-->

Peristiwa Toggle

Buku Jokowi Undercover: Diduga Ada Pihak yang Gerakkan Penulis

Sebagaimana dirilis KR (5/1/2017), polisi meyakini penulis buku Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono tidak bekerja sendiri dalam mengerjakan buku tersebut. Keyakinan ini didasari fakta, tersangka penyebaran fitnah yang kini ditahan di Bareskrim Polri itu, tidak memiliki kemampuan menulis yang bagus.

“Dia (tersangka Bambang) kemampuan menulisnya berantakan,” kata Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di Mabes Polri Jakarta.

Menurut Tito, melihat fakta tersebut pihaknya meragukan kemampuan tersangka Bambang dalam menulis bukunya yang cenderung mengandung unsur fitnah tersebut. “Karena itu, kita akan dalami siapa yang menggerakkan, siapa yang mengajari dia (menulis bukunya),” tegasnya.

Selain itu, setelah dilakukan pendalaman pemeriksaan sementara terhadap tersangka juga terungkap, metode penulisannya tidak mengikuti sistematika pelajaran terdidik seorang sarjana. Sekelas skripsi saja tidak. Oleh karena itu, akan kita lihat siapa di belakang dia. Kita akan usut,” ujar Tito.

Dalam upaya mengungkap kasus fitnah ini, Tito mengaku sudah memerintahkan tim dari Bareskrim untuk membedah buku Jokowi Undercover karya Bambang Tri Mulyono itu. “Untuk melihat fakta-faktanya di mana dalam dunia penulisan harus ada metodologi. Metodologinya harus ada data pendukung,” jelasnya.

Menurut Tito, dari hasil pemeriksaan, tulisan yang disampaikan tersangka dalam bukunya itu tidak didukung dokumen valid atau pun sumber yang bisa dipercaya. “Artinya dokumen, akta lahir, atau apa, atau sumber pertama orang yang mengetahui, tapi tidak ada,” ungkapnya. Saat diiwawancara penyidik, lanjut Tito, diperoleh kenyataan, kemampuan intelektual tersangka relatif menengah ke bawah. Demikian dikabarkan KR.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan