-->

Peristiwa Toggle

Buku Jokowi Undercover Dicetak ala Indie: 300 Eksemplar

Bambang Tri Mulyono mengaku mencetak buku Jokowi Undercover sebanyak 300 eksemplar. Penerbit buku tersebut belum diketahui karena tidak tercantum dalam buku. Kapolri Jenderal Tito Karnavian, sebagaimana dikabarkan Metrotvnews.com (6/1/2017), mengatakan buku Jokowi Undercover bukan karya akademik. Bambang diduga bekerja sendiri, menganalisis hingga mencetak buku. “Buku akademik itu jelas ada penerbit, editor, otobiografi penulis, substansinya mengalir dari satu bab ke bab lain. Kami tak melihat itu,” kata Tito di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tito mengatakan, judul dan isi buku berbeda. “Judulnya Jokowi Undercover, tetapi isinya kompilasi tulisan pendek yang topiknya bermacam-macam,” ujar Tito.

Menurut Tito, bila buku tersebut hasil kajian akademik tentu ada bukti primer dan bukti sekunder. Bukti primer bisa berupa data langsung berbentuk dokumen atau wawancara langsung saat peristiwa.

“Bukti sekunder dari orang lain yang menyatakan atau tulisan lain yang menyatakan atau analisa sendiri. Kalau suatu analisa didukung data primer itu kuat,” kata Tito.

Namun, Bambang menulis buku dengan referensi tidak jelas. Ia menyebut ada 20 referensi, tetapi tidak disebutkan di buku tersebut. Buku Jokowi Undercover juga tidak menyertakan catatan kaki.

“Tidak melalui metodologi penelitian yang sahih dan akuntabel. Cara penulisan kurang sistematis secara akademik, kesimpulan awal tidak ada. Bukti pendukung substansi tidak didukung data akurat,” tandas Tito. Demikian Metrotvnews.com mengabarkan.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan