-->

Peristiwa Toggle

Di Era Gawai Ini Keluarga Berperan Pacu Minat Baca Anak

JAKARTA: Di tengah kegandrungan akan gawai, minat baca pada anak tetap dapat diupayakan. Sejumlah kalangan membuktikannya. Kuncinya, menyediakan bahan-bahan bacaan yang mudah dijangkau dan sesuai dengan minat anak-anak. Ketua Umum Yayasan Gemar Membaca Buku Indonesia Firdaus Oemar, sebagaimana dikabarkan Harian Kompas 27 Desember 2016, menuturkan, dua tahun belakangan yayasan ini mengadakan uji coba di dua desa (jorong) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Konsepnya mendorong keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak dapat mengembangkan kebiasaan membaca.

Ia menguraikan, target keluarga untuk menyelesaikan membaca buku 24 judul per tahun, masing-masing oleh ayah, ibu, dan tiga anak, bisa mulai berjalan. Buku bacaan yang diminati disediakan melalui perpustakaan keliling yang menjangkau hingga ke rumah tangga.

“Dengan sistem rotasi, buku-buku yang disediakan dibaca oleh masyarakat,” ujar Firdaus. Berdasarkan pengalamannya di Jorong Aie Batumbuak dan Jorong Jambu Saoklaweh, Firdaus menyimpulkan, keluarga tidak lagi pasif menunggu petugas mengantarkan buku ke rumah setiap dua minggu sekali.

Kebutuhan untuk membaca lebih cepat dari jadwal rotasi buku telah tumbuh sehingga mereka mulai membutuhkan stok buku yang tersedia di perpustakaan desa.

“Penumbuhan minat baca keluarga bisa jadi program desa/kelurahan. Hal ini bisa dibiayai dari APBD atau dana desa lainnya. Biayanya masih terjangkau. Namun, manfaatnya untuk mencerdaskan masyarakat melalui keluarga begitu dahsyat,” kata Firdaus.

Sejak dini, di tengah gandrungnya anak-anak pada gawai, kebiasaan membaca buku tetap dapat ditumbuhkan. Peran keluarga yang menciptakan lingkungan dan kebiasaan membaca sejak dini di rumah mampu membuat anak-anak generasi milenial tetap mencintai buku.

Pada November, 36 siswa SD perwakilan dari seluruh Indonesia terpilih menjadi peserta Konferensi Anak Indonesia 2016 yang digelar majalah Bobo. Tahun ini membahas tema pentingnya kebiasaan membaca bagi anak-anak.

Duta baca

Dalam pembukaan Konferensi Anak Indonesia 2016 bertema “Aku dan Jendela Dunia”, di Jakarta, peserta berdialog dengan duta baca, Najwa Shihab. Peserta juga berkunjung ke perpustakaan milik keluarga BJ Habibie (presiden ke-3 RI) dan membahasnya dengan Ilham Habibie, putra Habibie.

Peserta juga dibekali dengan pengetahuan teknik membaca efektif dan materi lain yang akan mengajak anak-anak memiliki bekal dalam “menularkan virus” baca sebagai duta baca cilik sepulangnya dari kegiatan ini.

Najwa mengatakan, peran keluarganya yang sejak dini memperkenalkan buku dan menyediakan berbagai buku bacaan pada anak-anak membuat dirinya suka buku sejak belum bisa membaca. “Faktor keluarga memang terbukti berperan penting menumbuhkan minat baca anak. Ini bisa dimulai dengan menyediakan buku-buku yang disukai anak,” kata Najwa.

Pengalaman keluarga

Nicole Lie, siswa kelas IV SD di Jayapura, Papua, jatuh cinta pada buku karena orangtuanya mengajak anak-anak untuk peduli pada anak-anak lain di daerah Papua yang tidak memiliki akses pada buku bacaan. Nicole diajak dalam kegiatan orangtuanya berbagi buku lewat rumah bacaan. “Tadinya anak saya tidak terlalu suka baca buku. Saat kami ajak ke Merauke buat rumah bacaan dan melihat antusiasme anak-anak lain membaca buku, dia jadi mulai suka baca buku,” ujar Mei Lie, ibu Nicole.

Sementara itu, Agus Jaya mengatakan, di rumahnya ada banyak buku, termasuk warisan dari ayahnya. Anak-anaknya terbiasa melihat buku dalam perpustakaan kecil di rumahnya. “Saat bersama anak berangkat ke sekolah, saya suka cerita. Saya buat dia penasaran, lalu menyuruh baca kelanjutannya dari buku yang ada di rumah,” ujar Agus.

Tak heran, anaknya, Dhifta, yang duduk kelas IV SD di Kota Bandung, suka membaca beragam buku, mulai dari soal sejarah, dongeng, hingga novel. Bahkan, Dhifta juga mulai menulis novel. “Saya mau jadi penulis nanti,” ujar Dhifta. Demikian dikabarkan harian Kompas edisi 27 Desember 2016, di halaman 11 dengan judul “Keluarga BerperanPacu Minat Baca Anak”.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan