-->

Peristiwa Toggle

11 Mei 2016 | Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid Mengecam Sweeping Buku

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menilai aksi sweeping buku berbau komunisme berlebihan. Kata Hilmar, ketakutan bangkitnya Partai Komunis Indonesia PKI setelah 50 tahun tidak bisa dijadikan dasar buku-buku terkait itu disita. Hilmar juga enggan mengomentari apakah Tap MPRS 25 tahun 1966 yang dipakai pemerintah untuk menindak semua bentuk ideologi komunis di Indonesia, bisa dijadikan dasar memberangkus penyebar komunisme. Dia hanya menekankan, kewenangan untuk melarang buku yang semula ada di Kejagung, sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi 2010 lalu. “Kalau soal penyitaan dasarnya apa. Saya ngga tahu siapa saja yang menyita. Dasar hukumnya apa. (Dasar soal kebangkitan PKI?) menurut saya itu berlebihan, dia ngga punya dasar yang kuat. itu partai udah mati 50 tahun lalu dan tidak ada kemungkinan dua generasi sebuah organisasi politik itu bisa survive,” kata Hilmar. (Portalkbr.com, 11 Mei 2016)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan