-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Angkringan Buku – Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950 | Yogyakarta

prof-greg

Soldaat in Indonesië 1945-1950: Getuigenissen van een oorlog aan de verkeerde kant van de geschiedenis atau Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950: Kesaksian perang pada sisi sejarah yang salah adalah sebuah buku yang membahas perang dekolonisasi Belanda-Indonesia di tahun 1945-1950. Buku ini ditulis oleh Prof. Gert Oostindie dan Ireen Hoogenboom. Buku ini berdasarkan pada dokumen ego yang berisi memoar, surat, dan catatan harian Serdadu Belanda saat berperang di Indonesia. Penelitian untuk buku ini berlangsung selama 3 tahun yang melibatkan mahasiswa intern di KITLV dan peneliti lain di KITLV. Di Indonesia buku ini diterjemahkan dan dipublikasikan oleh Yayasan Pustaka Obor.


1 Serdadu Belanda di Indonesia adalah terjemahan dari Soldaat in Indonesië yang membahas perang dekolonisasi Belanda-Indonesia #angkringanbuku

2 Buku ini berdasarkan dokumen ego yang berisi memoar, surat, dan catatan harian Serdadu Belanda di Indonesia tahun 1945-1949 #angkringanbuku

3 Buku ini mengungkapkan pengalaman, perasaan, dan pikiran Serdadu Belanda saat terlibat dalam perang juga tentang kejahatan perang #angkringanbuku

4 Penelitian untuk buku ini berlangsung selama 3 tahun yang melibatkan mahasiswa intern di KITLV dan peneliti lain di KITLV #angkringanbuku

5 Buku ini awalnya dibuat khusus untuk perdebatan yang ada di Belanda dan menambah penelitian tentang masa ini yang ternyata masih kurang #angkringanbuku

6 @pustakaobor menghubungi untuk menerjemahkan ke bahasa Indonesia dan disambut dengan senang karena gunanya akan semakin besar #angkringanbuku

7 Reaksi publik, pemerintah Belanda, dan veteran terhadap buku ini positif walau sebelum terbit ada beberapa veteran yang khawatir #angkringanbuku

8 Di Belanda dalam satu tahun buku ini memasuki cetakan keempat. Yang tertarik dengan buku ini adalah para Veteran juga anak dan cucu mereka #angkringanbuku

9 “It’s not nice to study violence. You hear, you read about horrible things.” Ujar Prof. Gert saat memulai penelitian ini #angkringanbuku

10 Dari refleksi dokumen ego para Serdadu Belanda dapat dilihat bahwa perang yang terjadi saat itu sangat kompleks #angkringanbuku

11 Dua kutipan refleksi Tentara Belanda yang dibacakan Ibu Ireene menunjukkan bahwa mereka menyesali apa yang terjadi saat itu #angkringanbuku

12 Yang mengagetkan adalah jumlah kejahatan perang yang dihitung buku ini ada 700 dengan narasumber 1400 orang Tentara Belanda  #angkringanbuku

13 Pada masa itu para Serdadu Belanda berfikir bahwa mereka akan membebaskan Indonesia dari kependudukan Jepang #angkringanbuku

14 Para Serdadu Belanda berfikir mereka akan melakukan suatu hal yang baik dan akan disambut dengan baik oleh masyarakat Indonesia #angkringanbuku

15 Kebanyakan Serdadu Belanda adalah wajib militer berumur 18-20 tahun dan sebagian besar sebenarnya tidak mau berperang ke Indonesia #angkringanbuku

16 1945-1950 adalah masa yang jarang diteliti di Belanda. Pemerintah Belanda kurang memperhatikan dan masyarakat tidak terlalu tertarik #angkringanbuku

17 Perdebatan tentang perang dekolonisasi berawal dari seorang veteran Belanda mengakui kejahatan perang yang dilakukannya di TV #angkringanbuku

18 Buku ini diharapkan memberikan perspektif lain yang belum diketahui orang Indonesia bahwa sejarah ternyata tidak hitam putih #angkringanbuku

19 Yang diharapkan selanjutnya adalah melanjutkan penelitian ini bersama-sama dengan sejarawan Indonesia agar ada banyak perspektif #angkringanbuku

20 “Untuk bersama-sama lihat ke depan, harus berani lihat ke masa lalu terlebih dahulu.” Ujar Ibu Ireene mengenai penelitian ini #angkringanbuku

21 Buku yang berpengaruh bagi Prof. Gert adalah buku-buku literatur Belanda dan 100 Tahun Kesunyian karya Gabriel Garcia Marquez #angkringanbuku

22 Prof. Gert dan Ireene Hoogenboom sama-sama menyukai karya-karya Pramoedya Ananta Toer dan buku Oeroeg karya Hella S. Haasse #angkringanbuku

23 Menurut Ibu Ireene, karya-karya Pram memberikan informasi tentang masa kolonial, nasionalisme, dan cita-cita kemerdekaan Indonesia #angkringanbuku

 

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan