-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Angkringan Buku – Saut Situmorang Bagian 1 | Yogyakarta

Acara Jual Buku Sastra (JBS) mendatangkan beberapa penulis dan menghadirkan karya-karyanya guna kebutuhan pameran dan pendistiribusian kepada masyarakat karena tidak semua karya dari penulis mampu menembus toko-toko buku. Dalam acara ini hadir Saut Situmorang. Ia menghadiri acara tersebut dengan misi sama yaitu menjadi pembicara sekaligus mengklarifikasi skandal sastranya.

#23TWEETS
1. Saut Situmorang (@AngrySipelebegu) menjalani masa SMA di Jogja, namun ia belum jatuh cinta dengan dunia kesusastraan. Ia tidak berhasil kuliah di Jogja sehingga kembali ke Medan. #AngkringanBuku

2. @AngrySipelebegu kembali ke Medan untuk menempuh kuliah Jurusan Sastra. Setelahnya ia melanjutkan kuliah di New Zealand. #AngkringanBuku

3. @AngrySipelebegu memulai kesusastraannya melalui cerpen, setelahnya menjadi seorang penyair melalui proses di New Zealand. #AngkringanBuku

4. Menulis cerpen adalah awal perjalanan kesusastraan dan karyanya diterbitkan di Horizon namun setelah lulus ia lebih condong ke puisi. @AngrySipelebegu #AngkringanBuku

5. Di barat, ada dua dunia untuk puisi yaitu dunia jalanan dan dunia pendidikan. @AngrySipelebegu terlibat di keduanya. #AngkringanBuku

6. “Puisi dan cerpen yang dibuat sebenarnya bisa disebut esai karena banyak main-main atau intertekstualitas,” kata @AngrySipelebegu. #AngkringanBuku

7. @AngrySipelebegu sempat dianggap plagiat karena sering memainkan sajak-sajak dari W.S Rendra, padahal yang diterapkan adalah intertekstualitas. #AngkringanBuku

8. @AngrySipelebegu berkeinginan menulis puisi tentang sosok ibunya sendiri, karena baginya otobiografi adalah penting. #AngkringanBuku

9. Dalam acara @Jualbukusastra, @AngrySipelebegu mengklarifikasi bagaimana kasusnya terjadi dan bagaimana petisi tentang 33 tokoh sastra yang berpengaruh. #AngkringanBuku

10. Isi dari petisi itu dibuat dengan proses perdebatan yang panjang dan alot antara @AngrySipelebegu dan Prof. Faruk dalam penyusunan diksi petisi. #AngkringanBuku

11. Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh dan kriminalisasi sastra dibuat untuk menjawab kasus dari @AngrySipelebegu. #AngkringanBuku

12. Menurut TS. Pinang, petisi yang dibuat oleh @AngrySipelebegu harusnya berada di depan sehingga struktur bukunya menjadi runtut. #AngkringanBuku

13. Menurut @AngrySipelebegu sosok ibu sangat penting dan ia sangat menghargai wanita, bukan hanya ibunya. #AngkringanBuku

14. “Jika membaca puisi saya dengan hati-hati, di situ mayoritas bercerita narator yang ditinggalkan. Tapi di sana tidak ada kutukan.” @AngrySipelebegu #AngkringanBuku

15. @AngrySipelebegu sangat menyukai sejarah sehingga ia mampu menguraikan di dalam cerpen mengenai asal-usul marganya. #AngkringanBuku

16. @AngrySipelebegu mengawali jatuh cintanya pada puisi setelah melihat W. S. Rendra membaca puisi di Medan. #AngkringanBuku

17. Namun @AngrySipelebegu benar-benar mulai mendalami puisi setelah berada di New Zealand karena disana ia melakukan studi. #AngkringanBuku

18. @AngrySipelebegu sering memamerkan kecerdasan lewat karya, baik puisi sampai esai, karena banyaknya sumber yang dimiliki. #AngkringanBuku

19. Dalam cerpennya, @AngrySipelebegu memadukan bahasa puisi bersama bahasa cerpen, dan dapat ditemui di buku Khotbah Hari Minggu. #AngkringanBuku

20. Mikael Johani pernah membuat kaget @AngrySipelebegu karena mampu membaca puisinya yang kaya akan sumber terkait. #AngkringanBuku

21. @AngrySipelebegu tidak pernah membuat cerpen gaya baru, semua cerpennya dibuat sebelum pergi ke New Zealand. #AngkringanBuku

22. Gaya menulis @AngrySipelebegu dipengaruhi saat menjalani kuliah di perantauan, karena disana dipengaruhi oleh dua dunia yang berbeda. #AngkringanBuku.

23. Dalam puisi-puisi @AngrySipelebegu, kita mampu melihat bagaimana dan apa saja jejak bacaannya melalui catatan kaki dan bahasa. #AngkringanBuku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan