-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Angkringan Buku – Dea Anugrah (Bakat Menggonggong) Bagian 1 | Yogyakarta

Acara bincang buku yang dilaksanakan pada tanggal 3 September 2016 di Angkringan Mojok membincangkan buku karangan sastrawan muda, Dea Anugrah.

Acara tersebut diramaikan dengan hadirnya Rozi Kembara seorang penulis sekaligus seorang teman dekat dari sang sastrawan muda dan Irwan Bajang sang kepala suku Indie Book Corner untuk mengarahkan alur diskusi. Acara bincang tersebut di siarkan streaming oleh radiobuku.com dengan nama program #AngkringanBuku.

Buku karangan Dea Anugrah tersebut diberi judul Bakat Menggonggong. Keseruan diskusi buku disebabkan karena yang dibahas tidak hanya berkisar tentang buku, tetapi juga membahas personal penulis dan proses kreatifnya sehingga dapat menciptakan karya prosa tersebut.

#23TWEETS
1. Irwan Bajang (@Irwanbajang) membuka diskusi peluncuran buku Dea Anugrah (@wildwestraven) dengan menyebutkan tiga karangannya berupa prosa dan puisi. #AngkringanBuku

2. @wildwestraven sudah menerbitkan tiga judul buku yaitu Bakat Menggonggong, Misa Arwah dan Penyair (itu) Bodoh. #AngkringanBuku

3. Rozi Kembara (@rozikembara): @wildwestraven dan satu temannya di tahun 2011 membuat grup bernama Rawa-rawa yang sering merepotkan @Irwanbajang. #AngringanBuku

4. Proses kreatif @wildwestraven dimulai sebelum pindah ke Jakarta sebagai penyair dan dikenal sebagai ‘Saut Kecil’. #AngringanBuku

5. @rozikembara: Puisi Indonesia mayoritas liris dan serius tetapi @wildwestraven bisa memasukan sisi humor dalam puisinya. #AngkringanBuku

6. Motif @wildwestraven dalam menulis cerpen awalnya hanya untuk mengejek orang lewat tulisan kata @rozikembara. #AngringanBuku

7. “@wildwestraven mulai menulis cerpen tahun 2011 dan mulai intens berkarya lewat cerpen ketika sudah di Jakarta,” @rozikembara. #AngkringanBuku

8. Puisi-puisi @wildwestraven cenderung sublim, kasunyatan dan saleh tetapi menurut @rozikembara cerpen-cerpennya cenderung konyol. @irwanbajang #AngkringanBuku

9. Cerpen menurut @wildwestraven dapat bermain-main lebih besar tetapi puisi lebih serius dan sulit untuk bermain-main di ruang puisi. #AngkringanBuku

10. @wildwestraven menulis buku Misa Arwah karena menyukai bacaan seperti puisi Goenawan Mohamad (@gm_gm) dan Subagio. #AngkringanBuku

11. @wildwestraven: Bukan persoalan puisi lebih serius dan cerpen lebih encer, tetapi bagaimana menulis dengan usaha yang baik. #AngkringanBuku

12. Pengaruh pengarang lain dalam cerpen @wildwestraven dapat tersamarkan karena kemampuannya, walaupun masih terasa beberapa. #AngkringanBuku

13. “@wildwestraven mempunyai kemampuan yang cepat dalam meniru corak cerpen yang dibacanya, peniru yang terampil,” kata @rozikembara. #AngkringanBuku

14. “Bagaimana tentang banyak komentar cerpen @wildwestraven yang mirip karya A. S. Laksana (@aslaksana) dan Yusi Avianto?” tanya @Irwanbajang. #AngkringanBuku

15. @wildwestraven banyak belajar teknik penulisan cerpen dan mengoreksi tulisannya dengan Irwat dan Yusi Avianto di Jakarta karena sering bergaul sehari-hari. #AngkringanBuku

16. @wildwestraven membaca cerpen karya @aslaksana tahun 2011 karena direkomendasikan @Jualbukusastra dan disarankan membeli. #AngkringanBuku

17. “Dalam puisi dan prosa urusan penulis itu dengan kalimat, walaupun puisi sering diberi tipografi yang kalimatnya belum selesai, tetap saja terbaca sentuhannya sebagai kalimat.” @wilswestraven #AngkringanBuku

18. @wildwestraven menyikapi prosa dan puisi berbeda, puisi mengejar kepadatannya sedangkan prosa ketepatan kalimat dalam deskripsi. #AngkringanBuku

19. @Irwanbajang melihat @wildwestraven sebagai penyair, prosais cerpen dan jurnalis di Tirto.id, sehingga puisi atau esainya terlihat seperti prosa. #AngkringanBuku

20. Latihan dasar menulis @wildwestraven adalah membuat puisi, sehingga ketika menulis prosa atau esai mengunakan cara kerja menulis puisi. #AngkringanBuku

21. “@wildwestraven mempunyai garis tegas ketika menulis puisi, prosa dan esai, sangat susah untuk seperti itu,” kata @rozikembara. #AngkringanBuku

22. @wildwestraven ketika ingin menulis puisi yang ideal maka membayangkan puisi Neruda tetapi dengan bentuk yang berbeda. #AngkringanBuku

23. @wildwestraven dalam menulis dipengaruhi karya-karya Hemingway, Borges dan Marquez. @Irwanbajang @rozikembara #AngkringanBuku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan