-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Buku Pertamaku – Dodit Sulaksono (Tokohitam) | Yogyakarta

Dodit Sulaksono, pemilik Tokohitam, adalah pedagang buku lawas yang sudah 10 tahun menekuni bidang tersebut. Ia mengawali usaha dengan menjual buku secara online di sebuah milis pasar buku. Kebanyakan buku yang ia jual adalah sastra, sejarah, dan politik yang pada masa orde baru buku-buku tersebut dilarang. Saat kecil, ia menyukai Buku Seri Pustaka Jaya: Seri mitologi Yunani dan seri pahlawan, Majalah Bobo, dan Serial Lima Sekawan. Selain itu. ia juga menyukai Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer dan karya-karya George Orwell.

#23TWEETS
1. Dodit Sulaksono adalah pedagang buku lawas dan sudah 10 tahun menekuni dunia buku. Kebanyakan bukunya sastra, sejarah, dan poltik. #BukuPertamaku

2. Awalnya #DoditSulaksono jadi volunteer di gudang pengepul kertas. Di sana bertemu orang-orang yang mengumpulkan buku untuk dijual lagi. #BukuPertamaku

3. Saat tahu orang-orang itu punya buku-buku Pram dan Tan yang sulit didapat, #DoditSulaksono datang dan nongkrong di kios mereka hampir tiap hari. #BukuPertamaku

4. Bingung buku yang sudah ia baca mau diapakan, #DoditSulaksono coba menjual buku-buku itu di internet, lalu menemukan milis Pasar Buku. #BukuPertamaku

5. Pedagang, penulis, dan penerbit memasarkan buku di milis itu. #DoditSulaksono lalu sering berburu buku dan memuat daftarnya ke milis itu. #BukuPertamaku

6. Dulu tinggal di Malang, lalu 2011 ke Jakarta karena menikah. Kini #DoditSulaksono berencana pindah ke Jogja dan membuka toko buku lawas. #BukuPertamaku

7. #DoditSulaksono nyaris tidak pernah mendapatkan teguran dari pihak berwajib karena saat itu belum ada pengawasan perdagangan online. #BukuPertamaku

8. Arus Balik-nya Pram adalah buku yang membuat #DoditSulaksono tertantang dan bersemangat membaca buku-buku sejarah. #BukuPertamaku

9. Umur 5 tahun #DoditSulaksono sering ke perpustakaan sekolah ibunya. Ia suka buku seri Pustaka Jaya: Seri mitologi Yunani dan seri pahlawan. #BukuPertamaku

10. #DoditSulaksono suka Majalah Bobo dan Serial Lima Sekawan. Ia sampai praktik mendirikan tenda dan berburu harta karun dengan teman-teman. #BukuPertamaku

11. #DoditSulaksono tidak terlalu suka komik, tapi ia suka sekali cerita komik Hengky. Sementara gambar, sebenarnya tidak begitu menarik. #BukuPertamaku

12. Pangsa pasar terbesar #DoditSulaksono adalah dari Jakarta, yaitu hampir 80%. Jarang yang dari luar Jawa. #BukuPertamaku

13. Sewaktu masih di milis belum ada kamera handphone, jadi kondisi buku hanya ditulis, tidak difoto. Meyakinkan pembeli lebih susah. #DoditSulaksono #BukuPertamaku

14. Tapi berdasar pengalaman, orang yang mencintai buku cenderung tidak peduli dengan itu. Kepercayaan datang dari pembeli buku. #DoditSulaksono #BukuPertamaku

15. Arus Balik membuat kita berpikir sebaliknya dengan yang kita tahu. Kita jadi mencari lagi buku yang menguatkan pikiran kita sebelumnya. #DoditSulaksono #BukuPertamaku

16. Yang tahu harus menyebarluaskan, bukan menyimpan. Kalau dijual, berhenti di satu orang. Maka saat dapat bagus, didokumentasikan, baru disebar. #DoditSulaksono #BukuPertamaku

17. Selepas kuliah #DoditSulaksono pernah ingin menulis, tapi sadar tidak punya kemampuan. Namun ia masih menulis, meski tidak disebarluaskan. Kebanyakan esai. #BukuPertamaku

18. #DoditSulaksono tidak suka Soeharto. Itu zaman kegelapan karena hampir semua pengetahuan, terutama sejarah tidak disebarluaskan, ditutupi. #BukuPertamaku

19. Ada usaha pembodohan generasi muda. Di era itu dunia mahasiswa begitu ketat pembatasan terhadap akses buku. #DoditSulaksono #BukuPertamaku

20. Pada masa itu bahkan membaca Pram atau Tan Malaka hanya bisa dalam bentuk fotokopian dan harus sembunyi-sembunyi. #DoditSulaksono #BukuPertamaku

21. Karena menjual buku-buku yang susah didapatkan saat itu, nama Tokohitam menyimbolkan kita pernah punya masa gelap. #DoditSulaksono #BukuPertamaku

22. #DoditSulaksono suka karya-karya George Orwell. “Siapa menguasai masa lampau menguasai sekarang. Yang menguasai sekarang, akan menguasai masa depan.” #BukuPertamaku

23. “Booklovers yang mencari literatur lawas, jangan mudah menyerah. Suka instan itu kemunduran. Kalau mencari intens akan dapat lebih.” Ujar #DoditSulaksono. #BukuPertamaku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan