-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Komunitas – Komunitas Lembah Pring | Jombang

Komunitas @lembahpring didirikan di Jombang pada 29 Agustus 2007 oleh Alm. Fahrudin Nasrullah selaku founding father bersama Jabbar Abdullah yang didapuk sebagai Lurah. Komunitas lembah Pring fokus pada kajian sastra yang dikemas dalam sebuah acara bernama “Geladak Sastra” yang hingga saat ini masih dijaga nyala kerjanya. Sepeninggal Fahrudin, Komunitas Lembah Pring masih menerapkan bahwa sebuah komunitas perlu dan sangat dibutuhkan yang namanya kerja keterlibatan.
Jabbar Abdullah yang juga beraktivitas Kehumasan Ludruk Karya Budaya berusaha terus melakukan pembaruan-pembaruan dalam menyelenggarakan “Geladak Sastra” agar tidak monoton meski nilai-nilai keterlibatan khususnya dengan komunitas tetangga tetap harus dipegang.

@RadioBuku akan menayangkan bincang-bincang bersama Komunitas @lembahpring Jombang. Berikut adalah #23Tweets bersama Komunitas @lembahpring Jombang. Selamat menikmati.

PART 1

1 Komunitas @lembahpring didirikan 29 Aug 2007 di Jombang yg fokus pd kajian sastra lewat acara bernama “Geladak Sastra”
2 #GeladakSastra @lembahpring menerapkan kerja keterlibatan dlm jaringan. Silaturahim. Bertemu, berdialog, kapan pun, di mana pun.
3 Berjejaringlah yang membantu Komunitas @lembahpring melangsungkan program kerja bernama #GeladakSastra yang masih dijaga nyala kerjanya.
4 Sepeninggal Fahrudin, Jabbar sempat membekukan #GeladakSastra @lembahpring untuk sementara mengingat keterbatasan energi dan hal lainnnya.
5 #GeladakSastra @lembahpring kembali bergeliat stlh @dianasasa Dbuku Bibliopolis menawarkan #BedahBuku #KepalayangHilang karya Set Wehadi
6 @lembahpring tidak bisa berjalan sendiri. Tidak bisa asosial karena punya tetangga. Jalin hubungan baik dengan sesama pegiat sastra lainnya.
7 @lembahpring mengupayakan pembaruan2 agar tidak monoton meski tetap menghadirkan kerja keterlibatan dalam #GeladakSastra
8 @lembahpring berusaha tdk terlibat jd narasumber/ moderator. Jng semua dilakukan sendiri. Buka ruang untuk orang lain yg ingin terlibat
9 @lembahpring mendidik jangan sampai #GeladakSastra dinikmati teman2 sendiri. Harus heterogen. Ruang dibuka seluas mungkin untuk siapa pun
10 Siapa pun boleh hadir menyaksikan, mendengarkan, menyimak, mencatat, mendokumentasikan #Geladaksastra supaya bermanfaat
11 Dari situ belajar tdk gila citra, publikasi/ gila disebut namanya. @lembahpring mencipta ruang untuk lainnya. Semua ada waktunya sendiri.

PART 2

12 @lembahpring bersama komunitas lain saling membantu dalam penyelenggaraan acara masing2. Satu dan lainnya menjadi pintu lainnya lagi.
13 Selain pelaku sastra, #GeladakSastra @lembahpring jg kadang menghadirkan akademisi. Agar karya sastra juga bisa dikaji dari sisi teori
14 Yang hadir di #GeladakSastra @lembahpring akhirnya dapat pengetahuan tidak dari satu pintu. Banyak perspektif yang ditawarkan narasumber
15 #GeladakSastra @lembahpring fokus pada kajian. Jarang ditemui musikalisasi puisi, teatrikal, baca cerpen. Kalaupun ada hanya selingan
16 #GeladakSastra @lembahpring selalu dirindukan. Mereka yang hadir heterogen. Pelajar, mahasiswa, pegiat, sampai orang kampung. Tibaan.
17 #GeladakSastra @lembahpring juga nomaden, berpindah-pindah. Tidak menempat di satu ruang. Kita mendatangi publik.

PART 3

18 Dari berdiri anggota @lembahpring tetap 3 orang. Tdk pernah buka pendaftaran. Fahrudin Nasrullah, Jabbar Abdullah, kemudian Siti Saadah.
19 Tetapi @lembahpring punya tetangga komunitas yg baik dan teman yang dengan tanpa paksaan datang dengan sendirinya. Semacam volunteer.
20 Kata orang Jawa, orang repot itu bertangan seribu. @lembahpring sadar akan ada yg membantu sebisanya. Publikasi atau bersih2 bahkan.
21 Sebuah acara biasanya harus mewah, dihadiri banyak orang, bintang tamu terkenal. Justru menghidupi forum2 kecil itulah yg mahal & berat.
22 Harapan @lembahpring seperti dlm AlQuran: Setiap yg berjiwa itu pasti mati. Tapi tdk kemudian tdk melakukan apa2 dan hanya menunggu mati.
23 @lembahpring susah mencari orang2 militan, mandiri, tanpa ketergantungan donasi. Meski soal regenerasi, tetap diupayakan.

Demikian #23Tweets bersama Komunitas @lembahpring Jombang. Semoga menginspirasi Booklovers sekalian.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan