-->

Agenda & Donasi Toggle

28 Mei 2016 | LOMBA MENDONGENG DAN BEDAH BUKU | TOKO BUKU BINTANG MEDIA | RINGROAD SELATAN KM 5, YK

Dalam rangka Grand Opening Toko Buku Bintang Media dan sebagai wujud apresiasi karya terakhir Kak WeES sekaligus memperingati 100 hari kepergiannya, Bintang Media Yogyakarta mengadakan Lomba Mendongeng untuk Umum se-Jogja dan Bedah Buku.

 

poster JPG

Sabtu, 28 Mei 2016

Lokasi:

Toko Buku Bintang Media Yogyakarta, Jl. Ringroad Selatan KM 5, Ruko no. 89, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55294.

Acara:

  • Pukul 09.00-selesai | Lomba Mendongeng |
  •  Pukul 13.00-16.00 | Bedah Buku ‘Mari Mendongeng’|

Mengundang:

  1. Kak Arif (Rumah Dongeng Indonesia),
  2. Aguk Irawan MN (Sastrawan), dan
  3. Bunda Ningrum (Owner SUNni, sekolah anak berkebutuhan khusus, Yogyakarta).

 

Mendongeng atau bercerita adalah kebudayaan lisan yang sama tuanya dengan usia manusia. Ilmu pengetahuan pada mulanya berkembang dan menyebar lewat tradisi lisan. Bahkan, manusia ada di muka bumi konon juga lewat kata-kata, sabda Tuhan, “Jadilah, maka jadilah”. Hanya saja, ketika mendengar kata dongeng, orang-orang kerap menghubungkannya dengan dunia anak-anak. Padahal, mendongeng adalah seni bercerita yang bisa digunakan untuk dan oleh siapa saja.

Mendongeng tidak hanya bercerita tetapi ia juga sarana penting untuk menumbuhkan pertalian yang hangat antara pendongeng dengan audiens. Ini yang tidak akan didapatkan dari media tulis. Lewat mendongeng, ungkapan-ungkapan ekspresif terekam di benak audiens, dan secara psikologis dapat mempengaruhinya.

Dalam lingkup yang lebih kecil, interaksi dalam mendongeng baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, selain menjadi hiburan yang menyenangkan. Cerita yang disampaikan dengan ekspresi-ekspresi tertentu memberi peluang kepada anak untuk mengimajinasikannya. Sebagaimana pernah dikatakan Kak WeES, seorang maestro dongeng Indonesia, imajinasi sebagai perangsang munculnya sikap kreatif harus ditumbuh kembangkan, karena hanya manusia kreatiflah yang mempu melahirkan penemuan-penemuan baru.

Kak WeES, yang juga pendiri Rumah Dongeng Indonesia (RDI) ini mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk mendongeng. Setiap hari ia mendongeng dari panggung ke panggung, sekolah, kampung-kampung, supermarket, masjid, gereja, wihara, pusat-pusat kesenian, radio, TV, dan menjadi narasumber diskusi maupun dewan juri di berbagai tempat. Bahkan, ia juga pernah menjadi dosen tamu di beberapa universitas di dalam dan luar negeri. Kak WeES menuliskan panduan mendongeng yang dikumpulkan dari pengembaraannya sebagai pendongeng selama hidupnya ke dalam buku ‘Mari Mendongeng’.

 

  • Bedah buku dibatasi untuk 100 peserta. Regristasi, sila mengirim pesan ke 082339187505 dengan format: Nama_Instansi_Email & No. Hp paling lambat tangal 27 Mei 2016.
  • Untuk ketentuan lomba dan informasi lebih lengkap, sila kunjungi http://bintangmedia.co.id/agenda

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan