-->

23Tweets Toggle

23 TWEETS | ANGKRINGAN BUKU – KEDUNG DARMA R | YOGYAKARTA

Kedung Darma Romansa lahir di Indramayu. Sedari kecil diasuh kakek dan nenek, baik dari pihak bapak dan ibu, dikarenakan ibunya merantau dan ayahnya menyusul beberapa tahun kemudian. Berkenalan dengan puisi ketika menjadi santri di Krapyak, Yogyakarta. Buku terbaru berjudul Uterus (Antologi Puisi), berisi 40 puisi karya Kedung yang menceritakan kerinduan pada orang tua dan juga puisi-puisi sosial. Baginya buku sebagai kawan bertukar pendapat dan perantara baginya untuk menyelami pemikiran penulisnya, baik penulis yang sudah meninggal atau masih hidup.

1 Kedung Darma Romansa lahir di Indramayu. Saat kecil diasuh kakek nenek karena ibu TKI dan bapak menyusul beberapa tahun kemudian. #AngkringanBuku

2 Ketika tinggal dengan kakek nenek dari pihak ayah ia biasa melihat wayang, dangdut, dan beberapa seni tradisi khas pedesaan. #AngkringanBuku

3 Kelas 5 SD pindah ke tempat kakek nenek dari pihak ibu. Rutinitas setiap hari menggembala kambing dan belajar baca Al-Quran. #AngkringanBuku

4 Lulus SD melanjutkan ke pesantren di Krapyak, Yogyakarta. Saat itu bapak ibu pulang merantau dan tinggal di Cilegon, Banten. #AngkringanBuku

5 Meski menjadi santri, ketika pulang @KedungR tetap bergaul dengan siapa saja dan kebanyakan berteman dengan anak nakal. #AngkringanBuku

6 Masa kecil hobinya membaca komik karya Tatang S dan majalah Bobo. Suka menggambar dan menulis catatan harian. #AngkringanBuku

7 Ketika di pesantren mulai kenal puisi. Lomba berpuisi dengan temannya dan belum berhenti jika belum menang. #AngkringanBuku

8 Karya terbaru buku antologi puisi berjudul Uterus. Berisi 40 puisi karya @KedungR yang ditulis selama tinggal di Yogyakarta. #AngkringanBuku

9 Uterus adalah nama latin dari rahim. Rahim diibaratkan sebagai wadah belajar dan berproses seorang manusia. #AngkringanBuku

10 Buku ini berisi puisi yang bercerita tentang kerinduan anak pada ibunya dan puisi-puisi sosial hasil proses kreatif @KedungR. #AngkringanBuku

11 Selama di pesantren @KedungR aktif di majalah santri sebagai wartawan. Kegiatannya menulis esai, reportase, dan puisi. #AngkringanBuku

12 Dari pesantren @KedungR melanjutkan ke UNY. Semasa kuliah ia berproses di Sanggar Suto dan Sanggar Kreatif Mahasiswa(SARKEM). #AngkringanBuku

13 Tahun 2006 bergabung di Rumah Puitika, 2007 belajar akting di Saturday Acting Club, dan 2008 samapai sekarang di Rumah Lebah. #AngkringanBuku

14 Sejak aktif di sanggar dan komunitas, @KedungR punya tradisi silaturahmi kepada sastrawan lintas sanggar dan komunitas. #AngkringanBuku

15 Kebiasaan ini dikarenakan ia tipikal orang yang mudah bosan dengan hal monoton, selain untuk menambah wawasan dan jaringan. #AngkringanBuku

16 Kebiasaan melawat ke sastrawan lintas sanggar dan komunitas ia lakukan semasa kuliah bahkan sampai sekarang. #AngkringanBuku

17 Awal menulis puisi @KedungR banyak mempelajari puisi-puisi karya Kahlil Gibran, Chairil Anwar, Sapardi, dan WS Rendra. #AngkringanBuku

18 Namun seiring berjalannya waktu, Kahlil Gibran dianggapnya terlalu lembek dan lebih menyukai puisi Chairil Anwar dan Rendra. #AngkringanBuku

19 Selain membaca puisi @Kedung juga senang dengan bacaan prosa. Mulanya ia membaca prosa-prosa karya Pramoedya Ananta Toer. #AngkringanBuku

20 Tetralogi Pulau Buru karya Pram adalah prosa yang paling berkesan baginya. Semenjak itu ia gemar berburu karya Pram yang lain. #AngkringanBuku

21 @KedungR bahkan mengoleksi buku karya Pram. Sampai saat ini sudah cukup lengkap dan hanya beberapa yang belum dimiliki. #AngkringanBuku

22 @KedungR memandang buku sebagai kawan. Dengan membaca ia merasa seperti berdialog dan bertukar pikiran dengan penulisnya. #AngkringanBuku

23 “Ketika membaca, diri kita terbagi dua, sebagai pribadi dan sebagai pembaca. Kedua diri itu saling berdialog”, ungkapnya. #AngkringanBuku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan