-->

Tokoh Toggle

Saiful Hadi | Menghadirkan Taman Bacaan Saat Bencana | Yogyakarta

SAIFUL HADIBukannya sibuk membangun kembali rumah keluarga yang hancur akibat gempa melanda Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2006, Saiful Hadi (47) justru memprioritaskan pendirian sanggar anak-anak. Sanggar itu untuk kegiatan membaca dan bermain. Saiful hanya ingin anak-anak, yang sering terlupakan karena kesibukan orang dewasa memulihkan kondisi ekonomi keluarga seusai bencana alam, tidak luput dari perhatian.

Dari sinilah Saiful, yang karyawan swasta, mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Luru Ilmu. TBM ini kemudian setia hadir di daerah-daerah bencana yang dapat dijangkaunya untuk menghadirkan bacaan yang bermanfaat bagi anak-anak dan masyarakat yang terkena bencana. Ada rasa bahagia kala dia bisa membuat anak-anak dan masyarakat di daerah bencana seperti korban Gunung Merapi teralihkan perhatiannya sejenak pada buku-buku bacaan yang dibawanya dengan sepeda motor yang dilengkapi kotak untuk menyimpan buku.

Saiful tidak keberatan harus menempuh perjalanan jauh ke pelosok dengan sepeda motor boksnya berisi buku ke daerah-daerah di DIY dan Jawa Tengah, termasuk juga ke daerah yang terkena bencana. Bahkan, dia memanfaatkan kerumunan massa saat ada pemutaran layar tancap atau wayang di desa-desa untuk memperkenalkan buku bacaan.

“Buku bacaan itu harus ganti-ganti supaya yang baca tidak bosan. Saya sering dapat kiriman buku bacaan dalam jumlah banyak, lalu saya bagikan ke daerah-daerah lain. Gerakan mendirikan TBM juga mulai ditiru oleh masyarakat desa lain karena terinspirasi dari apa yang saya lakukan,” ujar Saiful.

Kemandirian Saiful untuk membuat masyarakat gemar membaca akhirnya dilirik pemerintah setempat. Dia pun diberi bantuan sepeda motor dari perpustakaan daerah untuk memudahkan mobilitasnya membawa buku ke dusun-dusun atau daerah bencana.

Ditertawakan

Ide Saiful untuk mendirikan sanggar anak-anak usia gempa bumi Bantul sempat ditertawakan tetangganya. Uang bantuan bencana alam yang didapatnya dari kantor, dia manfaatkan untuk mewujudkan perpustakaan. Ada yang menganggap Saiful setengah gila. Namun, ide tersebut berhasil diwujudkan sekitar empat bulan seusai gempa bumi di Bantul. (Ester Lince Napitupulu)

Sumber: Kompas, 18 September 2015, halaman 16 || Esai-tokoh selengkapnya disimpan di gudang warungarsip.co

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan