-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Komunitas – Armada Pustaka (Polewali Mandar) | Yogyakarta

Armada Pustaka merupakan perpustakaan keliling yang ada di Sulawesi. Didirikan oleh Muhammad Ridwan Alimuddin sejak 2015. Pertama kali Armada Pustaka hanya memiliki satu perahu untuk mengunjungi banyak pulau kecil di Sulawesi. Namun dalam dua tahun terakhir, Armada Pustaka berkembang pesat dengan meluncurkan becak pustaka, motor pustaka, dan perpustakaan serta Museum Nusa Pustaka. Di tahun ketiganya ini, Ridwan berharap kelompoknya bisa lebih berkembang dengan memiliki sumber pendapatan yang pasti dan tata kelola administrasi perpustakaan yang baik.

1 Muhammad Ridwan Alimuddin adalah pendiri Armada Nusantara. Perpustakaan keliling dengan perahu, becak, dan motor di Sulawesi #Komunitas

2 Armada Pustaka berawal dari perahu pustaka yang merupakan perpustakaan terapung di Poliwali Mandar yang diibuat tahun 2015.#Komunitas

3 Perahu Pustaka dibuat selama satu bulan dengan dana awal Rp. 25.000.000 dari Irwan Nasuta. Diluncurkan dengan cara berlayar ke Makassar #Komunitas

4 Sampai di Makassar, Perahu Pustaka mendapat sambutan meriah. Banyak wartawan Jerman datang, kala itu jelang Frankfurt Bookfair #Komunitas

5 Setelah perahu, Ridwan menambah perpustakaanya dengan alat tranportasi lain; motor; dan becak. Sebab itulah dinamai Armada Pustaka #Komunitas

6 Banyak buku sumbangan yang dikirim, jumlahnya sampai empat ribu. Diletakkan di rumah mertua Ridwan. “Sampai gak muat rumah mertua.” #Komunitas

7 Ridwan membangun perpustakaan sekaligus museum di desanya bernama Nusa Pustaka. Selain buku berisi artefak perahu Sulawesi #Komunitas

8 Di Mandar, daerah kerajaan Balanipa, tradisi literasi cukup tinggi. 95 persen buku yang terbit di Sulawesi berasal dari daerah sana #Komunitas

9 “Meski kita aktif kegiatan literasi, ini prosesnya panjang ke belakang. Kita cuman melanjutkan tradisi literasi ini,” papar Ridwan #Komunitas

10 Di Pambuswang Armada Pustaka mendapat dukungan dari santri. Di sana lahir banyak ulama dengan tradisi literasi kitab kuning #Komunitas

11 Dalam tiga tahun terakhir Ridwan selalu mengadakan acara Perpustakaan Rakyat Sepekan di jalanan. Dari jam 3 sampai 6 sore #Komunitas

12 “Sebelumnya saya aktif menggeluti perahu dan menulis. Ini merupakan akumulasi pengalaman dan jaringan saya,” tutur Ridwan #Komunitas

13 Tujuan awal Perahu Pustaka adalah perpustakaan terapung di sungai seperti di Bangladesh. Tapi sungainya kecil jadi di laut saja #Komunitas

14 Perahu Pustaka mendatangi pulau-pulau kecil di daerah Sulawesi. Pelayaran paling jauh sampai pulau Kabaina, 600 km dari Mandar #Komunitas

15 Keluarga besar Armada Pustaka menjadi ikon literasi. Mereka mendatangi berbagai pulau untuk mengenalkan buku pada masyarakat #Komunitas

16 “Minat baca anak itu sangat tinggi. Yang terjadi akses ke buku baca yang rendah, bukan minat baca yang rendah.” #Komunitas

17 Armada Pustaka membawakan buku-buku menarik bagi anak yang tidak terdapat di desa. Karena LKS saja tidak menarik minat baca anak #Komunitas

18 Armada Pustaka juga mengadakan festival seni Seni Mandar. Festival terakhir soal pengolahan sampah untuk menjaga lingkungan #Komunitas

19 Menurut Ridwan kerja literasi untuk mengisi otak menjadi omong kosong jika tidak peduli terhadap lingkungan di wilayah praksis #Komunitas

20 Ridwan juga mengumpulkan sampah untuk dijual, jadi satu-satunya pemasukan Armada Pustaka. Anggaran sering jadi kendala #Komunitas

21 Biaya operasional Perahu Pustaka mencapai 3.000.000 setiap minggunya. Beruntung selama ini selalu ada bantuan dana yang cukup #Komunitas

22 Ridwan membuat tv komunitas di Poliwali Mandar untuk memberi pilihan tontonan dari acara televisi swasta yang tidak berkualitas #Komunitas

23 Ridwan berharap masayarakat bisa membuat film soal kehidupan mereka sendiri. Seperti nelayan memfilmkan aktivitasnya di lautan #Komunitas

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan