-->

23Tweets Toggle

23TWEETS | KATALOG SENI – TAUFIK RAHZEN

Festival kepenulisan Pesamuan Gunung Sastra, Penanggungan Literary International Festival, yang akan dilangsungkan selama seminggu, di dalamnya akan membahas tentang sastra Bahasa Indonesia, Melayu dan Jawa, segala sesuatu yang ada kaitannya dengan sastra lama, prasasti, Melayu Kuno, bukan sekedar Jawa saja. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menghidupkan kembali tradisi besar kajian sastra arkeologi, pop atau serius sastra, dalam pembahasannya berupa karya yang akan atau sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Acara ini sekaligus pertemuan penulis yang sudah diklafisikasi dengan kajian klasik, kontemporer dan populer. Selain festival, ada rangkaian kegiatan berupa penjelajahan tempat bersejarah tergantung tema perjalanan agar tetap ada kaitannya dengan wisata. Ada pula Pertunjukan tematik dengan tema “Arjuna Wiwaha” penulis sastra bersejarah, serta pertunjukan festival (rakyat) di desa tertentu, sehingga desanya jadi terkenal dengan sastra.

Penjelajahan merupakan suatu konsep upaya menghidupkan lagi festivalnya. Acara ini akan dihadiri dari bayak pihak seperti kritikus, pengarang Indonesia, penerbit, pengamat, dan juga masyarakat di festival rakyat. Festival ini hampir menyerupai festival lima gunung, namun menurut Prof. Agus Haris Munandar konsepnya bernama Mandala yg meliputi Jalatunda, Belahan, Sumberalam, Candi Jedong. Trip ini bertujuan menghidupkan tradisi karasian atau melakukan perjalanan keata. Selain penggunaan bahasa Indonesia, Jawa, Melayu, tapi juga apa dampak untuk masyarakat, bukan hanya sastra saja tapi segala hal yang bersandar dari inspirasi yang sama.

1 @taufikRahzen mengadakan festival kepenulisan Pesamuan Gunung Sastra (indo), Penanggungan Literary International Festifal (ingg) yang diadakan selama seminggu

2. Membahas sastra Bahasa Indonesia, Melayu dan Jawa. Karena kaitannya dgn sastra lama, prasasti, Melayu kuno, namun bukan sekedar Jawa saja @taufikrahzen

3 Tujuannya untuk menghidupkan kembali tradisi besar kajian sastra arkeologi, pop atau serius sastra. Pembahasan tentang satu karya sstra @taufikrahzen

4 Pembahasannya berupa karya yang akan atau sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Intinya ttg bhs Indonesia. @taufikrahzen

5 Tujuannya juga untuk bisa interaksi dengan masa lampau untuk masa kini dan masa depan @taufikrahzen

6 Di dalamnya merupakan pertemuan penulis yang sudah diklafisikasi dengan kajian klasik, kontemporer dan populer. @taufikrahzen

7. Selain itu, ada acara lain yaitu trip atau penjelajahan terhadap tempat bersejarah, tergantung tema perjalanan agar tetap ada kaitannya dengan wisata @taufikrahzen

8. Juga dua pertunjukan. Pertunjukan tematik dengan tema “Arjuna Wiwaha” penulis sastra bersejarah, serta pertunjukan festival (rakyat) di desa tertentu, sehingga desanya jadi terkenal @taufikrahzen

9. Sastra dan penjelajahan merupakan suatu konsep supaya lebih hidup lagi festivalnya @taufikrahzen

10 Tujuannya juga untuk Interaksi orang dengan karya lama seperti Bintaraga, Ramayana, Panji, Bima, Sutasoma, Arjuna Wijaya, Negara Kertagama @taufikrahzen

11 Yang datang dari bayak pihak seperti kritikus, pengarang Indonesia, penerbit, pengamat, dan juga masyarakat di festival rakyat @taufikrahzen

12 Menyerupai festival lima gunung, namun menurut Prof. Agus Haris Munandar konsepnya bernama Mandala yang meliputi Jalatunda, Belahan, Sumberalam, Candi Jedong @taufikrahzen

13 Trip ini bertujuan menghidupkan tradisi karasian atau melakukan perjalanan ke atas. Ada juga penghargaan Dharmawangsa @taufikrahzen

14 Selain penggunaan bahasa Indonesia, Jawa, Melayu, tapi juga apa dampak untuk masyarakat, bukan hanya sastra saja tapi segala hal yang bersandar dari inspirasi ynag sama @taufikrahzen

15 Tujuannya untuk melahirkan karya tentang utopia baru terhadap tempat-tempat tersebut. Juga acara pra-seminar Al-Manak utk wisatawan daerah tempat tersebut seperti padangbulan @taufikrahzen

16. Al-Manak berisi tentang Penanggungan secara umum, pengertian kosmologi, sejarah, kronologi berdasarkan sejarah, dan geografi area @taufikrahzen

17 Al-Manak Penanggungan ini juga berisi “guide book” yang berisi hal penting dari Penanggungan festival dan kondisi area di Penanggungan @taufikrahzen

18. Padang Bulan berisi tentang “raisingfund” dan “audiens development” namun berbeda dengan festival-festival lainnya. Atau penggalangan dana dengan melibatkan audiens @taufikrahzen

19 Sehingga kerelaan mereka hadir akan datang dengan sendirinya, sehingga desa juga terlibat dalam acara ini dan desanya dikenal umum @taufikrahzen

20 Sehingga memandirikan desa. Dengan adanya keragaman desa-desa merupakan salah satu cara “raisingfund” sekaligus “audiens development” @taufikrahzen

22 Mencari dana bukan semata tentang uang tapi keterlibatan, daya yang diberikan sebuah desa itu harus bisa dikonversi @taufikrahzen

23 Padang Bulan, “raisingfund”, Al-Manak merupakan kegiatan akademi, jadi anak-anak yang sudah disekolahkan biar mereka yang mengelola kita @taufikrahzen

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan