-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Buku Pertamaku – Azhar Ibrahim Alwee | Yogyakarta

Azhar Ibrahim Alwee adalah dosen studi Malaysia-Indonesia di National University of Singapore. Saat ini ia telah menghasilkan karya, seperti Bahasa dan Tantangan Intelektualisme, Cendekiawan Melayu Penyuluh Emansipasi, dan Menyanggah Belenggu: Kerancuan fikiran masakini. Azhar menyukai karya sastra bernuansa perlawanan dan emansipatoris, seperti Gadis Pantai karya Pram. Selain itu, Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis dan Menjenguk Tuhan karya Ahmad Tohari adalah dua karya yang menyentuhnya. Lima buku yang berpengaruh adalah Tajus Salatin; Ranjau Sepanjang Jalan karya Shahnon Ahmad; Macbeth karya Shakespeare; Muqadimmah karya Ibnu Khaldun; juga karya-karya puisi Chairil Anwar, Usman Awang, Mohamed Latiff Mohamed, W. S. Rendra, dan Widji Thukul.

#23TWEETS
1. Azhar Ibrahim Alwee, dosen studi Malaysia-Indonesia di National University of Singapore (@NUSingapore), mengajar sastra Indonesia, melayu,klasik dan pembangunan masyarakat. #BukuPertamaku

2. #AzharIbrahim sangat menyenangi karya sastra bernuansa perlawanan dan emansipatoris. #BukuPertamaku

3. Selama S1 dan S2, #AzharIbrahim merasa tertinggal. Cara membaca karya begitu formalistik, sehingga mengekang pemahaman kekritisan. #BukuPertamaku

4. Gadis Pantai karya Pram menyentuh karena merupakan perlawanan terhadap feodalisme. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

5. Kritik terhadap islam tradisional, patriarki, dan dibungkus sekaligus feodalisme. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

6. Naratif Pram sangat baik membuat anak berpikir secara historis dan sosiologis. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

7. Penerapan konsep gagasan Pram sangat jelas mengangkat feodalisme Jawa dan priyayi islam yang bersekongkol dengan kolonial. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

8. “Saat tak ada yang membicarakan rakyat terlantar, sastrawanlah yang bicara.” #AzharIbrahim #BukuPertamaku

9. Meski sempat diharamkan di Indonesia, karya Pram menjadi kajian wajib di Singapura sejak dulu. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

10. Kemudian #AzharIbrahim sangat tersentuh oleh novel Robohnya Surau Kami karya A. A. Navis. #BukuPertamaku

11. Dua cerita: kakek tua yang alim dan seorang pencerita aneh, tentang Haji Saleh dan kawan-kawan, yang menantikan masuk surga. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

12. Haji Saleh orang alim, tapi tak peduli kepada kehidupan sosial. Sehingga masuk neraka. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

13. Menjenguk Tuhan karya Ahmad Tohari, juga menjadi bacaan menarik. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

14. Para penulis bicara masyarakat, tapi masyarakat tak memanfaatkannya. Sastra menguatkan bahasa, jadi harus bisa berdiri sendiri. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

15. Buku yang berpengaruh: 1. Tajus Salatin, bercerita melawan feodalisme. Hak raja memerintah karena adil. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

16. Ranjau Sepanjang Jalan karya Shahnon Ahmad. Bercerita pemihakkan terhadap rakyat melayu yang miskin. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

17. Buku ketiga: Machbeth karya Shakespeare, bercerita persoalan moral yang universal. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

18. Muqaddimah, Ibnu Khaldun, orang pertama mengkaji peradaban pada abad ke-14. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

19. Kelima adalah puisi. Puisi adalah gerbang menuju sastra: Chairil Anwar, Usman Awang, Mohamed Latiff Mohamed, Rendra, dan Widji Thukul. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

20. Puisi Widji Thukul jadi bacaan wajib di Singapura. Rencana akan diadakan forum Widji Thukul. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

21. Forum tersebut akan mendatangkan pemuda-pemuda asal Jogja. Salah satunya Fajar, anak Widji Thukul. #AzharIbrahim #BukuPertamaku

22. Buku yang ditulis #AzharIbrahim: Bahasa dan Tantangan Intelektualisme, Cendekiawan Melayu Penyuluh Emansipasi, Menyanggah Belenggu: Kerancuan Fikiran Masakini, dan lain-lain. #BukuPertamaku

23. “Sastra harus menimbulkan empatik dan keberpihakkan. Pekerja budaya merupakan kerja nabi.” #AzharIbrahim #BukuPertamaku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan