-->

Peristiwa Toggle

Anies Baswedan: “Merayakan Keindonesiaan, Merasakan Kebhinekaan di Pekan Raya Buku Frankfurt”

P1060356 - CopyFRANKFURT — Saat Jerman dan Eropa merasakan peristiwa terkini dari limpahan pengungsi dari Timur Tengah, saat itu juga mempelajari apa arti kebhinekaan dan kompleksitas menjadi penting kembali dibicarakan.

Demikian antara lain dikatakan Mendikbud Anies Baswedan di depan ribuan tamu undangan di pembukaan Frankfuter Buchmesse 13 Oktober 2015, sore hari waktu setempat.

Menurut Menteri Anies kehadiran Indonesia sebagai Tamu Kehormatan di Pekan Raya Buku Frankfurt menjadi ajang untuk memperlihatkan bagaimana Indonesia mengelola kompleksnya keragaman. “Ada sekitar 1.340 kelompok etnis dan 546 bahasa hadir dalam kehidupan Nusantara. Dan 87 persen orang Indonesia adalah Muslim. Indonesia lewat proses yang panjang mengelola keragaman itu dan mempersatukannya lewat jalan bahasa nasional,” kata Menteri Anies.

Disambut berkali-kali tepuk tangan, Anies menjelaskan posisi bahasa Indonesia sebagai “solusi” awal mengelola kebhinekaan yang lahir belasan tahun sebelum Indonesia terbentuk sebagai negara. “Bahasa yang terpilih bukan bahasa suku mayoritas seperti Jawa dan Sunda, melainkan bahasa kalangan minoritas, suku bangsa Melayu,” katanya.

Bahasa menjadi pemersatu bangsa di bulan Bahasa pada Oktober yang disampaikan Menteri Anies Baswedan itu menjadi refleksi dan sekaligus percikan ide untuk membuka percakapan lebih segar antara Eropa dan Asia, antara Jerman dan Indonesia. (Muhidin M Dahlan dari Pekan Raya Buku Frankfurt)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan