-->

23Tweets Toggle

23TWEETS | BUKU PERTAMAKU – ARIE SAPTAJI

Arie Saptaji merupakan penulis dan pemimpin redaksi media Renungan Harian. Selain itu ia juga penerjemah lepas, serta sering mengadakan kegiatan pelatihan kepenulisan. Arie Saptaji lahir di Ambarawa pada tahun 1969, besar di Temanggung, kemudian berkuliah di Yogyakarta. Karena betah di Yogyakarta, sejak 1988 hingga kini ia berdomisili di Yogyakarta. Perjalanan menulisnya dimulai sejak kelas 3 SD. Ketika ada tugas mengarang, ia menulis tentang “Sepeda” padahal saat itu dirinya belum bisa bersepeda. Namun gurunya memuji dan mengatakan bahwa tulisannya sangat menarik, sehingga sejak saat itu ia menjadi sangat suka menulis dan selalu bersemangat ketika ada tugas mengarang. Dimulai dari situ, ia gemar menulis cerpen dan puisi. Saat kelas 1 SMP tulisannya dipublikasi pertama kali oleh Majalah Ananda. Selanjutnya berbagai cerpen dan puisinya banyak dimuat di majalah Nova, HAI, Bobo, dan Gadis. Ketika menjadi mahasiswa, ia banyak menulis artikel dan menerjemahkan buku-buku untuk memperoleh tambahan uang saku. Hingga pada tahun 2002 akhirnya ia menerbitkan buku yang terdiri dari kumpulan esai-esai yang pernah dimuat di koran, sebagian besar ialah yang dimuat dalam Suara Pembaharuan.

Arie Saptaji menulis buku fiksi, kumpulan esai, kumpulan humor, kumpulan cerpen, hingga renungan keseharian. Namun baginya, yang paling menantang untuk ditulis ialah fiksi. Sebab baginya tidak mudah untuk mengubah suatu ide menjadi sebuah cerita dengan karekteristik yang kuat, plot yang menarik namun tetap masuk akal. Arie Saptaji hingga kini telah melahirkan dua buah kumpulan cerpen yakni Never Be Alone (ditulis bersama Sidik Nugroho) dan Lintasan Cinta, serta dua buah novel remaja (teenlit) berjudul Warrior: Sepatu untuk Sahabat (2007) dan Dalam Rinai Hujan (2012).

1 @ariesaptaji, pemimpin redaksi media Renungan Harian @RH_net asal Temanggung. Sejak kecil sudah mulai suka menulis #BukuPertamaku

2 Kegiatan @ariesaptaji kini mengerjakan berbagai terjemahan, menulis, dan mengadakan pelatihan kepenulisan #BukuPertamaku

3 Tulisan pertamanya tentang “Sepeda” saat kelas 3 SD. Berkat pujian gurunya terhadap tulisan tersebut, sejak itu ia jadi gemar menulis #BukuPertamaku

4 Tulisan yang pertama dimuat adalah dalam Majalah Ananda saat SMP. Beberapa puisi dan cerpen pun dimuat majalah Nova, HAI, Bobo, Gadis #BukuPertamaku

5 Saat kuliah @ariesaptaji banyak menulis dan menerjemahkan buku untuk tambahan uang saku #BukuPertamaku

6 Thn 2002 terbit buku pertama @ariesaptaji berupa buku kumpulan esai dari tulisan-tulisannya yang pernah dimuat berbagai koran #BukuPertamaku

7 Baginya, buku fiksi menantang untuk ditulis. Sebab sulit membuat ide menjadi cerita dengan karakter yang kuat, plot menarik, dan masuk akal #BukuPertamaku

8 Dua kumpulan cerpennya, Never Be Alone dan Lintasan Cinta. Dua novelnya/teenlit, Warrior: Sepatu utk Sahabat dan Dalam Rinai Hujan #BukuPertamaku

9 Kedua novelnya adalah suatu kerja penulisan yang khusus karena ada tantangan dalam menulis fiksi dan keduanya berlatar di Temanggung #BukuPertamaku

10 Ia ingin lanjutkan 2 novel tersebut menjadi trilogi. Tiap novel berdiri sendiri namun kesamaannya pada latar dan tokoh yang dari Temanggung #BukuPertamaku

11 Novel pertama @ariesaptaji, Warrior: Sepatu untuk Sahabat. Merupakan teenlit tentang seorang anak SMP dengan latar Temanggung tahun 80-an #BukuPertamaku

12 Selama ini teenlit selalu mengangkat kehidupan remaja kota besar dengan tema percintaan. Sedangkan teenlit ini tentang remaja desa #BukuPertamaku

13 Lewat novelnya, @ariesaptaji ingin mengenalkan bahwa anak desa pun punya kehidupan yang tidak kalah menarik di luar kota besar #BukuPertamaku

14 Latar era 80an juga unik karena hampir seluruh anak Indonesia pengalamannya sama. Beda dengan sekarang, tiap anak pengalamannya beragam #BukuPertamaku

15 Awalnya Warrior hanyalah cerpen dan akan dibuat skenario film. Namun karena terlalu pendek untuk itu, akhirnya menjadi sebuah novel #BukuPertamaku

16 @ariesaptaji ingin merekam kenangan unik era 80an dalam format sebuah novel. Walaupun sederhana, baginya tujuan itu tercapai #BukuPertamaku

17 Ketika menulis fiksi @ariesaptaji ingin berbagi cerita, tidak ingin membebani dengan pesan-pesan. Pembaca bebas memetik pesan sendiri #BukuPertamaku

18 Sedangkan dalam nonfiksi, @ariesaptaji dapat memaparkan pandangan dan pemikirannya tentang persoalan-persoalan tertentu secara lebih lugas #BukuPertamaku

19 Dalam Rinai Hujan berlatar Temanggung-Jogja. Si tokoh menjadi korban pelecehan seks dan menghilang, lalu adiknya berupaya mencari #BukuPertamaku

20 Seorang penulis harus suka memperhatikan hal-hal yang biasa bagi orang lain. Ia harus bisa melihat keistimewaan dan keunikan di dalamnya #BukuPertamaku

21 Proses menulis kata @ariesaptaji yaitu ART: Amati, Renungkan, Tuliskan. Praktiknya adalah dengan menulis, menulis, dan menulis #BukuPertamaku

22 Tips: bagaimana mengembangkan kebiasaan menulis? Seperti berenang; harus terbiasa mengambang, baru kemudian dapat menguasai gaya #BukuPertamaku

23 Jika seseorang sudah sampai pada tahap terbiasa dalam menulis, maka ia sudah mampu memiliki spesialisasi penulisan tertentu #BukuPertamaku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan