-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Angkringan Buku – Haji Misbach Sang Propagandis | Yogyakarta

Haji Misbach adalah tokoh pergerakan nasional awal abad ke-20 di Solo. Ia seorang muslim yang mendaku diri sebagai komunis. Pergerakanya dituangkan dalam banyak tulisan di Medan Muslimin, medianya sendiri. Ia juga memimpin pemogokan yang dilakukan buruh. Dalam sejarah pergerakan, ia dikenal sebagai haji merah yang membela kepentingan masyarakat tertindas akibat kolonialisme dan imperialisme. Diskusi mengenai Haji Misbach digagas oleh LPM Ekspresi (@ekspresionline) bertempat di UNY.

1 Pemikiran dan gagasan Haji Misbach tertuang dalam dua media, Medan Moeslimin dan Moeslim Bergerak #AngkringanBuku @ekspresionline

2 Buku Haji Misbach Sang Propagandis, membantu memahami sosok Misbach dan diskursus antara Islam dengan komunisme. #AngkringanBuku

3 Banyak sektor yang menjadi garapan Islam, sementara komunisme berfokus pada wacana anti-kapitalisme. #AngkringanBuku @ekspresionline

4 Misbach seorang muslim dan komunis. Pada satu hal, semangat Islam dan komunis sama, membela kaum tertindas. #AngkringanBuku @ekspresionline

5 Misbach sering menyebut kapitalisme dalam tulisanya, ia anggap kapitalisme dalang penindasan rakyat. #AngkringanBuku @ekspresionline

6 Misbach mengkolaborasikan Islam dengan komunisme yang ia anggap memiliki metode pembebasan atas penindasan. #AngkringanBuku @ekspresionline

7 Zaman nabi, Islam mengadvokasi rakyat tertindas. saat itu harta dikuasai segelintir orang. Nabi menyadarkan lewat wahyu. #AngkringanBuku

8 Islam membentuk masyarakat pluralis dengan Piagam Madinah demi menjunjung bersama humanisme. #AngkringanBuku @ekspresionline

9 Menurut Misbach, seorang menjadi muslim yang kafah apabila mau bergerak untuk orang miskin dan tertindas. #AngkringanBuku @ekspresionline

10 Prinsip Misbach: Katakan yang haq sebagai haq dan bathil sebagai bathil. Kapitalisme adalah sumber kebathilan #AngkringanBuku @ekspresionline

11 “Sebelum Kauman jadi kampung wisata, Kauman pernah melahirkan Misbach. Anomali sejarah Muhammadiyah,” GusMuh #AngkringanBuku @ekspresionline

12 Misbach pendiri Medan Moeslimin pada tahun 1915, terbit bersamaan dengan Suara Muhammadiyah. #AngkringanBuku @ekspresionline

13 Misbach berlajar jurnalistik dari Mas Marco Kartodikromo. Mas Marco belajar dari Tirto Adi Suryo. #AngkrinaganBuku @ekspresionline

14 Medan Moeslimin berdiri saat media Marco, Zaman Bergerak, goyang. Empat artikelnya kena Pers Delict. #AngkringanBuku @ekspresionline

15 Praktik jurnalistik dianggap sebagai dakwah islam. Misbach menggunakan pers sebagai podium selain mimbar jumat. #Angkringanbuku

16 Tjokroaminoto dan Misbach bermusuhan. Tjokro dengan Islam dan sosialisme. Misbach dengan Islam dan komunisme. #AngkringanBuku @ekspresionline

17 Saat Mas Marco Kartodikromo dipenjara, Misbach yang mengurusi kebutuhan istri dan anak Marco. #AngkringanBuku @ekspresionline

18 Misbach jadi komunis sejak keluar dari penjara di Semarang. Ia lalu bergabung dengan Semaoen di SI Merah. #AngkringanBuku @ekspresionline

19 “Misbach adalah mata rantai yang harus dihidupkan dalam diskursus sejarah pergerakan islam,” GusMuh #Angkringanbuku @ekspresionline .

20 Haji Misbach menyumbangkan diskursus penting dalam intelektual berupa kajian Islam dan komunisme. #AngkringanBuku @ekspresionline

21 Misbach sudah menulis esai soal Islam dan komunisme sebelum Soekarno menulis konsepsi Nasakom tahun 1926. #AngkringanBuku @ekspresionline

22 “Misbach punya hak duduk sebagai tokoh pers dalam sejarah kita. Dewan Pers tak pernah menganggapnya.” GusMuh. #AngkringanBuku

23 “Kawan kita banyak yang gelapkan diri karena takut, tapi saya harus bekerja sampai mati untuk pergerakan,” Haji Misbach. #AngkringanBuku

 

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan