-->

23Tweets Toggle

23Tweets | Angkringan Buku – Azwar R Syafrudin | Yogyakarta

Azwar Rizky Syafrudin adalah salah satu penulis cerpen di Yogyakarta. Tulisannya sudah menghiasi beberapa koran seperti Minggu PaGi, Suara Merdeka, Bali Post, dan Riau Post. Baru-baru ini ia menerbitkan buku kumpulan cerpen pertamanya bertajuk “Lelaki Pesawat Kertas”. Buku tersebut ia terbitkan sebagai penanda untuk dirinya sendiri agar menulis lebih baik lagi kedepannya.
Booklovers, berikut #23tweets perbincangan bersama Azwar R Syafrudin dalam Program Angkringan Buku.

1 Azwar Rizky Syafrudin biasa dipanggil Azwar, ia tercatat sebagai mahasiswa PBSI UNY angkatan 2010. Sudah memasuki masa semester akhir, belum juga lulus karena asyik belajar nulis cerpen.

2 Azwar belum lama menerbitkan buku kumpulan cerpen pertamanya berjudul “Lelaki Pesawat Kertas” oleh penerbit Gambang.

3 Dalam buku tersebut, ada 10 cerpen. Beberapa cerpennya sudah diterbitkan di koran, seperti Minggu Pagi, Bali Post, Suara Merdeka, Jurnal Nasional, Femina. Ia pertama kali menulis cerpen pada tahun 2011.

4 SD-SMP ia ikut klub sepak bola, ketika SMA dia sering main band. Tidak pernah berniat masuk Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia, ia awalnya hanya merasa mudah jika nantinya harus mengajar bahasa Indonesia.

5 Dalam mata kuliah Pengantar Kajian Sastra, ketika ditanya pernah baca buku apa, ia tak bisa menjawab. Teman-temannya sudah banyak baca buku, ia merasa jauh tertinggal.

6 Sejak saat itu ia banyak bertemu dengan teman-temannya yang akrab dengan sastra. Ia mulai rajin membaca. Ia juga ikut beberapa diskusi sastra bersama beberapa temannya.

7 Awalnya Azwar menulis puisi, sadar puisinya buruk ia kemudian belajar menulis cerpen.

8 Cerpen pertamanya yang dimuat di koran berjudul “Surat Cinta untuk 50 Wanita di Dinding Kamar” diterbitkan Minggu Pagi pada tahun 2012 juga menjadi bagian dari kumcer barunya.

9 Cerpennya banyak berkisah tentang keluarga, cinta, kenangan juga beberapa kisah horor dan sosial.

10 Salah satu cerpennya yang bertema sosial berjudul “Gorong-gorong Rahasia” diterbitkan Suara Merdeka 2012.

11 Cerpen favoritnya dalam “Lelaki Pesawat Kertas”  berjudul “Hantu Kecilku” yang hanya satu halaman. Azwar merasa cerpen tersebut cukup mewakili dirinya.

12 Azwar biasanya menulis cerpen dengan metode sekali selesai karena jika berhenti ia merasa malas melanjutkan.

13 Orang-orang yang membuatnya tertarik menulis cerpen adalah dua sahabatnya Armada Nurliansyah dan Mahatir Bharudin.

14 Dua orang itu yang pertama kali mengajak Azwar untuk belajar menulis. Awalnya, mereka banyak bicara sastra, Azwar sama sekali tak mengerti kemudian ia mulai bertekad untuk belajar serius mengenai sastra.

15 Orang-orang yang banyak menjadi figur dalam cerpennya kebanyakan orang-orang dari keluarga dan kehidupan pribadinya.

16 Azwar terbuka pada kritik. Ia banyak mendapat kritikan dari orang-orang yang bilang cerpennya terlalu menye-menye dan tema tak kreatif.

17 Azwar menerbitkan bukunya sebagai koreksi bagi dirinya sendiri agar setelah itu ia menulis cerpen lebih baik lagi dan mengembangkan tema tulisannya.

18 Dalam seminggu  Azwar menarget dirinya sendiri untuk menyelesaikan 1 cerpen dalam satu minggu.

19 Tiap hari Jumat malam, ia bersama teman-temannya sering diskusi karya bersama.

20 Buku pertamanya edisi khusus cetak 100 buku dengan ilustrasi berwarna digarap @gigend, laku keras seharga 40 ribu.

21 Kini ia cetak ulang dengan dengan harga 35 ribu, bisa langsung dipesan ke nomor Azwar 089653954263 atau bisa follow Ig di @Pesawatkertas.

22 Azwar suka buku-buku “Kupu-kupu Bersayap Gelap”, “Cinta Tak Pernah Tepat Waktu”, karya Puthut EA dan “Cantik Itu Luka” milik Eka Kurniawan. Azwar banyak meniru narasi Puthut EA. Pada Eka, Azwar lebih suka pada tema-tema yang ia angkat.

23 Azwar juga suka Haruki Murakami terutama novelnya “Norwegian Wood” dan trilogi “1Q84”.

Booklovers, sekian Program Angkringan Buku bersama Azwar. Sampai jumpa di program lainnya. Salam literasi!

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan