-->

Literasi dari Sewon Toggle

Pertahanan Komunitas

Radio Buku, Warung Arsip, Perpustakaan Gelaran Ibuku, Dinding Massa berada di tengah denyut kehidupan warga desa. Desa itu bernama Panggungharjo. Kami tahu, kami adalah warga. Memang pendatang, tapi kami ingin berbaur secara alami, menjadi bagian yang organik. Kami bukan sekadar menumpang, tapi memberi arti dan warna untuk sama-sama membangun impian.

Dan impian pemangku warga desa dan komunitas Indonesia Buku bertemu dalam irisan: impian literasi desa. Panggungharjo sedang bergerak berderak-derak menuju Desa Budaya Melek Literasi. Dan komunitas ini tepat ada di jantung geliat impian warga itu.

Fairuzul Mumtaz adalah sosok yang dengan ketekunannya tiada tara menyediakan diri mengerjakan bagaimana arsiran antara Indonesia Buku dan pemangku desa Panggungharjo tetap terjalin dan saling berkait. Komunikasi via daring dan rapat-rapat malam di balaidesa dengan warga adalah bukti bagaimana kesungguhan itu dibangun dan kesalingpahaman dirajut dari pekan ke pekan. Sejak pergelaran Ramaikan Selatan (2014) dan Festival Literasi Selatan (2015), hubungan itu tetap terawat.

Saya dan kami di Indonesia Buku sejak lama meyakini satu hal bahwa pertahanan terbaik bukan seberapa tinggi pagar komunitasmu dan seberapa besar modal dalam pembukuanmu, tapi seberapa berarti komunitasmu itu dalam ekosistem kehidupan di mana komunitas itu tumbuh dan berdiam.

Bersama warga Panggungharjo dan warga urban lainnya di pojok kota Yogyakarta kami membangun “koloni kontemporer” dalam kelas belajar Jurnalisme Warga dan Radio Komunitas yang berbasis daring.

Salam dari Selatan. [Muhidin M. Dahlan]

2016 03 26_RADIO BUKU_Pelatihan Jurnalistik Panggungharjo

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan