-->

Peristiwa Toggle

12 Mei 2016 | Di Grobogan dan Pamekasan, Tentara Merampas Buku yang Diduga Berisi Ajaran Komunisme dan Kaos PKI

Kepolisian menyita tujuh buku yang diduga berisi ajaran komunisme dari toko swalayan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (11 Mei 2016). Kapolres Grobogan Ajun Komisaris Besar Indra Darmawan menyatakan penyitaan buku-buku tersebut diawali dari informasi dari masyarakat. Menurut Indra, status ketujuh buku tersebut ialah dibon pinjam dari toko swalayan. Terkait buku-buku itu, sejumlah saksi juga akan dimintai keterangan untuk mengetahui apakah ada unsur pelanggaran hukum atas peredarannya. Polres Grobogan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah untuk menangani buku-buku itu.

Di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Komando Distrik Militer 0862 Pamekasan mewaspadai kemungkinan penyebaran kaus berlambang palu-arit kepada siswa di sekolah-sekolah di daerah itu. Kodim 0826 Pamekasan berkoordinasi dengan guru-guru sekabupaten Pamekasan yang terdiri dari 13 kecamatan. Kodim juga berharap media memberitakan bahwa Partai Komunis Indonesia yang bersimbol palu-arit merupakan partai terlarang, dengan logo yang juga terlarang dan karenanya tak boleh beredar di Indonesia. “Berdasarkan pengalaman di beberapa daerah di Jawa, yang jadi sasaran penyebaran lambang partai terlarang itu, selain masyarakat umum, juga siswa,” kata Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Arm Mawardi.

Untuk itu, ujarnya, Kodim menginstruksikan kepada Komando Rayon Militer dan Bintara Pembina Desa dari Komando Daerah Militer untuk turun langsung ke sekolah-sekolah guna memberikan arahan bahwa PKI dan lambangnya adalah hal terlarang. Kodim bahkan menggandeng berbagai organisasi kemahasiswaan di Pamekasan seperti Himpunan Mahasiswa Islam, Komite Nasional Pemuda Indonesia, dan Gerakan Pemuda Ansor, untuk mencegah munculnya komunisme. “Kami menyebarkan semua anggota dan tim intelijen untuk memantau kemungkinan adanya gerakan peredaran kaus berlambang palu-arit itu,” kata Arm.

Langkah itu menurutnya diambil sebagai antisipasi karena Dandim menerima informasi bahwa PKI akan merayakan hari jadinya dengan menyebarkan ribuan kaus berlambang palu-arit kepada warga. (Cnnindonesia.com, 12 Mei 2016)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan