-->

Literasi dari Sewon Toggle

KBEA | #LiterasiSelatan #EquatorFest

04 MOJOK.CO

Mereka menyebut dua huruf di depan singkatan itu adalah Klinik Buku dan EA adalah singkatan yang melekat di belakang aktivis sosial dan penulis yang gandrung pada pencarian bentuk, Puthut EA. Tapi makin ke sini, saat Klinik Buku sungsang, akronim itu bergeser menjadi Keluarga Bahagia (eh, atau Komunitas Bahagia).

Pendeknya, saat ada kata bahagianya itu, tiba-tiba semuanya semringah. Mula-mula KBEA mendirikan mojok.co dengan tagline: “Sedikit Nakal, Banyak Akal” yang kemudian menjadi menjadi fenomena baru di dunia penulisan daring.

Di KBEA juga ada situs web yang menampung kelompok pemuda progresif, militan, tapi kesepian untuk menghabiskan energi yang banyak, tapi tak tersalurkan dalam asmara yang nyata, dalam sebuah aktivitas positif dan sehat (tapi belum tentu bahagia), yakni menulis. Namanya: jombloo.co.

Bersamaan dengan itu, dari rumah yang sama, muncul sebuah laman web yang berbeda dengan dua laman web sebelumnya yang menulis suka-suka. Di laman web ini menulis makalah serius adalah harga mati! Makin berjubel catatan kaki, makin dianjurkan. Prototipe di antara penulisan ala skripsi dan artikel-artikel populer di koran harian, diambil oper laman ini. Namanya pindai.org.

Di KBEA ini pula hadir web menulis khusus mengulik sisi melik kopi. Ini adalah kompensasi paling musykil yang bisa dilakukan Editor Kepala-nya (siapa ya) setelah tak mujur berbisnis kedai kopi. Lagi-lagi bergerak di bidang penulisan kopi. Namanya minumkopi.com.

Apalagi ya. Sudah, itu saja dulu. Nah, Keempat laman web itu adalah mesin produksi naskah yang luar biasa yang pada akhirnya bermuara ke buku, di mana mula-mula KBEA ini berdiri, yakni sebagai penerbit buku. Klinik Buku EA itu penerbit buku awalnya, sewaktu mengalami stall di udara, langsung diambil tindakan-tindakan penyelamatan darurat, dan mereka kini berada dalam perjalanan menjelajahi udara kebahagiaan. Penerbit buku yang sebelumnya bernama KBEA itu kini bertranformasi menjadi “Buku Mojok”.

Dari banyaknya aktivitas itu, dan semuanya merujuk pada kegiatan produksi calon naskah buku lewat jalan media, KBEA tampaknya menuju pada singkatan baru: Kantor Berita. Berita macam apa? Suka-suka mereka.

KBEA yang berkegiatan kreatif di Utara, dengan berendah hati membawa seluruh sumberdaya kerasnya yang berkegiatan di jalur perangkat lunak untuk hadir dan turut serta di Panggung Literasi Selatan. Mereka harus melewati 2 Kabupaten dan 1 Kota untuk bisa sampai ke Selatan di mana Literasi Selatan ini digelar. Bahkan KBEA pun mau-maunya menggandeng kompatriotnya yang lain seperti Komunitas Kretek.

KBEA, luar biasa!

Panggung Literasi Selatan, bisa jadi, menjadi persekutuan Utara-Selatan. Dan ritus persekutuan itu diselenggarakan pada 2-4 Oktober 2015 di Kampung Prancak Glondong, Panggungharjo, Sewon, Bantul, di mana Indonesia Buku menjadi salah satu warga tetapnya. (Muhidin M Dahlan)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan