-->

23Tweets Toggle

23 Tweets | Katalog Seni – Good Vibes | Yogyakarta

Keluarga Baik-Baik adalah salah satu kelompok yang terdiri dari enam mahasiswa ISI Yogyakarta jurusan Tata Kelola Pameran. Mereka menggelar pameran seni rupa bertajuk “Good Vibes “di Radio Buku pada bulan Juni 2015.
Berikut adalah cerita dari anggota Keluarga Baik-Baik tentang “Good Vibes”.  

1 Berlatar belakang pendidikan Tata kelola, Elga Fasih Putri Jati dan Alfiati Barorah tergabung dalam komunitas Keluarga Baik-Baik.

2 Untuk memenuhi tugas mata kuliah Tata Kelola Pameran, Keluarga Baik-Baik menggelar pameran bertajuk “Good Vibes”. Pameran ini merupakan kali pertama pengalaman mereka membuat sebuah pameran seni.

3 Dalam satu kelas Tata Kelola, ada 35 mahasiswa yang ditugaskan membuat kelompok untuk menyelenggarakan sebuah pameran. Tugas ini juga boleh dilakukan oleh per individu.

4 Keluarga baik-baik sendiri terdiri dari Elga (nyonya), Via (anak), Abe (art director), Raga, Ones, dan Kano. Mereka bekerja sama dalam menyusun pameran yang diselenggarakan selama 2 minggu di Radio Buku.

5 Mengangkat tema “Good Vibes” (Getaran Baik), Keluarga Baik-baik termotivasi untuk menciptakan suasana baru dengan energi yang positif. Menyadari energi positif bagi setiap orang itu berbeda, “Good Vibes” bertujuan menjembataninya dengan menawarkan suasana pameran yang nyaman.

6 Banyak yang datang ke pameran seni rupa, tanpa tahu apa yang mereka tonton dan lihat, datang dan pulang tanpa membawa apa-apa, Keluarga Baik-Baik mencoba menghadirkan pameran yang berbeda, bagaimana audience betah dan puas

7 Pembukaan pameran dilakukan pada tanggal 22 Juni 2015 di Radio Buku. Radio Buku banyak membantu kami, terutama karena menyediakan tempat yang bisa kami eksplore sesuka kami #Elga.

8 Pembukaan pameran juga menampilkan musik, penonton membludak, di luar pengunjung menikmati musik dan didalam khusyuk menikmati pameran. Sekitar 200 orang datang meramaikan #Elga

9 Ada 3 seniman undangan, pertama Yannick Cormier (Perancis), Yannick adalah seniman fotografi sudah beberapa kali menggelar pameran di Indonesia, pernah di Surabaya. Ada 3 karya yang dipamerkan Yannick di “Good Vibes”.

10 Seniman undangan lain adalah Thomas (Lithuania) yang juga seorang seniman fotografi. Sudah agak lama tinggal di Yogja, ini kali kedua kedatangannya ke Yogyakarta.

11 Seniman undangan ketiga yaitu seniman Bob Sick dan Widi Benang. Bob memberikan dua karya senianya, yang pertama karya dari peluru yang merepresentasikan mukanya sendiri.

12 Kendala Keluarga Baik-Baik dalam menyelenggarakan pameran yakni dalam mendisplay karya seni. Menurut Via, membuat alur cerita dalam mendisplay karya seni dalam pameran itu tidak mudah. Setiap kendala selalu bisa diatasi dengan dibicarakan, tutur Via.

13 Baru mencoba pameran bersama, Via merasa ini pengalaman yang bagus buatnya untuk membuat pameran-pameran lain. Banyak sudut pandang untuk menilai sebuah pameran itu berhasil atau tidak #Via

14 Bisa membuat orang lain menikmati sebuah pameran adalah cita-cita Keluarga Baik-baik, apalagi bisa memberikan gertaran positif seoperti judul yang mereka angkat “Good Vibes”.

15 Menurut Via, dalam menyelenggarakan pameran yang terpenting adalah bisa menemukan venue yang tepat untuk tema yang diangkat dan ini tidak mudah.

16 Pameran pertama, Keluarga Baik-baik mengaku ketagihan menyelenggarakan pameran lagi. Sebagai mahasiswa Tata Kelola Seni, keluarga Baik-baik berharap bisa membuat pameran yang lebih bagus lagi.

17 Jangan mudah terbawa arus, jangan manut-manut aja, yang penting berani memberi pendapat dan berani bilang tidak setuju ke anggota kelompok lain demi suksesnya pameran, nasehat Via.

18 Menciptakan energi positif itu berawal dari diri kita sendiri, hal lain menjadi faktor penunjang, pesan ini yang diharap tersampaikan oleh “Good Vibes” dengan karya-karya mereka.

19 Good Vibes juga bisa disalurkan lewat tangan seniman, karya bisa menjadi media menyampaikan getaran positif dari si pembuat karya pada si penikmat karya #Elga

20 Buku itu banyak memberi energi positif bagi Via. Buku yang sempat membuatnya terharu-haru adalah novel Ayat-ayat Cinta.

21 Pertama kali baca novel ketika SMP berjudul Yakuza Moon dan langsung jatuh cinta pada novel tersebut. Elga juga menjadi penggemar Haruki Murakami.

22 Sering baca novel yang kemudian difilmkan, Via dan Elga mengaku sering kecewa karena banya yang berbeda dari imajinasi mereka.

23 Keluarga Baik-Baik bisa ditemui Booklovers di akun @goodkeluarga.

Sekian Katalog Seni bersama Keluarga Baik-Baik, semoga bermanfaat. Sampai Jumpa.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan