-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Angkringan Buku – Neni Muhidin @Nemubuku | Palu

Neni Muhidin adalah esais sekaligus penyair kelahiran Palu, Sulawesi Tengah. Ia aktif di media Alkhairat, Palu Express, kabarselebes.com yang pada akhirnya dari kumpulan esai-esai di media tersebut banyak mewarnai lahirnya buku Selfie: Sewindu catatan dari Palu. selain itu Neni juga aktif di komunitas Nemu Buku dan aktif mengelola perpustakaan mini Nemu Buku

1. Kali ini kita bahas buku @nemubuku (Neni Muhidin), berjudul “Selfie: Sewindu Catatan dari Palu. #Selfie adalah buku ke-5 Neni.
2. Selain esais, Neni @nemubuku juga menulis antologi puisi dan penelitian ilmiah tentang sosiologi urban
3. #Selfie disusun dari esai-esai @nemubuku yang bertebaran di empat media, Alkhairaat, Palu Ekspress, kabarselebes.com, dan blog pribadinya nemupalu.blogspot.com
4. Esai-esai dalam #Selfie disusun berdasarkan kronologi, membentang sepanjang sewindu sebagaimana judulnya. (2007-2015)
5. #Selfie merupakan salah satu judul esai dari 93 esai yang ada di dalam buku itu, yang membahas tentang fotografi
6. Yang unik dari #Selfie adalah pendanaan penerbitannya dengan crowdfunding alias reme-rame. Nama-nama penyumbang dicantumkan di belakang buku plus foto selfie.
7. Dan hebatnya @nemubuku hanya butuh waktu 5 hari untuk mengumpulkan dana 10 jt untuk penerbitan #Selfie. Dan itupun hanya lewat medsos penulis.
8. Bisa jadi, #Selfie merupakan buku pertama di dalam khazanah literasi Indonesia yang lahir dari skemacrowdfunding.
9. Dalam #Selfie, penulis @nemubuku menyampaikan ke-aku-annya sebagai warga kota Palu dengan sudut pandang orang pertama.
10. #Selfie menyajikan tulisan-tulisan tentang sensasi informasi kota Palu dari pendekatan subaltern.
11. Bagi @nemubuku menulis esai sama halnya dengan foto #Selfie, dimana ada diri penulis didalam esainya.
12. Sebagai tambahan referensi #Selfie @nemubuku menyarankan buku-buku sosiologi, sejarah dan sastra.
13. Harapan @nemubuku dalam buku #Selfie adalah agar menjadi penanda tentang dinamika kota Palu, biar kita tidak amnesia sejarah
14. Selain itu, harapan #Selfia buat para pejabat kota Palu, agar masalah ruang terbuka hijau diurusi dan dimaksimalkan.
15. Di acara Angringan Buku ini, @nemubuku membacakan tiga esai #Selfie yaitu “Palu di Kalimantan”, “Ambtenar,” dan “Nabobo”.
16. “Palu di Kalimantan” dengan satire menceritakan bagaimana Palu belum begitu dikenal sehingga orang masih sering keliru dimana letak Palu #Selfie
17. “Ambtenar” menceritakan obrolan ringan ala warung kopi para PNS tentang apakah PNS bisa kaya atau tidak. #Selfie
18. “Nabobo” dibacakan @nemubuku dengan logat Palu. Nabobo sendiri artinya bisu. #Selfie
19. Dalam “Nabobo” @nemubuku menjelaskan peralihan budaya warga dari budaya bisu zaman Orba ke reformasi dimana semua ingin bicara. #Selfie
20. Apalagi kini didukung dengan smart phone sehingga informasi membanjir terutama dalam sosmed. #Selfie
21. Banjir informasi itu, kadang menyesatkan, sebab seringkali tidak adanya verifikasi terhadap sumber awal seperti kata Kovack. #Selfie
22. Itulah kelemahan jurnalisme warga. Tapi bukan berarti tidak penting. Jurnalisme profesional saja kadang belum memenuhi elemen-elemen jurnalisme. #Selfie
23. Jika anda tertarik dengan buku #Selfie pesan saja ke @nemubuku dengan harga 70K+ongkir 20K untuk daerah luar Palu #Selfie

Booklovers, Demikianlah 23 twit perbincangan dengan Neni Muhidin @nemubuku.Sampai jumpa.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan