-->

Literasi dari Sewon Toggle

Radio Buku: Relawan, Regenerasi, Kelas

Relawan Radio Buku adalah keluarga besar Indonesia Buku. Artinya, relawan ini menjadi sosok-sosok yang paling sering Anda temui di Sewon; bukan hanya dalam studio, melainkan juga di gudang Warsip, perpustakaan gelaraibuku, maupun pergelaran buku yang melibatkan Radio Buku.

Sudah dua kali radio ini merekrut relawan. Para relawan yang dipilih dari sekira 40-an pendaftar sesungguhnya adalah mereka yang mengikuti Radio Buku selama ini secara diam-diam maupun secara riuh di sosmed.

Ada yang berbeda dengan pola yang dilakukan di perekrutan kedua atau dalam poster tertulis “batch #2”.

Kelas belajar mengelola radio berbasis internet ini diasuh oleh “kakak kelas” mereka. Cieh, kakak kelas. Sebetulnya, “kakak kelas” ini belum betul-betul “lulus” sebelum menyelesaikan sejumlah esai dan diterbitkan dalam buku bersama. Pesta kelulusan berlangsung, sebagaimana dalam dunia buku, saat buku bersama itu akan diluncurkan.

Para “kakak kelas” sudah mengambil pengelolaan kelas sejak dalam tahap perekrutan pada pekan kedua Maret, pelatihan dan pembagian jadwal pada 26-27 Maret, dan menjadi mentor harian yang mendampingi selama tiga purnama dalam proses, April-Juni 2016.

Ini adalah percobaan untuk membangun kelas organik di mana hubungan guru-murid menjadi relatif dan sekaligus melihat praktik bagaimana transformasi pengetahuan berlangsung secara alami. Komunikasi intens lewat wasap, sosmed, maupun tatap muka dilakukan secara serentak untuk membangun “kealamiahan” itu.

Materi kelas seperti jurnalistik dasar/jurnalistik warga, mengelola twitter, cara membuat radio internet, mengelola playlist siar 8 jam, mencari materi siar, membuat buku suara, dan esai, terlihat biasa-biasa saja. Yang membuatnya menjadi berbeda adalah pengelolaan kelas yang diserahkan sepenuhnya kepada “kakak kelas”. Ada rantai yang sedang diulur.

Interaksi, itu nyawa kelas ini. Dalam interaksi ini melebur posisi murid-guru. Posisi itu dengan cepat saling berganti. Hari ini guru, lain hari menjadi murid.

Cara ini memang sedang diuji efektifnya, tapi ada satu keyakinan yang dituju, bagaimana mencari rasa nyaman, terbuka, berdiskusi secara kritis. Dan tentu saja memberi kesempatan seluas-luasnya followers Radio Buku di internet maupun warga sekitarnya untuk berganti posisi mengelola radio dalam studio.

Kelas relawan ini pada akhirnya menjadi siasat bagaimana membangun hubungan dengan mereka yang “di luar” yang sekaligus memanjangkan rantai hidup komunitas. Ini siasat regenerasi lewat proses belajar terbuka, tapi dilakukan secara sistematik dalam praktik kurikulum.

Selamat datang di Sewon, selamat bergabung dalam akademi komunitas bernama Indonesia Buku. Ayo, ramaikan Selatan. [Muhidin M. Dahlan]

2016 03 27 Relawan Radio Buku

Relawan Radio Buku
Batch #2

  1. Dityo Puspito Yuwono @Dityop
  2. Dyah Permatasari @marvaceae
  3. Maulidina Niharotul Izzah @izzahniharoh
  4. Mestri Widodo @majesmaestra
  5. Neni Munthi Rima Sembiring Brahmana @nandySembiring
  6. Nurul Baroroh @BarorohPitu
  7. Satrio Wibowo @tujuhmalam_
  8. Tiara Sekar Ayu @tiaraSA
  9. Yuliana Ratnasari @yulianaratna

Relawan Radio Buku
Batch #1

 

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan