-->

Lainnya Toggle

ANGKRINGAN BUKU | PROSES KREATIF – EKA KURNIAWAN | SEWON, BANTUL

Eka Kurniawan merupakan salah seorang novelis berbakat Indonesia. Karya-karyanya telah banyak dialih bahasakan, antara lain ke dalam bahasa: Inggris, Perancis, dan Jepang. Novel pertamanya, berjudul Cantik itu Luka. Diterbitkan oleh Jendela, pada tahun 2002. Termasuk long list Khatulistiwa Literary Award tahun 2003, dan pada 2006 diterjemahkan kedalam bahasa Jepang oleh Ribeka Ota. Novelis kelahiran Tasik November 1975 tersebut, menggunakan gaya kepenulisan yang di sebut Realisme Magis hampir dalam setiap karyanya. Maka tidaklah berlebihan bila ia dijuluki sebagai The Next Pramoedya.

Selain Cantik itu Luka, Eka Kurniawan juga telah menerbitkan: Lelaki Harimau (2004), Cinta tak Ada Mati dan Cerita-cerita Lainnya (2005), Gelak Sedih dan Cerita-cerita Lainnya (2005), Corat-coret di Toilet (2014), Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014), Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (2015), dan yang teranyar adalah novel berjudul O, yang diterbitkan Maret 2016 yang lalu. Eka Kurniawan dapat dijumpai pada website pribadinya, ekakurniawan.com.

 

(Bagian 1)

1 #LelakiHarimau #EkaKurniawan merupakan novel pertama penulis Indonesia yang masuk nominasi #ManBooker International Prize #AngkringanBuku

2 #LelakiHarimau diterjemahkan ke bahasa Itali Februari 2015, baru menyusul Ingris, Perancis, dan Jerman pada September #AngkringanBuku

3 Bayangan #EkaKurniawan, novelnya yang diterjemahkan  dan diterbitkan @NewDirection akan serupa buku2 #PustakaJaya th80-an #AngkringanBuku

4 #EkaKurniawan sedikit terkejut ketika @nytimes membahas dan menerbitkan artikel tentang #BeautyIsAWound dan #ManTiger #AngkringanBuku

5 #EkaKurniawan mendapat penghasilan yang lebih besar di luar negeri. #CantikItuLuka di Amerika dibanderol sekitar 300rb-an #AngkringanBuku

6 #EkaKurniawan memaparkan bahwa karya penulis Indonesia bisa “go international” bila penulis berani mencoba melakukannya #AngkringanBuku

7 Pembaca #EkaKurniawan di luar negeri sering menanyakan terkait 2 hal: yang pertama, kenapa butuh 13th avaliable di sini #AngkringanBuku

8 Yang ke dua adalah faforit #EkaKurniawan, terkait teknis dan isi buku. “Kenapa kamu bisa kepikiran. Bangkit dari kubur?” #AngkringanBuku

9 #EkaKurniawan menuturkan bahwa sebuah novel bisa jadi gerbang banyak hal, sosial politik buku silat dan horor misalnya #AngkringanBuku

10 Gagasan untuk menterjemahkan novel, muncul ketika pada 2008 #BenAnderson mengunjungi dan meminta novelnya diterjemahkan #AngkringanBuku

11 Akhir 2011 #EkaKurniawan bertemu dengan #TariqAli @VersoBooks yang membawa pesan dari #BenAnderson terkait penterjemahan #AngkringanBuku

12 #EkaKurniawan dan Mira (editornya) setuju untuk menterjemahkan #Lelakiharimau dengan pertimbangan ketebalan dan biaya #AngkringanBuku

13 Awal 2012 Annie Tucker menterjemahkan #CantikItuLuka. #EkaKurniawan setuju untuk melanjutkannya, dengan 2 syarat; #AngkringanBuku

14 Yang pertama, harus diselesaikan. Yang kedua, terjemahan harus ditawarkan ke luar negeri. @NewDirection mengkontraknya #AngkringanBuku

15 Sebagai penulis dan penikmat buku #EkaKuriawan menerangkan, penterjemahan sastra Eropa ke Indonesia sangatlah penting #AngkringanBuku

16 #EkaKurniawan memaparkan beberapa tahun terakhir peraih Nobel menjadi sangat terkenal, karena novelnya diterjemahkan #AngkringanBuku

17 #EkaKurniawan mengaku, dulu ketika waktunya belum sepadat saat ini. Ia sering menterjemahkan karya-karya penulis luar #AngkringanBuku

18 #EkaKurniawan menulis tanpa “outline”, mengalir begitu saja. Seringkali memang ceritanya berjalan kemana-mana #AngkringanBuku

19 Ketika karyanya sampai pada titik tidak bisa dibawa kemana-mana lagi, barulah #EkaKurniawan mengedit dan menulis ulang #AngkrinanBuku

20 Dalam menulis cerpen #EkaKurniawan menggunakan metode yang sama, walau prosesnya tidak semenderitakan menulis novel #AngkringanBuku

21 Novel #O ditulis maraton dalam rentan waktu yang sama dengan tahun terbitnya, meskipun idenya muncul pada 2008 silam #AngkringanBuku

22 Ketika menulis #EkaKurniawan bisa menghabiskan 5 sampai 8 jam/hari. Istirahat 2 hingga 7 hari, agar iramanya terjaga #AngkringanBuku

23 #EkaKurniawan sering menulis naskah skenario. Itu berula sejak ia pindah ke Jakarta; dan telah menerbitkan 2 novel #AngkringanBuku

 

(Bagian 2)

1 Skenario TV/Film terbatas durasi, membuat #EkaKurniawan belajar penulisan yang efektif dalam karya-karyanya. #AngkringanBuku

2 Tahun 2000-an ketika media mainstream masih sangat kuat, internet jadi media alternatif. #EkaKurniawan membuat blog #AngkringanBuku

3 EkaKurniawan.com dibuat untuk menuangkan gagasan dan ide-ide, karena tidak setiap saat #EkaKurniawan menulis novel. #AngkringanBuku

4 Blog itu sesuatu yang menarik. #Ekakurniwan belajar menyampaikan hal yang personal namun, bisa dinikmati publik. #Angkringanbuku

5 Dalam menggunakan data (karya seseorang) #Ekakurniawan memberikan analogi, “kedondong jangan hanya dijadikan rujak.” #Angkringanbuku

6 #Ekakurniawan tidak menghitung bacaannya. Koleksi bukunya sekitar 1500-an: 1/3 novel, 2/3 nya buku filsafat & sejarah. #Angkringanbuku

7 Buku yang bagus menurut #Ekakurniawan merupakan buku yang mengganggu, baik secara intelektual maupun perasaan. #Angkringanbuku

8 Ide novel #O berasal dari proyek panjang #EkaKurniawan yang batal diterbitkan. #Malamseribubulan; banyak plot, namun jadi satu cerita.

9 Cerita #Seribusatumalam merupakan inspirasi #Malamseribubulan. “Scheherezade mendongeng, ceritanya berbeda-beda namun masih satu kerangka.”

10 Monyet di #O muncul 2012-an. Awalnya dibuat sebagai vabel anak2, namun ide tentang monyet malah meluas sedemikian rupa. #Angkringanbuku

11 #O merupakan novel multi-plot. Gagasannya adalah sub-plot dan plot utama yang tidak herarkis, walau cerita monyet yang jadi punggungnya.

12 Menurut #Ekakurniawan, hak cipta adalah perlindungan hukum untuk pencipta; terkait moral dan ekonomi. Hingga menjadi “public domain”.

13 Yang jadi masalah bukan orang yang ingin baca, tidak punya duit, lalu mengcopy. Pembajakanlah yang membuat jengkel, tutur #Ekakurniawan

14 #Ekakurniawan berencana untuk memfilmkan novelnya. Namun masih belum bisa memutuskan yang mana, dan akan seperti apa. #Angkringanbuku

15 #Benanderson merupakan figure yang sangat berarti bagi #Ekakurniawan. Dia adalah pengawal terbitnya terjemahan #Lelakiharimau.

16 Gaya kepenulisan #Pram, merupakan salah satu penyebab lahir dan berkembangnya gaya kepenulisan #Ekakurniawan #Angkringanbuku

17 Realisme sosialis merupakan gagasan estetik, bentuk tulisan menurut #Ekakurniawan lebih baik praksis dahulu kemudian ide menyusul.

18 Selain itu, novel2 pop-culture 80-90-an juga sangat berpengaruh untuk lahirnya karya-kaya #Ekakurniawan #Angkringanbuku

19 Ketika ditanya posisi #Ekakurniawan terkait #GM dan #Pram ia berujar, “Saya hampir sama sekali tidak membaca #Caping.” #Angkringanbuku

20 Novel yang paling banyak menguras waktu adalah #O. #Ekakurniawan memaparkan; semakin kesini menulis bukan jadi mudah, tapi makin sulit.

21 Nama-nama tokoh yang dianggap pembaca iconic semisal; Ajo Kawir, Rona Merah, dan Entang Kosasih benar2 ada, tutur #Ekakurniawan

22 Contoh; Alamanda dalam #Cantikituluka adalah nama Gg di samping UNY, Ayu dan Dewi yang ternyata teman #Ekakurniawan semasa kuliah.

23 #Ekakurniawan sering berdiskusi bersama #Ratihkumala bila sedang “stag” dalam berkarya, begitupun sebaliknya. #Angkringanbuku

 

(Bagian 3)

Part1

1 “Joni Sambolon adalah nama polisi di Pangandarn.” Setelah muncul di #LelakiHarimau, Joni Sambolon kembali muncul di #O #AngkringanBuku

2 “Manusia, dari sampah kembali ke sampah,” plesetan #EkaKurniawan untuk menggambarkan keadaan manusia yang selalu berasumsi.

3 #EkaKurniawan mengaku, Kakak Tua dalam #O adalah tokoh yang memiliki kesamaan dengan dirinya,–menyuruh orang shalat tapi tidak shalat.

4 #O dan #EntangKosasih merupakan dua tokoh “base” yang melewati riset karakter (psikologi) lebih mendalam. #AngkringanBuku

5 “Keyakinan bisa membunuh!” adalah representasi seorang martir. “Dalam berkeyakinan, kita harus terus-menerus kembali mempertanyakan.”

6 Quote #Orwell dalam #O hanya sebuah “joke”. Paralelisme fabel, agar orang kembali membaca #AnimalFarm setelah membaca #O AngkringanBuku

7 “Sebenarnya, #O adalah novel religius,” dagel #EkaKurniawan ketika ditanya bagaimana ia berproses terkait penggunaan ayat suci dalam #O

8 Lebih lanjut lagi, ia menerangkan bahwa religiusitas di #O diilhami oleh kisah-kisah #SeribuSatuMalam #AngkringanBuku

9 Ketika ditanya adakah rencana #EkaKurniawan untuk menulis novel berbau filsafat seperti #JosteinGaarder. Lantang ia menjawab “Tidak!”

10 Disiplin berfikir dan perlakuan atas objek material didapat dari studi Filsafatnya. Dalam novel #EkaKurniawan berfilsafat secara implisit.

11 Harapan #EkaKurniawan; menulis adalah mencatat, membagi, dan bermain-main; generasi baru harus melahirkan tulisan yang “mengganggu”.

12 Versi #SeribuSatuMalam yang #EkaKurniawan gemari adalah #ArabianNight #GeorgeBurton dan terjemahan #HusainHaddawy #AngkringanBuku

13 #HusainHaddawy menyusun #ArabianNight volume 2 dengan latar kebudayaan lain,–muncullah tokoh baru (Sinbad) dalam #SeribuSatuMalam

14 Novel picisan semacam #AbdullahHarahap bacaan #Eka remaja. Barulah ketika bermigrasi ke Yogya, ia berkenalan dengan sastrawan lainnya

15 “Selama mau membaca, apa pun itu. Semuanya akan baik-baik saja.” Novel seserius apa pun akan tetap menyenangkan bila diselami.

16 “Dongeng selalu menjadi racun,” adalah respons untuk #DonkeyHote (pembaca novel) yang memakai zirah dan berkelana menunggangi kuda.

17 Apakah sebuah karya sastra bisa merubah dunia? Untuk #Eka yang terpenting adalah “Bagaimana sastra dapat merubah cara memandang dunia.”

18 #EkaKurniawan terus berevolusi untuk menulis. Bukan cara menulisnya, tapi eksplorasi dan muatan yang ingin disampaikan. #AngkringanBuku

19 Dalam menentukan latar cerita, #EkaKurniawan menuturkan bahwa penulis harus benar-benar tahu apa yang dia tulis. #AngkringanBuku

20 Pilihan lokasi tertentu harus memiliki konteks. Hindari kolonialisme baru, “menulisnya hanya karena eksotis.” #AngkringanBuku

21 #EkaKurniawan biasa bangun jam 6; menonton #LionelMessi #SNSD dan #MotorGP di youtube, mengantar anak sekolah, lalu mulai menulis.

22 Untuk teman-teman yang menjadikan novel #EkaKurniawan sebagai skripsi, syaratnya hanya satu. “Harus lulus!” #AngkringanBuku

23 “Bagaimana pengaruh karya Ko Ping Hoo terhadap #EkaKurniawan?” Harusnya mereka yang menjawab itu! #PertanyaanMenjengkelkanAnakSkripsi

Part 2

1 Masih terkait #PertanyakanMenjengkelkanAnakSkripsi #Eka menambahkan “Yang mau lulus siapa? yang harus mikir kok aku.” #AngkringanBuku

2 Teman-teman Skripsi lebih baik mempelajari dahulu blog ekakurniawan.com dan ketika yang ingin ditulis tidak ditemukan disana datangi #Eka

3 Pertanyakan titipan #GusMuh “#CantikItuLuka kok hanya terjual 20rb, padahal #TuhanIzinkanAkuJadiPelacur saja terjual 60 rb.”(tertawa)

4 #EkaKurniawan menjawab, “#CantikItuLuka sekarang cetakan ke 10, kalau sekali cetak 3rb, 30rb. 10rb mungkin masih di toko.” #AngkringBuku

5 “Ya memang segitu. #CantikItuLuka cetak pertama 2002; 2004 2x; dicetak lagi 2012, setelah #SepertiDendamRinduJugaHarusDibayarTuntas.”

6 Ia enggan mencetak ulang #CantikItuLuka, karena tidak punya novel baru. #EkaKurniawan tidak menyangka butuh 10th melahirkan novel ke-3

7 Begitu pun dengan #LelakiHarimau. Dicetak ulang pada 2013, sekitar 9th setelah cetakan pertama. Ia menyebutnya “periode hilang di pasar”.

8 Sedangkan di luar negeri laporan penjualan #BeautyIsAWound dan #ManTiger baru akan diketahui pada akhir tahun 2016. #AngkringanBuku

9 Yogyakarta menjadi begitu penting bagi #EkaKurniawan karena, disitulah ia mengenal sastra lebih mendalam. Mulai menulis juga.

10 #EkaKurniawan pernah berujar, “toh kalau tidak ada Pram, akan diidentikan dengan penulis yang lain.” Menanggapi sanjungan #BenAnderson

11 Sanjungan #Ben (The next Pram), dikomentari oleh #SautSitumorang “pendapat #Ben tidak relevan, karena ia bukan orang sastra.”

12 #EkaKurniawan mengaku, #BenAnderson tidak pernah menyanjungnya. “Tidak, dia tidak pernah bilang langsung pada saya.” #AngkringanBuku

13 #EkaKurniawan beranggapan bahwa proses pengidentikan dengan penulis lain, adalah cara pengamat sastra memperkenalkan penulis baru.

14 Ia juga sering mengkonter balik, misal: “Kenapa Eka menulis seperti Pram? Enggak, Pram enggak mungkin menulis orang mati hidup lagi.”

15 “Tidak perlu repot mengkaji karya Pram dengan novel saya, dari kalimat pertama saja sudah jelas itu makhluk yang berbeda.” Imbuhnya.

16 Tentu yang dimaksud #BenAnderson bukanlah dalam konteks gaya menulis. “Masak seorang #Ben tidak bisa membedakan gaya saya dan Pram?”

17 Anak sebagai manusia, #EkaKurniawan menanggapi, “Pada akhirnya menghadapi seorang anak, akan sama dengan menanggapi orang dewasa.”

18 Anaknya pernah bertanya, “Bagaimana kalau wajah Kinan tertukar dengan wajah anak lain?” Itu membuat kepala #EkaKurniawan berasap.

19 Akhirnya #EkaKurniawan bertanya balik , “Kalau wajah Kinan tertukar, ayah Kinan siapa?” Kini giliran kepala anaknya yang berasap.

20 Pesan #EkaKurniawan terkait memandang anak sebagai manusia; “Menghadapi anak adalah menghadapi suatu kreativitas!” #AngkringanBuku

21 Menghadapi editor #EkaKurniawan mengaku; tidak ada perubahan apa pun di plot maupun konten, mungkin hanya mengedit kaeda & tata bahasa.

22 Sedangkan untuk novel yang diterjemahkan, “hanya gramatika atau pilihan kata saja–supaya pas, enak dibaca.” #AngkringanBuku

23 Tahun depan #EkaKurniawan belum memutuskan; akan menerbitkan novel baru lagi atau tidak. “Kita lihat saja!” tukasnya. #AngkringanBuku

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan