-->

23Tweets Toggle

23 TWEETS | BUKU PERTAMAKU – JOKO GESANG SANTOSO | YOGYAKARTA

Joko Gesang Santoso merupakan pengamat sastra, cerpenis sekaligus penyair, lulusan sastra indonesia UNY. Kemudian melanjutkan studi S2 Ilmu Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dia lahir pada tanggal 7 Mei 1984 di Gunungkidul, Yogyakarta dan merupakan dosen di Universitas Sarjana Tamansiswa Yogyakarta.

1 Joko Santosa adalah dosen UST Yogyakarta dan penulis buku Senapan Tak Berpeluru

2 Joko Santosa memiliki nama pena yakni Joko Gesang Santosa #Buku pertama

3 Buku yang dia suka sewaktu masih kecil adalah majalah Joko Lodang #BukuPertama

4 Joko Santoso lebih menyukai huruf atau aksara ketimbang gambar seperti komik #BukuPertama

5 Buku yang paling diingat sampai sekarang adalah buku-buku Pramoedya #BukuPertama

6 “Tulisan Pram membuat pikiran kita terbuka, sebab Pram sering tulisannya jujur tanpa membius dengan daya magis.” -Joko Gesang Santosa- #BukuPertama

7 Joko Santoso membuat skripsi S1 dari karya Pram Tetralogi Guru dengan sudut pandang pasca kolonial #BukuPertama

8 “Saya pernah ingin melupakan Pram tapi tidak bisa.” -Joko Gesang Santosa- #BukuPertama

9 “Selain Pram, saat ini saya juga suka baca buku sastra seperti Kuntowijoyo, baik teori maupun karya-karya sastranya.” -Joko Gesang Santosa- #Buku Pertama

10 “Mulai ada bentrokan awalnya ketika membaca buku Kuntowijoyo, karena Kuntowijoyo berusaha realistis tapi dengan cara magis.” -Joko Gesang Santosa- #BukuPertama

11 “Saya pernah membuat cerpen dengan meniru gaya Kunto waktu itu.” -Joko Gesang Santosa #BukuPertama

12 “Saya bahagia melihat ada beberapa mahasiswa yang membuat diskusi tentang Pram.” -Joko Gesang Santosa- #BukuPertama

13 “Buku literasi itu padahal penting tapi lebih banyak dilewati oleh masyarakat Indonesia.” -JGS- #BukuPertama

14 Joko Gesang Santosa merokemendasikan karya-karya Pram untuk mahasiswa agar kritis #BukuPertama

15 Orang barat melewati tahap lisan, literasi kemudian audio visual. Sementara kita dari lisan itu langsung ke audio visual/digital #BukuPertama

16 “Kita masih banyak penikmat visual daripada pembaca literasi.” -JGS- #BukuPertama

17 “Kebanyakan orang akan lebih suka menonton film daripada membaca.” -Joko Gesang Santosa- #BukuPertama

18 “Repotnya kita itu minim literasi, sementara untuk membangun sangat sulit karena budaya layar.” -JGS- #BukuPertama

19 “Repotnya lagi kita tidak kritis, mudah terhipnotis dan gambar terprovokasi.” -JGS- #BukuPertama

20 Joko Gesang Santosa memiliki harapan pada gerakan literasi semakin kuat #BukuPertama

21 “Bagi saya semacam @radiobuku ini penting. Sebab yang ditekankan adalah literasi didampingi audio.” -JGS #BukuPertama

22 “semoga tetap bertahan hingga ke depan. Radio di luar sana bergerak masif kearah produk atau capital.” -JGS- #BukuPertama

23. “Untuk @radiobuku … jangan sampai kalah atau hilang itu harapan saya.” -JGS- #BukuPertama

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan