-->

23Tweets Toggle

23 TWEETS | KATALOG SENI – IMAM KARYADI ARYANTO | YOGYAKARTA

Imam Karyadi Aryanto adalah salah seorang anggota Rumah Sinema yang juga seorang PNS di Pemda DIY. Tesis S2-nya ketika studi Administrasi Publik di Pascasarjana UGM, belakangan diringkas menjadi sebuah buku. Imam ingin mengulas kebijakan kebudayaan yang berpengaruh di bidang film, terutama terkait kondisi DIY sebagai daerah yang diistimewakan. Festival film di Yogyakarta menjadi pokok penelitiannya. Buku berjudul ‘Festival Film di DIY’ menjabarkan berbagai kondisi dan benturan dalam berjalannya festival film di Yogyakarta.

1 Imam Karyadi Aryanto, seorang PNS di Pemda DIY. Tertarik dengan film mendoronngnya bergabung sebagai volunteer di @rumahsinema. #KatalogSeni

2 Tesisnya ketika studi Administrasi Publik di UGM menjadi buku ‘Festival Film di DIY’. “Kebijakan film jarang jadi fokus penelitian”, ujarnya. #KatalogSeni

3 @Imamkaryadi ingin mengulas kebijakan kebudayaan yang berpengaruh pada perfilman di DIY. Baginya kerja film menarik untuk didalami. #KatalogSeni

4 Hasil penelitiannya jadi salah satu nominator kajian di Apresiasi Film Indonesia. Terbit sebagai jurnal Ilmu Komunikasi di Universitas Atma Jaya #KatalogSeni

5 Naskah dipresentasikan di dua konferensi. Pengalaman bergiat di film ia tuang dalam buku ini. Menulis adalah alternatif dari  penat pekerjaan. #KatalogSeni

6 Riset awal enam bulan, namun setelah konferensi ditambah kedalaman kajian sehingga riset menjadi satu tahun. Setelah buku jadi, didistribusi dalam waktu satu setengah tahun. #KatalogSeni

7 Hal menarik pada Festival Film di DIY adalah konsisten, mandiri, organik, alat relasi pemerintah-sipil, sharing ilmu, dan transfer nilai. #KatalogSeni

8 Festival film bisa jadi alat pelayanan masyarakat. Setidaknya pelayanan dilakukan oleh pemerintah, komunitas, dan swasta. Festival Film di DIY juga unik. #KatalogSeni

9 “Festival Film di DIY itu unik, terutama yang diinisiasi oleh komunitas, ia sudah memilih segmen dan tema.” @Imamkaryadi. #KatalogSeni

10 Festival Film di DIY selalu menghadirkan juri yang kompeten, bukan sekadar selebritas. Di dalamnya juga banyak terjadi tukar pengetahuan.  #KatalogSeni

11 Yang menarik dari festival film pemerintah adalah dinamis dan mengikuti perkembangan situasi, meskipun menghindari isu sensitif. #KatalogSeni

12 Problem ketika banyak festival film digelar adalah “adanya perebutan panggung”. Namun itu dapat diatasi dengan saling menghormati dan kerja sama pemerintah-komunitas. #KatalogSeni

13 Festival Film DIY menghadirkan alternatif tontonan film bagi masyarakat. Di luar film yang disediakan distributor besar dengan tema yang itu-itu saja.#KatalogSeni

14 Pemerintah dan sipil bisa bekerja sama mengembangkan pencapaian festival film di Jogja. Memberi wacana apresiasi film kepada masyarakat. #KatalogSeni

15 “Dunia seni memang tidak bisa lepas dari kondisi makro ekonomi, sosial, dan politik suatu negara.”, ungkap @Imamkaryadi. #KatalogSeni

16 Buku ‘Festival Film di DIY’ cetak terbatas. Saat ini stok tinggal sedikit. Untuk memesan bisa ke saudari Betty (081568204422). #KatalogSeni

17 Buku yang memengaruhi seorang Imam Karyadi A adalah buku karya Rolland Barthes dan Ferdinand Saussure. #KatalogSeni

18 @ImamKaryadi masih ingin memelajari lebih dalam pemikiran Moh. Hatta. Menurut Imam, pemikiran Hatta kurang dikembangkan. #KatalogSeni

19 Ia mengaku kagum dengan pemikiran dan kecintaan Hatta terhadap buku. Hatta sangat menghormati dan merawat baik buku bukunya. #KatalogSeni

20 Imam pernah membaca dalam sebuah cerita, Hatta tidak senang jika bukunya rusak ketika dipinjam orang. Bahkan jika peminjam adalah anaknya, #KatalogSeni

21 Menurut Imam, Radio Buku adalah salah satu cara mengarsipkan buku dalam bentuk lain. #KatalogSeni @Imamkaryadi

22 Ia berharap Radio Buku bisa mengajak masyarakat Indonesia yang secara kultural lebih suka dengan audio visual, untuk mau membaca buku, #KatalogSeni

23 Baik jika meningkatkan budaya baca lagi dan terus. Baginya baca buku adalah rekreasi. Buku baru bagi Imam adalah buku yang belum dibaca. #KatalogSeni

 

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan