-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Buku Pertamaku – Prima Hidayah | Yogyakarta

Prima Hidayah lahir di Blambangan (sekarang Probolinggo). Ia adalah volunteer Radio Buku Batch #3 dan kini masih berkuliah di Jurusan Filsafat Universitas Gajah Mada. Buku pertama yang berkesan bagi Prima adalah Aki karya Idrus. Penulis yang mengesankan bagi Prima adalah Seno Gumira Ajidarma, Remy Silado, dan Korrie Layun Rampan. Ia juga menyukai puisi, seperti yang ditulis oleh Indonesia O’Galelano, Hamsad Rangkuti, dan Gus Mus. Selepas membaca skripsi Eka Kurniawan, Prima mulai berkeinginan belajar sejarah dari hal-hal yang ada di dekatnya. Selama Prima belum bisa mengkritik Muhidin M. Dahlan, ia bertekad untuk terus berada di Radio Buku.

#23TWEETS
1. Prima Hidayah, lahir di Blambangan sekarang Probolinggo. #BukuPeratamaku

2. Ketika SMA #PrimaHidayah menemukan buku tipis di perpustakaan sekolahnya. #BukuPertamaku

3. Buku pertama yang berkesan bagi #PrimaHidayah adalah karya Idrus berjudul Aki yang ia temukan di perpustakaan SMA. #BukuPertamaku

4. Setelah itu #PrimaHidayah kenal Raditya Dika, Dewi Lestari, hingga akhirnya Seno Gumira Ajidarma. #BukuPertamaku

5. Buku Seno paling mengesankan adalah Kitab Omong Kosong, bercerita selepas Rama menyelamatkan Shinta. #PrimaHidayah #BukuPertamaku

6. Selain itu, penulis yang mengesankan bagi #PrimaHidayah ialah Remy Silado, ia bilang “risetnya menakutkan!” #BukuPertamaku

7. Selain itu, #PrimaHidayah juga suka puisi. Diantaranya ada Indonesia O’Galelano, Hamsad Rangkuti, Gus Mus. #BukuPertamaku

8. #PrimaHidayah juga menyukai Korrie Layun Rampan yang menulis sastra angkatan 2000. #BukuPertamaku

9. Penulis luar negeri, #PrimaHidayah kini sedang membaca Haruki Murakami. Kafka On The Shore dan Norwegian Wood adalah salah dua novel Murakami yang telah ia baca. #BukuPertamaku

10. “Kapan saya mulai menulis, saat saya bisa baca, jadi sekitar kelas dua SD,” celetuk #PrimaHidayah. #BukuPertamaku

11. Saat kelas dua SMA, #PrimaHidayah pernah menulis puisi, disuruh oleh gurunya bernama Bu Siti. #BukuPertamaku

12. Dalam kepenulisan buku #Batch3, #PrimaHidayah sempat menulis dua esai, yang satunya pernah ditolak oleh editor. #BukuPertamaku

13. Kesulitan menulis esai bagi #PrimaHidayah, relatif tidak ada. Efektifitas adalah salah satu hal yang berhasil dipelajarinya. #BukuPertamaku

14. “Selalu berkonteks dalam menulis” pesan #PrimaHidayah. #BukuPertamaku

15. “Selain itu, yang bisa dikontekskan adalah hidup. Berkehidupan adalah salah satu hal yang bisa dikontekskan.” #PrimaHidayah #BukuPertamaku

16. #PrimaHidayah juga menulis esai tambahan yang tak selesai ditulis seorang kawannya. #BukuPertamaku

17. Bersama temannya Taufan Sugandhi, #PrimaHidayah mengawali membaca buku nonfiksi. Karena, sejak SMA Ia hanya membaca buku-buku fiksi. #BukuPertamaku

18. Salah satu alasan #PrimaHidayah ingin belajar sejarah adalah ketika membuka skripsi Eka Kurniawan ada kata-kata Gabo, “jangan jadi ahistoris”. #BukuPertamaku

19. #PrimaHidayah mengatakan, mulailah dengan sejarah paling dekat dengan kita. Misal siapa orang-orang di gambar uang kita. #BukuPertamaku

20. Kesan #PrimaHidayah, “banyak orang hebat, banyak orang yang enggak kekejar.” #BukuPertamaku

21. “Selama saya belum bisa mengkritik Muhidin M Dahlan, saya terus di sini.” #PrimaHidayah #BukuPertamaku

22. Ketika ia bisa lontarkan, “Ini tulisanmu jelek, ini apa?” kepada Gus Muh, disaat itulah ia bisa meninggalkan @radiobuku. #BukuPertamaku

23. Kesibukkan #PrimaHidayah tiap hari adalah berkuliah di Fakultas Filsafat UGM. #BukuPertamaku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan