-->

Peristiwa Toggle

21 Januari 2006 | Ajaran Radikalisme di Buku Pelajaran TK di Depok, Jawa Barat

DEPOK — Buku yang diduga bermuatan radikalisme ditemukan di Depok. Buku itu merupakan buku panduan belajar bagi siswa taman kanak-kanak (TK) karya Nurani Musta’in. Buku tersebut saat ini sudah ditarik oleh Dinas Pendidikan Kota Depok.

Buku itu pertama kali ditemukan pada November tahun 2015. Kemudian dinas pendidikan segera melakukan penarikan. Buku berjudul ‘Anak Islam Suka Membaca’ terbitan Pustaka Amanah kini sudah tidak digunakan lagi di TK Semai Benih Bangsa Baiturahman, Cilodong.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdik Kota Depok, Dadang Supriatna di Depok, buku itu dicetak dalam lima jilid. Buku itu tidak digunakan di TK lainnya. Dari lima jilid, yang diduga terdapat banyak ajaran radikalisme di jilid ketiga.

Dari informasi, buku yang dicetak pertama kali tahun 1999 dan sudah 80 kali cetak pada 2008 itu setidaknya terdapat 32 kalimat yang dianggap mengarah pada radikalisme. Beberapa di antaranya adalah “Gegana Ada Dimana”, “Bahaya Sabotase”, “Cari Lokasi Di Kota Bekasi”, “Gelora Hati Ke Saudi”, “Bom”, “Sahid Di Medan Jihad”, hingga “Selesai Raih Bantai Kiai”.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, pemerintah tidak bisa menarik buku pelajaran yang dianggap memuat unsur radikalisme di Depok tersebut. Pasalnya, buku tersebut bukan diterbitkan oleh Kemendikbud. (merdeka.com, kompas.com, 21 Januari 2006)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan