-->

23Tweets Toggle

23Tweets | Buku Pertamaku – Dinda Prameswari | Yogyakarta

Dinda Prameswari adalah seorang kuli negara yang bekerja di Dinas pemerintah. Ia juga menjadi seorang penulis novel yang cukup produktif. Dinda menggalakkan sekolah menulis berbasis media sosial. Lewat akun Facebook ia mengajari orang-orang yang tertarik pada dunia tulis di seluruh Indonesia.
Booklovers, sila simak obrolan dengan Dinda Prameswari.

1 Dinda Prameswari, kuli negara di Dinas PSDA, ia juga punya sebuah penerbitan kecil. Sibuk jadi ibu rumah tangga dan keliling negeri.

2 Buku pertama Dinda adalah “Serpihan Pelangi”, yg fenomenal “Marilyn Monroe”, ada juga “Surat Cinta dari Si

Kecil Ari” yang ia cetak terbatas hanya 50 eksemplar.

3 Buku itu ia dedikasikan untuk teman-temannya PSK yang ia temui untuk menulis buku tersebut.

4 Bukunya keempat adalah The Running Hope yang ia tulis untuk menceritakan bagaimana perjalanannya melawan leukimia.

5 Bukunya kelima berjudul “Palupi”, berkisah tentang kekerasan-kekerasan yang dialami wanita. Kini ia tengah menulis novelnya yang keenam, berjudul “Dimulai Dari Titik Lima”.

6 Buku pertama yang paling ia kenang ketika kecil adalah “Buku Bahasa Indonesia Membaca IA”. Buku itulah yang pertama kali ia baca dan buku yang mengajarinya menulis untuk pertama kali.

7 Ketika SD ia juga membaca buku berjudul “Si Alui” karya Fran R yang berkisah tentang anak Kalimantan. Ia juga membaca Keluarga Cemara ketika kecil.

8 Mulai mengenal novel, Dinda ketika SMA membaca novel “Reads”. Dari buku itu mulai belajar menulis novel. Buku itu tentang kehidupan seorang wanita.

9 “Supernova” milik Dewi Lestari membuatnya termotivasi untuk menjadi seorang penulis. Ia merasa sosok Diva adalah cermin dari dirinya sendiri. Membaca Supernova membuatnya terinspirasi untuk membuat jaring laba-laba.

10 Kereta 4.50 milik Agatha Christie adalah buku misteri pertama yang ia baca. Ia juga menggemari Laskar pelangi dan novel-novel karya NH Dhini.

11 Untuk cerita yang mengajarinya bagaimana menulis tentang detail kejadian dan penggambaran setting, Dinda mengidolakan Mushasi.

12 Dalam mencari ide menulis, Dinda bisa terinspirasi dari apa pun. Ia tertarik pada kritik sosial tentang wanita untuk novel-novelnya. Ayu Utami adalah salah satu yang ia akui pandai menuliskan kritik tersebut.

13 Novel yang sedang ia tulis kini berkisah tentang cinta, pertemuan dua orang manusia lewat dunia maya. Cinta yang kemudian mengakar di dua manusia tersebut.

14 Ia pernah bertukar tulisan dengan seseorang yang ia temui di dunia maya bernama Faiz Faizin, mereka banyak bertukar menulis. Dinda semakin jatuh cinta menulis. Novelnya terbaru terinspirasi dari kisah pribadinya.

15 Berlatar belakang S1 matematika, S2 Pendidikan Matematika, dan S3 Pendidikan matematika, Dinda serius menggeluti dunia menulis.

16 November 2014, Dinda membuat sekolah menulis lewat media sosial facebook. Ia membuat grup khusus untuk kelas menulis, siapa saja bisa jadi anggotanya.

17 Dari kelas menulisnya, ia telah menerbitkan buku berisi tulisan terpilih dari siswanya di kelas menulis tersebut. Buku pertama berjudul “Kilauan permata Jiwa”, tak ada penyuntingan sama sekali. Hal ini sengaja dilakukan agar penulis sadar kekurangan mereka sendiri.

18 Dinda sebagai kepala suku, ada adminnya Wanti Purwanti, ada juga Lia Zaenab, dan beberapa orang kru Din. Dinda juga melibatkan beberapa orang dari Sanata Dharma untuk menilai tulisan-tulisan tersebut.

20 Dalam 1 minggu bisa 160 cerpen masuk dan 200 puisi masuk. Dari sekian banyak, mereka pilih 30 kemudian lagi dipilih 15 yang terbaik secara tulisan.

21 Banyak yaang mengirimkan tulisannya, tapi tak banyak yang konsisten mau belajar. Bulan pertama ada dua buku ia terbitkan, bulan kedua dan ketiga ada 3 buku dan bulan keempat ada 5 terbit.

22 Booklovers yang pengen kenal Dinda Prameswari bisa kunjungi akun FB: Dinda Prameswari Din’s.

23 Kalo Booklovers berminat ikut kelas menulis bersama Dinda prameswari bisa ke akun FB ini: Dendang Indah Nada Sastra.
Booklovers, sekian obrolan Buku pertamaku dengan Dinda Prameswari. Sampai jumpa.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan