-->

Literasi dari Sewon Toggle

Terlibat 2015

Menurut kamus Tesaurus, (ke)terlibat(an) adalah keikutsertaan, kontribusi, partisipasi, dan peran serta. Makna keterlibatan itu menunjuk pada bukan pokok, bukan (pelaksana) utama. Semacam partisipan, pendukung, penyerta dari berlangsungnya sebuah peristiwa.

Menjadi pendukung dan ikut serta dalam memberi kontribusi pada sebuah pergelaran bukan sesuatu yang buruk dalam sebuah kultur jaringan. Kultur yang menjadi tawaran khas dari platform internet ini mencoba menerabas batas eksklusivitas; bahwa kerjasama dalam hal berpartisipasi dan/atau terlibat dalam sebuah kalender peristiwa terbuka sangat memungkinkan. Sebagaimana kultur jaringan ini juga memunculkan lagi kerja kesukarelawanan yang massif.

Dan sepanjang 2015, keterlibatan macam apa–dan terutama sekali–terlibat bersama komunitas/lembaga yang mana saja Radio Buku?

Inilah sejumlah keterlibatan di mana Radio Buku yang saat ini dipimpin Fairuzul Mumtaz dengan segala laku kesetiaannya mengawal dan menata model kontribusi yang diberikan terkait dengan kapasitas sebagai komunitas yang menyelenggarakan serangkaian pendokumentasian suara dan kerja kreatif yang berbasis daring.

P1060390 web

1. Pameran Seni Urban ‘Pause’, 14 Februari 2015

Tema pameran ini “Pause” yang merupakan pameran seniman-seniman urban yang diselenggarakan Street Fighter Indonesia di ViaVia Café & Alternative Art Space, Jl. Prawirotaman 30 Yogyakarta. Partisipasi Radio Buku di pergelaran seni ini adalah kerjasama media untuk publikasi yang bersandar pada twitter. Perlu diketahui, di Radio Buku, seni rupa adalah bagian inheren di dalam programnya yang bernama “Katalog Seni”. Dan lembaga riset di dalamnya pernah melakukan serangkaian publikasi seni, antara lain melahirkan buku besar berjudul: Almanak Seni Rupa Jogja 1999-2009 (2010). Kerjasama dengan komunitas seni (rupa) bukanlah sesuatu yang asing dan dipaksakan, lantaran Radio Buku, sebagaimana namanya, bergiat di lapangan buku dan literasi.

2. Angkringan Fun Book, 9 Maret 2015

Pameran buku ini diselenggarakan Penerbit UGM Press di showroom salah satu penerbit “tua” ini, Jl. Grafika No. 1, Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta. Radio Buku senang hati betul diajak turut serta menggiatkan acara di UGM Press ini lantaran melihat lebih dekat geliat penerbit kampus yang umumnya garis edarnya hanya dalam lingkupnya dalam pagar. Di pergelaran ini, selain memublikasikan secara intensif waktu pelaksanaan via twitter, Radio Buku juga melakukan tayang langsung via streaming beberapa diskusi buku.

3. Parade Obrolan 10 Karya APSAS dalam Semalam #8, Kamis, 23 April 2015

Untuk kelima kalinya Radio Buku menjadi rekan kerjasama komunitas Apresiasi Sastra dalam menyelenggarakan obrolan 10 buku dalam semalam, antara lain buku puisi, novel, terjemahan, cerpen, dan esai. Radio Buku mengambil porsi yang banyak dalam perhelatan ini; selain sebagai tuan rumah penyelenggaraan di Sewon Indah I, Kec Sewon, Bantul, Yogyakarta, juga melakukan dokumentasi secara total, terutama dokumentasi suara. Sepanjang malam, Radio Buku menayangkan secara LIVE perhelatan kepada masyarakat luas.

4. Pesta Buku Jogja 2015, 1 Mei 2015

Pameran buku reguler yang diselenggarakan IKAPI DIY berlangsung selama sepekan di Balai Utari Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Yogyakarta ini menyelenggarakan pelbagai kegiatan pendukung, seperti bedah buku, temu pegiat komunitas, lomba, musik, dan sebagainya. Radio Buku yang menjadi rekanan media membagi secara intensif informasi-informasi seluruh rangkaian kegiatan lewat media sosial dan beberapa kegiatan seperti diskusi buku dan komunitas disiarkan secara LIVE streaming.

5. Bincang-Bincang Sastra 116, 30 Mei 2015

Lihat angka “116” itu yang menunjukkan betapa kegiatan Komunitas Studio Pertunjukan Sastra Yogyakarta ini berlangsung dengan irama yang teratur dengan napas yang cukup panjang. Di pergelaran yang bertajuk “Sesanti Tedhak Siti Iman Budhi Santosa” ini Radio Buku terlibat sebagai rekanan media untuk publikasi. Acara peluncuran buku antologi 57 geguritan karya Iman Budhi Santosa berjudul Sesanti Tedhak Siti ini berlangsung di Pendapa Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

6. Pameran Database Adit “Here Here”,  3 Juni 2015

Mungkin nama Adit kurang akrab di telinga Anda. Tapi jika disebut kehebohan grafiti di Yogyakarta “Jogja Ora Didol” pastilah Anda mengingatnya sebagai salah satu perseteruan pemerintah kota dengan seniman grafiti di jalanan. Nah, Adit yang membawa bendera “Here Here” inilah seniman yang membuat grafiti yang kontroversial di Yogyakarta itu. Radio Buku menjadi tempat penyelenggaran pameran database jalan kesenemanan Adit di jalanan kota dengan tajuk “STREET ART IS NOT A CRIME”. Pameran seniman street art yang radikal, rajin, terampil, dan pemalu ini berlangsung selama sepekan.

7. Pameran Sakral DKV 4 ISI Yogyakarta, 1 Juni 2015

Diselenggarakan di Museum Benteng Vredeburg jalan Jend. A. Yani No. 6 Yogyakarta, pameran visual dan audio visual ini mengambil tema “SAKRAL” (semarak kearifan lokal). Tema ini menyinggung tentang kearifan lokal di Yogyakarta yang semakin menjamur. Sebagai “teman belakang” — Studio Radio Buku berada di belakang kampus ISI — Radio Buku menjadi rekanan media untuk publikasi perhelatan.

8. Komunitas Ngopinyastro Meluncurkan Buku Puisi “Perahu Napas”, 8 Juni 2015

Bertempat di warung kopi di Jl. Wachid Hasyim, Nologaten, Yogyakarta, penyair Rabu Pagisyahbana meluncurkan buku puisinya berjudul Perahu Napas. Rabu adalah penyair kelahiran Purwokerto yang menghabiskan masa kanaknya di kota Cirebon, dan pernah tinggal selama beberapa tahun di salah satu Pesantren Babakan-Ciwaringin. Acara peluncuran ini digagas Komunitas Ngopinyastro, Penerbit Interlude, dan Warung Ngopi Bjong. Radio Buku menjadi rekanan media dalam perhelatan yang pertunjukannya di dukung beberapa komunitas dan individu, antara lain Teater MISHBAH, Ingsun, KOPIBASI, FJ Kunting, Egi Azwul, VJ Psychbiji ‘teng’, Donni Onfire.

9. Setahun Mojok dan Peluncuran Buku Mojok, 28 Agustus 2015

Bertempat di Angkringan Mojok, Jl Damai, Sleman, Yogyakarta, perayaan setahun website MOJOK berlangsung meriah dan gayeng. Ritus ini diniatkan untuk mengapresiasi para penulis Mojok, terutama bagi yang tulisannya terseleksi dalam Buku Mojok yang umumnya ditulis para penulis-penulis muda. Radio Buku yang juga sahabat MOJOK menjadi rekanan media yang mendukung secara los stang acara yang sekaligus ajang Mojok melaporkan aktivitas daringnya kepada masyarakat pembaca secara luas.

10. Media and Literature Fair Yogyakarta, 11 September 2015

Acara yang diselenggarakan di Jogja Nasional Museum selama dua hari ini dihelat SEA UMY dengan menampilkan pameran buku, pameran media kekinian, dan komunitas. Radio Buku selain menjadi rekanan media juga mengisi beberapa acara dan menyiarkannya secara LIVE Streaming.

11. Panggung Literasi Selatan Biennale Jogja 13 – Equator #3, 2 Oktober 2015

Biennale Jogja XIII Equator #3 menggandeng Radio Buku dan Pemerintahan Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul menjadi pelaksana Festival Ekuator yang berlangsung selama tiga hari. Dalam pergelaran ini Radio Buku dan Pemerintahan Desa menghimpun sekira 47 komunitas dan berpartsisipasi menyelenggarakan 73 acara secara intens dan bersamaan. Festival literasi bertajuk “Panggung Literasi Selatan” ini adalah festival literasi terbesar di Kab Bantul yang berlangsung di Desa Panggungharjo dan sekaligus menyita energi besar dari Radio Buku dan seluruh komponen yang ada di bawah Yayasan Indonesia Buku. Panggung kegiatan difokuskan pada tiga tempat, yakni: (1) Dusun Prancak Glondong (Halaman Radio Buku, Jl. Sewon Indah I); (2) Dusun Pandes (Gedung Serbaguna/GOR Kelurahan Panggungharjo); dan (3) Lapangan Prancak (Utara Kampus ISI Yogyakarta).

12. Kampung Buku Jogja, 8 Oktober 2015

Berlangsung Foodpark UGM selama tiga hari, pameran yang dikemas dengan cara  unik, patembayan, dan dilambari semangat kekeluargaan ini menjadi arena bertemunya ragam penjual buku “khas” di internet, komunitas buku dan literasi yang disandingkan dengan pertunjukan sastra, temu kangen pegiat toko buku online se-Indonesia, bedah konten buku, workshop produksi buku, sarasehan buku indie, talk show dunia buku Jogja, lelang buku langka, diskusi buku di media baru (new media), dan pertunjukan musik. Radio Buku bukan saja sepenuh hati turut menjadi “saksi” pergelaran buku unik dan patembayan ini dengan menjadi rekanan media, tapi juga turut menyiarkan acara-acaranya yang menarik lewat LIVE Streaming.

13. Frankfurt Book Fair, 13 Oktober 2015

Pekan Raya Buku Frankfurt yang resmi dibuka Peter Fieldman, Walikota Frankfurt Am Main, di Ruang Congress Messe Frankfurt, Jerman ini menjadikan Indonesia sebagai “Tamu Kehormatan”. Menempati 1 panggung utama (paviliun) dan empat lokasi lain di Messe, Indonesia menampilkan apa yang bisa ditampilkan untuk memperlihatkan Indonesia yang luas dan beragam, sebagaimana tema yang diembannya, “17,000 Islands of Imagination”. Di antara ratusan penulis, pegiat seni, kuliner, dan pelaku perbukuan, Radio Buku berkesempatan sebagai salah satu komunitas literasi untuk ikut serta dan terlibat dalam pergelaran buku yang berlangsung selama sepekan di Frankfurt itu. Radio Buku diwakili pendirinya, Muhidin M. Dahlan.

14. Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF), 12 November 2015

Keikutsertaan Radio Buku sebagai rekanan media yang merekam secara keseluruhan diskusi dan pergelaran seni, baik via streaming maupun media sosial, sudah belangsung tiga kali sejak 2013. Radio Buku sudah mempublikasikan Buletin Suara Buku untuk BWCF #2 dan #3. Untuk tema BWCF #4, “Gunung, Bencana, dan Mitos di Nusantara” Radio Buku sudah mengarsipkan arsip rekaman suara yang lengkap seluruh seminar yang dihelat selama dua hari di Borobudur, Magelang. Pergelaran yang diselenggarakan secara reguler ini dihadiri para antropolog, sejarawan, mahasiswa, wartawan, dan masyarakat umum.

15. Festival Indonesia Membaca Karawang, 22 Oktober 2015

Ketua Program Indonesia Buku dan pengelola warung kopi Bintang Mataram 1915 Faiz Ahsoul dan pegiat Radio Buku Nafilah turut serta dalam perhelatan yang menghadirkan komunitas Taman Bacaaan Masyarakat se-Indonesia ini di Karawang, Jawa Barat. Perbincangan literasi dan lokakarya siaran radio berbasis internet adalah antara lain kegiatan yang digelar sebagai puncak dari Hari Aksara Internasional (HAI) yang ke-50 tahun. Acara ini diselenggarakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM).

16. Seminar PPKH UGM – Politik Kritik Sastra di Indonesia, 24 November 2015

Satu-satunya media yang menjadi rekanan Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PPKH) UGM selama dua hari untuk menyelenggarakan seminar Politik Kritik Sastra ini adalah Radio Buku. Dan selama dua hari itu pula, Radio Buku merekam dan menyiarkan secara LIVE Streaming 10 sesi seminar.

17. Pameran Dokumentasi Geneng Street Art Project #3, 27 Desember 2015

Geneng Street Art Project (GSAP) #3 dengan tajuk “Gemah Ripah Lohjinawi” diselenggarakan komunitas Ruang Kelas SD yang satu kampung dengan Radio Buku. Boleh dibilang, RKSD adalah komunitas saudara seatap saat ini dengan Radio Buku. Bahkan perpustakaan Radio Buku nyaris jadi sekretariat bayangan dari komunitas yang mampu secara organik menghimpunlagi seniman-seniman yang berkarya di jalanan untuk masuk kampung dan berkarya bersama-sama. Sejak “lomba” pencarian logo, proses kerja, pameran karya, dan pameran dokumentasi pada 27 Desember, Radio Buku tak sekadar rekanan media, tapi juga sahabat bagi RKSD. Pameran dokumentasi dari seluruh kerja seni GSAP ini diselenggarakan selama 3 hari di “Dinding Massa” Radio Buku.

18. Pameran Buku Jual Buku Sastra (JBS), 30 Desember 2015

Bertajuk “Tahun Baru di JBS”, komunitas niaga buku sastra secara daring ini, Jual Buku Sastra, selama 4 hari menyelenggarakan pameran buku, diskusi, peluncuran buku sastra, temu komunitas pembaca sastra. Kegiatan yang diselenggarakan di Gang Semangat No 150, Wijilan Yogyakarta didukung sepenuhnya Radio Buku. Tidak hanya di twitter, tapi juga beberapa diskusinya disiarkan secara LIVE streaming oleh Radio Buku.

Demikian sejumlah komunitas dan pergelaran buku dan seni di mana Radio Buku terlibat di dalamnya. Keterlibatan Radio Buku tak sekadar bahwa komunitas ini aktif di media sosial dan internet, melainkan turut mengarsipkan rekaman suara secara baik dan benar. Saya tak tahu dengan komunitas seperti apa lagi Radio Buku melakukan kegiatan yang sifatnya partisipasi dan kolaborasi. Yang pasti bahwa dari Sewon, komunitas ini tetap membangun persahabatan dengan siapa pun yang peduli dengan perikehidupan kultur literasi yang berlangsung di Indonesia. Pintu studio, pintu perpustakaan, dan dinding massa seni Radio Buku tetap terbuka untuk siapa pun. Hubungi kami dan mari kita bicara baik-baik dan lembut.

Salam literasi dari Sewon. [Muhidin M Dahlan]

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan