-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Buku Pertamaku – Aristayanu Bagus Setiawan | Yogyakarta

Aristayanu Bagus Setiawan lahir di Jombang, 19 Januari 1997. Pria yang akrab diceluk Aye ini sedang menjalani masa cuti kuliah. Persentuhannya dengan buku, bermula dari bacaan-bacaan rohani sampai karya sastra. Aye percaya bahwa “Membaca buku bukanlah hal yang haram dan menulis bukanlah hal yang berdosa.”

#23TWEETS
1. Aristayanu Bagus Setiawan (@aristayanu) lahir di Jombang, 19 Januari 1997. Saat ini menjadi mahasiswa non-aktif di Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Stiper Yogyakarta (@si_instiper). #BukuPertamaku

2. Sewaktu kecil, @aristayanu suka membaca Al Kitab yang ada gambarnya. “Dimulai dari yang ada gambarnya, itukan seru.” #BukuPertamaku

3. @aristayanu teringat buku karya Bambang Noorsena (@KPSAdiningrat), Renungan Ziarah ke Tanah Suci. Itu buku pertama yang dibelikan orang tuanya. #BukuPertamaku

4. Dari buku #RenunganZiarahkeTanahSuci, @aristayanu bisa tahu bagaimana keadaan orang-orang Nasrani di tanah suci. #BukuPertamaku

5. @aristayanu juga sempat membaca Dilan 1990. Buku ini memotivasinya untuk menjadi asyik dengan perempuan. @pidibaiq #BukuPertamaku

6. Trik Dilan perlu dicoba dan diimplementasikan di dunia nyata. Ternyata itu bukan trik murahan meskipun dengan biaya yang murah.#BukuPertamaku

7. @aristayanu juga membaca Para Pelacurku yang Sendu karya Gabrieal Garcia Marquez (@G_GarciaMarquez). Menceritakan lelaki tua yang menikmati perempuan muda. #BukuPertamaku

8. Kalimat yang menyangkut di otak @aristayanu. “Kalau kamu ingin pipis, buang air kencingmu di bagian yang kering di wc.” #BukuPertamaku

9. @aristayanu juga membaca Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo. Buku yang membuatnya memahami budaya Jawa dan Eropa. #BukuPertamaku

10. @aristayanu juga membaca Mazmur dari Timur karya Aditya Ardi N (@aan_sick). Katanya, “banyak sekali yang dapat diambil dari antologi puisi tersebut.” #BukuPertamaku

11. Karena @aan_sick menulis epik, “dia banyak bercerita tentang pengalaman menulis epik,” kata @aristayanu. #BukuPertamaku

12. “Jika menulis epik, pasti ada sesuatu hal yang menjadi tanda tanya besar ketika menulis itu.” #BukuPertamaku @aristayanu

14. @aristayanu tergabung dalam tim kepenulisan buku Aku dan Buku 3. @radiobuku #BukuPertamaku

15. Itu merupakan pengalaman pertama @aristayanu dalam menulis secara serius. Karya tulisnya bisa dinikmati dalam bentuk buku. #BukuPertamaku

16. Ketika menulis buku, @aristayanu baru tahu disiplin ilmunya menulis itu seperti ini dan nggak bisa sembarangan. #BukuPertamaku

17. Selama aktif di Radio Buku (@RadioBuku), @aristayanu mengaku mendapat wifi gratis, kopi gratis. Tapi yang paling penting belajar menulis dan editing. #BukuPertamaku

18. @aristayanu kemarin menulis tentang Tetus Bekai dan Yetti Aka (@yettiaka). #BukuPertamaku

19. @aristayanu pertama kali menulis waktu di TK. Tapi kalau serius baru di @radiobuku. #BukuPertamaku

20. Saat ini @aristayanu sedang membaca tentang UU ITE. “Teman-teman bisa tahu bagaimana tips dan triknya buat tetap sejalur dengan UU ITE.” #BukuPertamaku

21. Banyak sekali ilmu yang @aristayanu dapatkan di @radiobuku. Bukan hanya tentang menulis, tapi tentang pengarsipan, dan tentang membuat kopi. #BukuPertamaku

22. @aristayanu lebih ingin menyelamatkan buku daripada membaca buku. #BukuPertamaku

23. @aristayanu memberi pesan pada Booklovers bahwa membaca buku bukanlah hal yang haram, menulis bukanlah hal yang berdosa. #BukuPertamaku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan