-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Angkringan Buku – Aku dan Buku #2 | Yogyakarta

Kamis, 6 Oktober 2016, IndonesiaBuku meluncurkan buku Aku dan Buku #2: Perempuan-perempuan yang mencintai buku. Secara umum, buku ini mengisahkan persentuhan para perempuan dengan buku. Acara yang bertempat di Foodpark Lembah UGM ini merupakan satu dari serangkaian acara Kampung Buku Jogja. Launching buku ini menghadirkan tiga pembicara; Prima Sulistya, Diana AV Sasa, dan Ale Siregar.

#23TWEETS
1. (10/6) IndonesiaBuku (@IndonesiaBuku) meluncurkan Aku dan Buku #2: Perempuan-perempuan yang mencintai buku. #AngkringanBuku

2. Pembicara yang akan membedah buku ini adalah Diana AV Sasa (@Dianasasa), Prima Sulistya (@prima_sulistya), dan Ale Siregar (@is_siregar). #AngkringanBuku

3. Kata @Dianasasa, “buku ini memotret seseorang dari buku apa sih yang dibaca, sehingga orang ini jadi kayak gitu.” #AngkringanBuku

4. @Dianasasa berkomentar, “ternyata seseorang yang punya satu keistimewaan dalam laku hidupnya, selalu punya satu titik dia bersentuhan dengan buku.” #AngkringanBuku

5. Pemerintah bilang minat baca rendah, @Dianasasa tidak setuju dengan itu, karena yang rendah itu akses terhadap bacaan. #AngkringanBuku

6. @Dianasasa berharap ketika orang-orang membaca ini, kalau ingin jadi seperti (orang) itu memang mesti bersentuhan dengan buku. #AngkringanBuku

7. @Dianasasa berharap dengan sumbangsih buku ini, yang ternyata mereka ini bisa menjadi seperti itu karena bersentuhan dengan buku, bisa menular. #AngkringanBuku

8. Kata @Dianasasa, overall buku ini sudah bagus, cuma ketika transkrip itu ditangkap penulis, kemudian ditulis ulang, kadang ada yang kurang pas. #AngkringanBuku

9. @prima_sulistya membaca (buku) ini sebagai dokumen, untuk melihat latar belakang pertemuan orang-orang dengan buku seperti apa. #AngkringanBuku

10. Buku yang didaulat sebagai buku yang paling berpengaruh dalam hidupnya itu, kemudian berpengaruh seberapa banyak ketika dewasa. @prima_sulistya #AngkringanBuku

11. Ketika perempuan bersinggungan dengan buku itu agak dibesar-besarkan, jadi seakan-akan dunia buku itu dunia laki-laki. @prima_sulistya #AngkringanBuku

12. Paradoks dengan kenyataan, kebanyakan orang ketika kecil bersinggungan dengan literasi itu sebenarnya lewat ibu. @prima_sulistya #AngkringanBuku

13. Kita menyaksikan sendiri sehari-hari mereka (perempuan) sangat dekat dengan itu, justru laki-laki yang tidak. @prima_sulistya #AngkringanBuku

14. Jadi paradoks, satu sisi kalau perempuan nulis/ baca, rasanya “wah”, tapi sebenarnya di rumah ibu-ibu atau perempuan baca terus. @prima_sulistya #AngkringanBuku

15. Perempuan dengan sastra itu bersinggungan, bahkan bisa dibilang perempuan itu adalah sastra. @prima_sulistya #AngkringanBuku

16. Kata @prima_sulistya, “kekurangan dalam buku ini adalah tidak adanya keterangan orang-orang yang ditulis ini lahir di tahun berapa.” #AngkringanBuku

17. Menurut @prima_sulistya, buku ini akan lebih menarik jika fokusnya adalah “bagaimana kamu suka sama buku”. #AngkringanBuku

18. @prima_sulistya menggangap buku ini menarik dan seharusnya ada yang menindaklanjuti dokumen seperti ini menjadi karya yang lebih serius. #AngkringanBuku

19. Tahunya Ale Siregar (@is_siregar), sebagai lelaki, perempuan itu ya ke mall, belanja, makan. #AngkringanBuku

20. Setidaknya dengan buku ini @is_siregar tahu bahwa ternyata perempuan itu baca buku hebat. #AngkringanBuku

21. Ibu adalah sekolah yang pertama, artinya ibu lah yang menanamkan nilai-nilai pertama kepada anaknya. @is_siregar #AngkringanBuku

22. @is_siregar yakin kalau perempuan yang ditulis di buku inilah yang akan melahirkan Pram-pram yang baru. #AngkringanBuku

23. Mereka (perempuan yang ditulis di dalam buku ini) begitu banyak membaca buku dan buku begitu terlibat dalam hidup mereka. @is_siregar #AngkringanBuku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan