-->

Peristiwa Toggle

Nobel Sastra 2016: Bob Dylan

Bob Dylan adalah musisi dan penulis lirik-lirik puitis asal Amerika Serikat. Dylan disamakan seperti Homer dan Sappho, yang memikat sejak ribuan tahun lalu. “Mereka menulis teks yang puitis dan seakan ditakdirkan untuk dipentaskan, sana seperti Bob Dylan. Kita masih membaca Homer dan Sappho, dan menikmatinya,” kata perwakilan Swedish Academy penyerah Nobel seperti dikutip dari The Guardian dan disadur cnnindonesia.com, 13 Oktober 2016.

Seperti Homer dan Sappho, lirik Dylan juga tak lekang masa. Knocking on Heaven’s Door masih didengarkan hingga kini. Begitu pula dengan Just Like a Woman, Forever Young, dan Like a Rolling Stone. Liriknya padat, memikat, dan berima. Terdengar seperti puisi yang dilantunkan sempurna.

Menarik mengetahui bahwa serenade pun bisa disebut karya sastra dan mendapat penghargaan Nobel. Dylan merupakan nama populer pertama yang keluar sebagai pemenang penghargaan yang telah digelar sejak 1901 itu. Bahkan bisa dibilang ia merupakan musisi pertama yang memenanginya.

Daftar penerima Nobel Sastra yang baru ada sejak 1968 biasanya berkisar antara penyair, novelis, penulis, jurnalis, atau pemain peran. Belum pernah ada aktris atau aktor populer yang masuk ke dalamnya. Maksimal pemain teater atau komedian. Sutradara juga ada yang masuk dalam daftar.

Kemenangan Dylan membuktikan bahwa musik pun bagian dari seni dan karya sastra. Bahwa karya populer juga bisa digarap apik, klasik, serta tak lekang masa. Dylan menorehkan jejak pertama bagi penulis lirik lagu untuk juga dihargai penuh gengsi. Demikian cnnindonesia.com mengabarkannya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan