-->

23Tweets Toggle

23TWEETS | KOMUNITAS – WIJAYA KUSUMA EKA PUTRA | YOGYAKARTA

Wijaya Kusuma Eka Putra tumbuh di Serui, Yapen Waropen, Papua. Tidak banyak buku bacaan yang ada di Papua. Perpustakaan di Yapen tidak memiliki banyak koleksi buku, kebanyakan berupa buku teori bercocok tanam. Tahun 2009, Eka melanjutkan kuliah di UIN Jogja dan mulai mengenal dunia literasi secara luas. Di kampus, Eka menghabiskan waktunya dengan membaca cerpen di pojok lantai empat perpustakaan UIN. Lokasi itu kemudian dijadikan nama akun jualan buku onlinenya, Pojok Cerpen. Bekerjasama dengan Irwan Bajang -pengelola penerbit Indie Book Corner – Eka mendirikan Toko Buku Indie (Budi). Untuk konsep toko buku modern, Eka menyukai @kineruku Bandung dan @post_santa Jakarta. Eka meniru konsep tersebut di toko Budi. Eka tertarik konsep toko buku di luar negeri yang tidak butuh banyak tempat, tapi tetap kreatif.

1 Booklovers, kali ini kita berkenalan dengan salah satu tokoh buku indie Jogja, pendiri toko @pojokcerpen dan @PenerbitOak #Komunitas

2 Kita akan ngobrolin Wijaya Kusuma Eka Putra/Eka. Eka tumbuh di Serui, Yapen Waropen di pulau Papua. #Komunitas

3 Profesi pertama ayahnya adalah penjual bakso. Orang Papua sangat menyukai bakso karena mereka tidak bisa membuatnya. #Komunitas

4 Ayahnya lalu beralih profesi menjadi guru, sedangkan ibunya menjual pakaian kepada para transmigran, khususnya muslimah. #Komunitas

5 Tidak banyak buku bacaan yang ada di Papua. Beruntung ayahnya yang seorang guru, sanggup berlangganan majalah anak-anak Bobo #Komunitas

6 Perpustakaan di Yapen tidak memiliki banyak koleksi buku, kebanyakan berupa buku teori bercocok tanam #Komunitas

7 Saat Eka memasuki SMP, akhirnya ada toko buku kecil di Yapen yang berjualan buku terbitan @divapress01 #Komunitas

8 Eka mulai berkenalan dengan karya @Andreahirata , Habiburrahman, dan Taufiqurrahman #Komunitas

9 Tahun 2009, Eka melanjutkan kuliah di UIN Jogja dan mulai mengenal dunia literasi secara luas #Komunitas

10 Di Jogja, Eka menemukan banyak buku sastra dan mulai berkenalan dengan karya Hamsad Rangkuti, Bibir Dalam Pispot dan Lagu Di Atas Bus #Komunitas

11 Selain Rangkuti, Eka menyukai Dataran Tortilla karya Steinbeck dan Aki karya Idrus #Komunitas

12 Sekalipun agak terasa berlebihan, bagi Eka cerpen Aki berada di rangking pertama dibandingkan karya Pram #Komunitas

13 Di kampus, Eka menghabiskan waktunya dengan membaca cerpen di pojok lantai empat perpustakaan UIN #Komunitas

14 Lokasi itu kemudian dijadikan nama akun akun jualan buku onlinenya, @pojokcerpen #Komunitas

15 Eka memutuskan jualan buku karena bosan membohongi ortu dan me-mark up uang kuliah untuk membeli buku #Komunitas

16 Hasil penjualan buku dipakai untuk menambah koleksi buku dan kebutuhan sehari-hari #Komunitas

17 Tahun 2013-2015 FB mulai ramai dan penjual buku online mulai bermunculan. Trend saat itu adalah jualan buku Jogja #Komunitas

18 Akun jualan yang ramai dikunjungi adalah yang menjual buku-buku langka atau buku terbitan Jogja #Komunitas

19 Bekerjasama dengan @Irwanbajang -pengelola penerbit @indiebookcorner- Eka mendirikan Toko Buku Indie (Budi) #Komunitas

20 Untuk konsep toko buku modern, Eka menyukai @kineruku Bandung dan @post_santa Jakarta. Eka meniru konsep tersebut di toko Budi #Komunitas

21 Eka tertarik konsep toko buku di luar negeri yang tidak butuh banyak tempat, tapi tetap kreatif. Toko berukuran kecil (3X4 m) #Komunitas

22 Memajang sedikit buku, bermain dengan interior seperti lukisan dan sebagainya, dan khusus menjual satu genre saja (misal fiksi) #Komunitas

23 Meniru konsep tersebut, Eka memilih berjualan buku yang dia sukai (sastra) dan tidak tertarik berjualan genre lain #Komunitas

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan