-->

Agenda & Donasi Toggle

FESTIVAL GENENG STREET ART PROJECT 2015; GEMAH RIPAH LOHJINAWI

 

POSTER INDOR

 

Geneng Street Art Project #3 mengambil tajuk GEMAH RIPAH LOHJINAWI yang pernah populer di era lalu, sebagai upaya untuk meninjau kembali mimpi, harapan, dan imajinasi warga kampung dalam melihat lingkungan hidup mereka yang ideal, kualitas hidup yang baik, dan hubungan sosial yang damai nan lestari. Street art atau ‘dinding massa’ akan digunakan sebagai payung untuk melingkupi aksi bersama antara para pelaku street art di Yogyakarta dan sekitarnya dengan warga selaku penghuni kampung. Para pelaku street art memiliki cara tersendiri dalam melihat ruang terbuka di mana warga bertemu, berkumpul, atau melintas di perkampungan. Kebiasaan dalam mengerjakan karya di kota dengan karakter urban dan industrial kembali dicoba untuk lebih jauh lagi menggali potensinya dalam berhadapan dengan kehidupan perkampungan pinggir kota dengan dinamika perubahan dan lingkungan alamnya.

Percobaan yang ketiga ini akan menguji kembali peran masing-masing, antara warga sebagai pemilik dan pengguna ruang dengan para pelaku street art yang memiliki cara dengan karakter khas itu. Geneng Street Art Project setiap tahun diselenggarakan di perkampungan Geneng dan sekitarnya. Perubahan ritus dan situs sosial menjadi aspek yang menantang untuk ditelusuri lewat kerja kreatif para pelaku seni visual ruang terbuka ini. Lanskap perkampungan yang semula dipenuhi persawahan, secara siginifikan berubah menjadi perumahan, kampus, dan bangunan lainnya. Perubahan ini menjadi satu unsur yang juga merubah pola hubungan sosial dan cara warga bertahan hidup dan menyelesaikan persoalan. Gemah Ripah Lohjinawi berarti tentram, makmur, dan sangat subur tanahnya. Istilah ini dalam tradisi Jawa menggambarkan berlimpahnya sumber daya alam di tanah air, yang secara nalar akan

Memberikan kemakmuran yang melimpah bagi warganya. Semboyan ini meluntur, karena walaupun dahulu sering dikumandangkan namun tidak menyata dalam praktiknya. Pada Geneng Street Art Project #3 ini semboyan tersebut akan dibaca ulang untuk merumuskan kembali mimpi, harapan, dan imajinasi kolektif warga bersama dengan kreatifitas mencatat persoalan ala gerakan street art.

 

RANGKAIAN KEGIATAN “GENENG STREET ART PROJECT #3”

19 Oktober – 31 Desember 2015

 

Event utama

Proses berkarya street art

Tanggal : 19 Oktober 2015 – 8 November 2015.

Tempat : Rumah-rumah warga di pedukuhan Geneng, Sewon, Bantul.

 

Pembukaan Festival Geneng Street Art Project #3

Pameran indoor : 23 November – 30 November 2015.

Hari/Jam : Senin, 19.00 WIB

Tempat : Gallery RJ Katamsi ISI Yogyakarta

Dibuka oleh : Drs. Bambang Legowo, M. Si. ( Kepala Dinas Kebudayaan Bantul )

 

Wicara Seniman

Tanggal : 26 November 2015

Hari/Jam : Kamis, 13.00 WIB

Tempat : Gallery RJ Katamsi ISI Yogyakarta

Pembicara : M. Yusuf a. k. a Ucup Taring Padi (Peserta street art )

Thedeomixblood (Peserta pameran Indoor)

Lokakarya

Tanggal : 6 Desember 2015

Hari/jam : Minggu, 09:00 WIB – 11.00 WIB

Tempat : Dusun Jogoripon, Pedukuhan Geneng, Panggungharjo, Sewon

Materi : Pembuatan sistem tanda kampong

 

 Diskusi

Tanggal : 18 Desember 2015

Hari/Jam : Jumat, 19.00-22.00 WIB

Tempat : Radio Buku, Jl. Sewon Indah 1, Panggungharjo, Sewon, Bantul

Tema : “Seni masyarakat dan masyarakat seni”

Pembicara : Moelyono (Penulis buku seni rupa penyadaran)

Wahyudi (Lurah Panggungharjo)

Brigita Isabela (KUNCI Cultural Studies)

Moderator : Fairuzul Mumtaz (Radio Iboeku)

 

Penutupan Geneng Street Art Project #3

Pameran dokumentasi : 27 Desember – 31 Desember 2015.

Hari/Jam : Minggu, 19.00 WIB

Tempat : Indonesia Buku, Sewon Indah no. 1 Panggungharjo, Sewon, Bantul,

DI Yogyakarta.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan