku

15. Sebagai penulis dan penikmat buku #EkaKurniawan menerangkan, penerjemahan Sastra Eropa ke Indonesia sangatlah penting. #AngkringanBuku

16. #EkaKurniawan memaparkan beberapa tahun terakhir peraih Nobel menjadi sangat terkenal, karena novelnya diterjemahkan. #AngkringanBuku

17. #EkaKurniawan mengaku, dulu ketika waktunya belum sepadat saat ini. Ia sering menerjemahkan karya-karya penulis luar. #AngkringanBuku

18. #EkaKurniawan menulis tanpa outline, mengalir begitu saja. Seringkali memang ceritanya berjalan kemana-mana. #AngkringanBuku

19. Ketika karyanya sampai pada titik tidak bisa dibawa kemana-mana lagi, barulah #EkaKurniawan mengedit dan menulis ulang. #AngkrinanBuku

20. Dalam menulis cerpen #EkaKurniawan menggunakan metode yang sama, walau prosesnya tidak semenderita menulis novel. #AngkringanBuku

21. Novel O ditulis maraton dalam rentan waktu yang sama dengan tahun terbitnya, meskipun idenya muncul pada 2008 silam. #AngkringanBuku

22. Ketika menulis #EkaKurniawan bisa menghabiskan 5 sampai 8 jam/hari. Istirahat 2 hingga 7 hari, agar iramanya terjaga. #AngkringanBuku

23. #EkaKurniawan sering menulis naskah skenario. Itu bermula sejak ia pindah ke Jakarta; dan telah menerbitkan 2 novel. #AngkringanBuku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan